Oknum Pejabat BPKP Lampung Dilaporkan Ke Polda

Spread the love

Sharing is caring!

Bandarlampung (SL)- Karena itikat baik untuk menyelesaikan permasalahan dugaan penipuan uang Rp250 juta, tidak juga membuahkan hasil, seorang rekanan, Irzaidir, warga Bandar lampung, melapor pejabat BPKP Lampung, M. Rusdi Parman, ke Polda Lampung, Senin (12/11).

Bukti Laporan polisi di Polda Lampung

Dalam laporan No.STTPL/1707/XI/2018/SPKT tertanggal 12 November 2018, yang diterima KA SIAGA SPKT III AKP Pujiono, pelapor mengaku jika telah merasa tertipu oleh M. Rusdi Parman (terlapor), oknum Pegawai BPKP Provinsi Lampung.

Kejadian tersebut bermula di tanggal Juni 2015 saat keduanya bertemu melalui Herwan, salah seorang kerabat pelapor di sebuah Cave Hotel Pop yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi Telukbetung.

Dari pertemuan tersebut, Rusdi menjanjikan proyek pekerjaan di Dinas Perhubungan Provinsi Lampung. Namun jika ingin mendapatkan proyek maka Irzaidir harus mengeluarkan dana sebesar Rp250jt. “Saya dijanjian dapat proyek, tapi harus ngeluarin duit 250 juta. Karena percaya dan mengetahui dia seorang pejabat, saya turuti,” ujar Irzaidir, saat melapor di Polda Lampung.

Setelah melakukan pertemuan beberapa kali diberbagai tempat, akhirnya Irzaidir menyetujui dan melakukan pembayaran melalui transfer Bank BCA. “Kami melakukan pertemuan beberapa kali dulu dengan Rusdi, baru saya transfer uang Rp250 juta melalui Bank BCA Jalan Jend Sudirman Rawa Laut Bandarlampung,” kata korban.

Rupanya setelah menerima dana yang diminta, Rusdi tak kunjung menepati janji bahkan proyek pekerjaan yang dimaksud hanya isapan jempol alias Omongan Doank. “Saya sudah tunggu janji proyek sampai waktu yang dikatakan Rusdi, tapi setelah berbulan bulan hingga tahunan, tidak juga ada kepastian,” terang Irzaidir disela sela pemeriksaan.

Karena tidak ada itikat baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Irzaidir akhirnya melapor ke pihak berwajib dengan harapan diselesaikan secara hukum. “Sudah capek saya upaya guna penyelesaian dengan itikat baik, tapi dia selalu ngeles dengan berbagai alasan. Makanya saya kesini untuk mendapatkan kepastian hukum agar uang saya bisa kembali,” jelasnya. (Aan/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *