Pasal Nasi Kotak, Oknum PPTK Dinas Pariwisata Kota Metro Umpat Wartawan Yang Diundang Liputan - Sinarlampung.com

Pasal Nasi Kotak, Oknum PPTK Dinas Pariwisata Kota Metro Umpat Wartawan Yang Diundang Liputan

Spread the love

Kota Metro (SL)-Diduga pasal nasi kotak, oknum PPTK kegiatan pelatihan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kota Metro, yang juga Kasi Perizinan dan Pengendalian Bidang Pariwisata (Dispirapar) Kota Metro, R mengumpat dan tantang wartawan, saat kegiatan peliputan, di Balroom Idea Indonesia kota Metro, Kamis (21/11/2019).

Ironisnya, kelima wartawan yang datang kelokasi itu adalah berdasrkan undangan Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Metro, untuk meliput acara tersebut. Informasi dilokasi menyebutkan lima wartawan media online, diundang meliput kegiatan pelatihan Pokdarwis oleh Kabid Pariwisata.

Disela sela acara, Kabid Pariwisata menawarkan kepada salah satu rekan media untuk mengambil makan siang yang sudah disediakan oleh panitia. Karena dipersilahkan oleh Kabid Pariwisata, maka rekan media mengambil tiga nasi kotak. Namun belum sempat disantap tiga nasi kotak tersebut, R sang PPTK kegiatan (Kasi Perizinan dan Pengendalian,red) tiba tiba marah kepada rekan media.

Akhirnya, wartawan mengembalikan tiga nasi kotak itu kembali ke meja tempat semula. Lalu paraa wartawan meninggalkan lokasi kegiatan itu. “Kami lima wartawan meninggalkan ruangan Balroom dan duduk diteras Idea Indonesia,” kata Nia salah satu Wartawati Kota Metro.

Tak lama berselang, Sekertaris Dinas dan Kabid yang mengundang mereka datang menghampiri, dan meminta maaf atas hal itu. “Kami sedang berbincang atas kejadian tersebut, datang Kabid Pariwisata dan sekretaris Dispora menghampiri guna meminta maaf atas kejadian itu. Kami berlima sebenarnya sudah bisa legowo atas permintaan maafnya,” kata Nia.

Namun, belum sempat Kabid dan Sekretaris meninggalkan mereka, tiba tiba oknum PPTK kembali datang menghampiri, dan mengamuk menunjuk nunjuk wajah wartawan. “Tiba-tiba datang PPTK kegiatan itu langsung mengamuk dengan menunjuk-nunjuk wajah rekan kami sambil berkata. Rekam, saya gak takut, beritain dan viralkan saya gak takut, biar kalian tau hebatnya saya,” ungkap oknum PPTK dengan nada marah.

Atas insiden itu, para wartawan merasa di lecehkan profesianya dan meminta walikota Metro mengevaluasi oknum pejabat itu. Dan inspektorat melakukan proses atas hal itu. “PNS kok kelakukannya kaya preman. Kami datang diundang, tapi kok begitu. Tidak adanya etika oknum pejabat itu. Dan itu dilakukan di depan Kabid dan Sekretarisnya. Kami datang atas undangan Kabid Pariwisata sangat dilecehkan dengan sikap arogan PPTK tersebut,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan