Oknum Pendamping Diduga Rampas Dana Keluarga Miskin PKH - Sinarlampung.com

Oknum Pendamping Diduga Rampas Dana Keluarga Miskin PKH

Spread the love

Sharing is caring!

Lampung Selatan (SL) – Kelompok keluarga miskin Desa Mulyosari Kecamatan Tanjungsari Lampung Selatan (Lamsel), mengeluh dengan adanya perampasan massal dana bantuan pemerintah yang dikucurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH-red) oleh oknum Ketua Kelompok dan Pendamping yang seharusnya melindungin mereka.

Adanya perampasan dana bantuan PKH di Desa tersebut, diketahui setelah warga miskin penerima bantuan mengecek ke pihak Bank BRI tempat dana tersebut dikucurkan.

Baca Juga : Gedung Baru USB SMAN 1 Tanjungsari Sudah Rusak

Menurut keterangan beberapa keluarga miskin penerima PKH triwulan pertama, bahwa perampasan hak atas dana milik mereka dilakukan melalui masing masing Ketua Kelompok di Enam Desa Kecamatan dengan cara mengumpulkan kartu ATM PKH keluarga penerima di masing masing kelompok. “Untuk satu kelompok disini terdiri dari 40 keluarga penerima dan setiap ada bantuan, kartu ATM kami dikumpulkan melalui ketua kelompok dan mereka yang menentukan jumlah dana yang harus kami terima, karena pin kami sama semua yaitu 123456,” ujar para warga penerima PHK ini.

Setiap keluarga miskin penerima bantuan, lanjut warga ini, jumlahnya tidak sama dan tergantung dari kebijakan pihak Ketua Kelompok dan Pendamping dengan menuertakan BRI link (slip BRI) dari pendamping. “Pokoknya kami harus terima dan bila tidak mau maka akan dialihkan. Mereka juga mengatakan saat pertemuan kalau masalah bantuan ini jangan diketahui wartawan karena bisa dihentikan,” ujar mereka.

Baca Juga : Kasus Suap Fee Proyek Lamsel, Agus BN dan Ahmad Bastian Berbantahan di Ruang Sidang

Saat para keluarga miskin ini melakukan pengecekan ke pihak Bank BRI atas rekening yang mereka miliki, diketahui dana yang mereka terima jauh lebih besar dari dana yang mereka terima melalui Ketua Kelompok.

Sayangnya, salah satu Ketua Kelompok dari enam kelompok penerima dana PKH berikut Pendamping dan pemilik warung BRI link hingga berita ini diturunkan belum bisa ditemui untuk dimintai tanggapan. (Red)

Tinggalkan Balasan