Anak Dosen Unila Nyaris Jadi Korban Penculikan?

Spread the love

Sharing is caring!

Bandarlampung (SL) Peringatan bagi orang tua yang memiliki anak kecil. Jangan biarkan anak bermain sendiri. Sebab, sudah ada kejahatan dengan modus menculik anak. Kejadian ini dialami dosen Unila Dr Tugiyono, warga Jalan Kopi Arabika III Gedung Meneng Kecamatan Rajabasa Bandarlampung. Putrinya Ci Ef (8), menjadi korban penculikan pada, Senin (6/8/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. Untungnya anak ini ditemukan warga dan diserahkan ke kantor polisi.

Menurut penuturan tetangga korban Gunawan, seperti biasa gadis kecil yang biasa dipanggil Monik ini sedang bermain sepeda bersama teman sebayanya. Kemudian datang laki-laki dengan berkendara sepeda motor menghampirinya dan memberi sebuah batu putih dan sepotong kayu kepada Monic Kemudian laki-laki tersebut menyuruh Monic untuk menaiki motornya dan langsung diajak pergi.

Anehnya, Monic langsung menerima tawarannya dan meletakkan sepeda miliknya di pinggiran jalan. Motor melaju ke arah Rajabasa melalui jalan dalam. Kemudian Monic diturunkan di tanah kosong pesawahan yang berada di belakang kantor Camat Rajabasa.

Waktu itu, penculik sempat mewanti-wanti agar Monic tidak pergi dari tempat itu. Sementara laki-laki tersebut dengan diam-diam mendorong kendaraannya sebelum kemudian dihidupkan mesinnya setelah agak jauh. Beruntung, ada ketua RT di kelurahan Rajabasa Nunyai yang menemukan Monic dan kemudian diserahkan kepada Babinsa Joko Pancoyo.

Dengan ditemani anggota Polsek Kedaton, Babinsa Joko Pancoyo langsung menghantarkan Monic ke rumah orang tuanya. Kedatangan Monic ke rumah dengan diantar petugas sontak membuat geger warga sekitar. Terlebih saat itu kedua orang tuanya belum pulang dari tempat kerja. “Saya dan beberapa tetangga korban langsung menemui Babinsa dan anggota Polsekta Kedaton, sambil menunggu kepulangan orang tuanya dari kampus Universitas Lampung,” ujar Gunawan.

Polisi Sektor Kedaton masih menyelidiki motif penculikan anak ini. Orang tua diminta agar lebih hati-hati terhadap anaknya saat meninggalkan rumah. Jangan dibiarkan main sendiri di luar rumah tanpa ada pengawasan. (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *