Oknum Pejabat Tubaba Diduga Cabuli Janda, Tokoh Adat Tulang Bawang Barat Geram - Sinarlampung.com

Oknum Pejabat Tubaba Diduga Cabuli Janda, Tokoh Adat Tulang Bawang Barat Geram

Spread the love

Sharing is caring!

Tulang Bawang Barat (SL)-Beredar kabar dugaan oknum pejabat di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung melakukan perbuatan cabul terhadap seorang Janda di Tiyuh Daya Asri Kecamatan Tumijajar. Kabar itu selain menjadi buah bibir, juga menjadi cibiran masyarakat dan kalangan aparatur sipil negara (ASN), hinnga tokoh adat  Tubaba.

Ketua Federasi Adat Megow Pak Tubaba, Hi. Herman Artha RM, S.I.Kom ikut menyesalkan atas dugaan kasus yang dilakukan oleh oknum pejabat di Tubaba. Dia berharap agar Bupati Umar Ahmad,SP segera dapat mengevaluasi pejabat di Kabinetnya saat ini. Karena menurut Herman pejabat tersebut tidak layak menjadi pejabat.

“Sebab menyimpan moral yang tidak baik atau bejat. “Perbuatan itu sangat memalukan, mencoreng nama baik pemerintah daerah. Pejabat semacam itu sangat tidak pantas menduduki jabatan tertentu di bumi Ragem Sai Manggi Wawai ini,” kata Mantan Wakil Ketua DPRD Tulang Bawang tahun 2004-2009, Rabu (10/4/2019).

Menurut Herman, Kabupaten Tubaba lahir atas perjuangan para tokoh-tokoh pemekaran dan pemerintah yang rela mengorbankan bukan hanya waktu tenaga dan pikiran, namun juga materi. “Atas pengorbanan tenaga dan pikiran kita serta materi tersebut, menjadikan Tubaba ada pada saat ini,” tuturnya.

Lanjut mantan Ketua Golkar Kabupaten Tulang Bawang itu, meskipun perbuatan oknum pelaku tersebut tidak langsung menghebohkan masyarakat, namun tindakan pelaku telah menjadi buah bibir di kalangan aparatur sipil negara (ASN). “Buat apa mempertahankan pejabat seperti itu karena bukan ingin membantu Bupati, tetapi malah membuat buat onar bahkan mencoreng nama daerah.” Pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Tubaba, Tamhir Sabak, bahwa Bupati Tubaba Umar Ahmad harus mengambil tindakan tegas atas perbuatan oknum pejabat yang melakukan perbuatan tidak terpuji. “Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Umar Ahmad harus memberikan tindakan tegas terhadap pejabat daerah yang berperilaku buruk.” kata Tamhir Sabak

Dia menuturkan, Kabupaten Tubaba bukan tempat menampung oknum pejabat yang bertabi’at buruk dan menurutnya meskipun beredar kabar oknum tersebut telah melakukan upaya perdamaian dengan korban, atas jabatan yang melekat pemerintah daerah tetap harus tegas.

“Bupati atau Sekda harus tegas mengevaluasinya, ini benar-benar memalukan. Kami percaya dengan kepemimpinan Umar Ahmad, tetapi pejabat semacam itu yang ada di sekelilingnya sangat merusak kewibawaan pemerintah daerah” ungkap Tamhir Sabak pada Selasa (10/4/2019) sekitar pukul 19.00 Wib.

Sementara itu, Oknum Pejabat berinisial R yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang janda berinisial I masih sulit untuk dikonfirmasi media. Tertutupnya informasi keluarga korban yang berinisial (B), mengakui bahwa keluarga pelaku R berupaya menyampaikan permohonan maaf melalui istrinya dan berupaya melakukan perdamaian. (red/ton).

Tinggalkan Balasan