Mau Diwawancara Wartawan Soal Dana Desa, Sardiman Kepalo Tiyuh Margodadi Tuding Wartawan Minta THR - Sinarlampung.com

Mau Diwawancara Wartawan Soal Dana Desa, Sardiman Kepalo Tiyuh Margodadi Tuding Wartawan Minta THR

Spread the love

Tulang Bawang Barat (SL)- Kepalo Tiyuh Margodadi, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Sardiman uring-uringan dengan wartawan, yang akan meminta konfirmasi soal dana desa di wilayahnya. Sardiman menuding wartawan mau minta THR, Sabtu (25/5/2019).

Kontan aksi Kepalo Tiyuh Margo Dadi Sardiman, yang diduga banyak menyimpan masalah dana desa itu membuat beberapa wartawan tersinggung dan merasa dilecehkan. Mereka akan melaporkan oknum kades itu kepada Inspektorat. “Saya gak ada duwit mau ngasih kamu orang, kalau kamu orang perlu duwit temuin carik saya atau bendahara,” kata Sardiman, yang kemudian menghindari wartawan.

Namun, tak lama kemudian, Sardiman kemudina mengiris pesan SMS kepada salah satu wartwan, yang intinya menyebutkan dirinya tidak mau berdebat takut kalau puasanya batal. “Saya lagi istirahat di rumah, saya lagi puasa malas debat dan banyak omong bikin puasa saya gak pas dan jangan kerumah karena istri saya marah-marah,” kata Sardiman melalui pesan di singkatnya.

Menyikapi hal itu kepala Biro Harian Zona Lampung Tubaba dan rekannya, menyatakan sangat mengecam perilaku seorang Kepalo Tiyuh Margo Dadi itu, dan menilai sikap itu arogan. Seharusnya Kepala Desa itu dapat bersikap sopan dan bersinergi serta mengedepankan kemitraan, jalinan kerjasama kepada wartawan.

“Sangat disayangkan sikap seorang pemimpin yang arogan seperti itu, padahal wartawan yang akan berkunjung ke rumahnya bukan akan minta uang THR, tetapi ingin berkoordinasi dan konfirmasi tentang informasi yang berkaitan dengan penggunaan Dana Deda (DD) walaupun tidak semua pertemuan dengan kepalo Tiyuh harus di kantor Desa,” ungkap Marwan.

Marwan meminta kepada kepalo Tiyuh Margo Dadi, Sardiman agar jangan semaunya melecehkan profesi wartawan sepanjang wartawan tersebut yang ingin menjumpainya jelas Legalitas nya dan sudah sepantasnya seorang kepalo Tiyuh bisa menghargai profesi wartawan.

“Sebaiknya pak Sardiman dapat meminta maaf atas sikapnya yang telah melecehkan dan merendahkan profesi wartawan karena wartawan yang menjumpainya tidak seperti yang di maksud Sardiman meminta uang untuk THR,” jelas Marwan. (Rober)

Tinggalkan Balasan