Pelajar SMA Negeri 1 Semaka Tanggamus Tuntut Pasilitas Sekolah Dan Potongan BOTM Hingga Toilet Yang “Kotor”

Spread the love

Sharing is caring!

Tanggamus (SL)-Pelajar SMA Negeri 1 Semaka bukan mempersoalkan gaji guru honor yang tidak dibayar selama tiga bulan. Tapi fokus kepada tuntutan membangun pasilitas sekolah yang layak seperti yang dijanjikan, dan termasuk potongan BOTM.

“Banyak siswa berprestasi yang tidak mendapatkan apresiasi semanis apa yang dulu pernah terjanjikan sekolah. Bahkan untuk itu tidak sedikit pula yang menggunakan dana pribadi untuk keperluan lomba atas nama sekolah, baik luar kabupaten, maupun luar Provinsi. Namun tetap mengatas namakan sekolah,” kata Restu Andika, Kordinator aksi unjuk rasa, kepada redaksi sinarlampung.com, Kamis (13/9). .

Restu Andika mengatakan tuntutan yang diajukan pada saat melakukan unjuk rasa Rabu (12/9/18), itu adalah tidak terfokus pada gaji guru honorer yang sudah 3 bulan terakhir tidak keluar. “Tapi ada banyak hal terkait penggunaan dana sekolah,” kata Restu.

Restu menjekaskan dana sekolah itu meliputi pembangunan yang dijanjikan untuk ruangan ekstrakurikuler yang layak, kantin dalam sekolah yang dijanjikan, air bersih yang tak kunjung datang, listrik yang tidak sampai ke kelas.

”Bahkan potongan BOTM yang tertulis untuk anak berprestasi baik akademik maupun non akademik. Parkir motor yang yang cuma dibawah poho. Bahkan toilet siswa yang dari dulu tidak layak sekali untuk dipakai. Air kadang ada, kancing pintunya cuma beberapa dan itu cuma pakai kayu,” katanya.

Masalah lain adalah dukungan finansial pada organisasi yang ada disekolah, karena faktanya banyak anak anak berprestasi yang lomba ke luar kabupaten maupun provinsi yang menggunakan dana pribadi namun mengatas namakan sekolah.

“Fasilitas olahraga seperti ring basket dll, karena biasanya mereka yang praktik menggunakan kotak sampah sebagai pengganti ringnya. Bahkan wifi siswa yang dijanjikan namun tidak berfungsi,” katanya.

Selain itu, siswa juga menuntut Kepala sekolah membayar tunjangan guru honor di sekolah tersebut. Pasalnya sudah tiga bulan honor guru belum di bayarkan, sehingga para tenaga didik honorer enggan mengajar. Praktis menyebabkan beberapa hari di kelas kosong tanpa belajar.

“Benar pak kami berunjuk rasa masalah sekolah, termasuk menuntut kepala sekolah segera membayar tunjangan guru honor,  karena kami sudah beberapa hari tidak belajar karena guru tidak masuk,” kata siswa kelas 12 itu. (Juniardi)

12 Comments

  1. SMA NEGERI 1 SEMAKA itu bukan SMK 1 SEMAKA, waduh salah nama sekolah bisa berabe ini masalah, gimana sih ini sinar lampung!!!

      1. Alangkah bijaknya kl membalas tanpa ada embel2 bos atau apapun karna memang ada kesalahan penulisan yg dilakukan pihak media. Mohon dapat lebih arif dan bijak dalam menerima saran dan kritik membangun.

  2. Maaf mas tapi hal seperti ini tidak bisa asal”an anda keluarkan begitu saja, seperti kata kalimat anda sebelumnya yang bilang SMA 1 SEMAKA nggak trend makanya nggak ada di Google, padahal kan anda yang salah nulis, anda nulisnya SMK 1 SEMAKA, trus ngepost berita ke2, nama sekolahnya itu salah, sama bahasa postnya itu seperti orang marah, terimakasih.
    Hanya sedikit terbawa emosi saya kalau tidak sesuai dengan kenyataan.
    Saya juga minta maaf kalau komen” sebelumnya tidak mengenakan..

  3. Saya ucapkan terimakasih juga karena telah membenarkan kembali berita yang ada, dan sekali lagi saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya kalau kata- kata saya kurang mengenakkan soalnya saking semangatnya ini gan,
    Thanks, maju terus Sinar Lampung

  4. PR buat dinas pendidikan dan pemimpin tanggamus. Selesaikan yg selama ini terisolir dengan pemantauan langsung.
    Bila perlu ganti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *