Pemda Lampung Timur Penuhi Aspirasi Warga Soal Cagar Kampung Gunung Tiga

Spread the love

Sharing is caring!

Lampung Timur (SL)-Wakil Bupati Lampung Timur, H. Zaiful Bukhari mengabulkan gugatan masyarakat Desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur, untuk tidak menggerus atau membongkar Gunung yang berbeda di Desa Marga Mulya Kecamatan Bumi Agung, Jum’at (11/01/19).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur selama dua hari melakukan rapat koordinasi bersama pihak terkait untuk menyelesaikan permohonan untuk tidak menggerus simbol Gunung Tiga tersebut. “Kami sudah berkoordinasi kepada TNI-AD Kodam II Sriwijaya melaui kodim 0429/LT, untuk menjaga dan mengambil alihnya. Mengingat di atas gunung tiga tersebut, ada titik regulasi di atas nya, dan pihaknya sudah melayangkan surat kepada Pangdam II Sriwijaya untuk mengambil alih,” kata Bang Iful.

Lanjut Iful, ia juga menghimbau kepada pihak perusahaan agar bisa mengikuti keputusan yang diambil pihak Pemda, agar bersama-sama legowo dan lapang dada untuk menerima ini. “Dan untuk semua masyarakat desa gunung tiga untuk menahan diri, agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang dan kita jaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan masyarakat,” katanya.

Berita sebelumnya, pada 02 Januari 2019, Perseteruan antara Desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur, yang menuntut Simbol Gunung agar tidak digusur atau di bongkar, yang berada di Desa Marga Mulya Kecamatan Bumi Agung, akhirnya memanas.

Dari informasi yang berkembang masyarakat hanya menginginkan dari pihak perusahaan antara desa Gunung Tiga sudah hampir kurun waktu tiga bulan lama nya, belum ada menuai titik temu bahkan belum ada titik terang.

Menurut keterangan Ketua Forum Desa Gunung Tiga, H. Syahrul Bahri dilokasi menjelaskan kami di sini hanya ingin pihak perusahaan untuk tidak menggusur dan menggali potensi alam yang milik desa Gunung Tiga. “Kami tidak ada mempermasalahan dengan ijin atau kesepakatan yang sudah ada, tetapi kami ingin cagar budaya dan simbol desa Gunung Tiga agar tidak diratakan dari pihak perusahaan,” ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, apabila perusahaan masih melanjutkan pengerjaan di gunung, kami akan menjaga dan mengawasi di lokasi. “Selain kami mempertahankan simbol gunung, disampingnya itu kami meminta untuk di sahkan dan ditandatangani oleh pihak perusahaan agar tidak melanjutkan pengerjaan yang berada di gunung, karena lokasi gunung itu masuk dalam peta desa gunung tiga,” katanya.

Wakil Bupati Lampung Timur H. Zaiful Bukhari menyampaikan dihadapan ratusan masyarakat yang memadati lokasi, kami dari pihak pemerintah daerah Lampung Timur akan berjanji menyelesaikan perseteruan yang di alami di desa Gunung Tiga secepatnya. “Ini akan kita selesaikan dengan secepat nya dengan mengedepankan secara musyawarah dan menyikapi dengan kepala dingin,” janjinya.

Senada dengan Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantara S,I.K menyampaikan jangan memanas keadaan dan bahkan yang mengambil tindakan yang memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita sikapi permasalahan ini dengan kepala dingin dan duduk bersama,” tandasnya. (Wahyudi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *