Mandor Pasar Tamin Penikam Pria Teman Istri Ditangkap di Serang - Sinarlampung.com

Mandor Pasar Tamin Penikam Pria Teman Istri Ditangkap di Serang

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Pelaku penusukan kekasih mantan istri hingga tewas, Tarmiadi, alis Adek, di Jalan Cempaka, Lingkungan I, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Kamis (18/4) sekitar pukul 12.30, lalu ditangkap polisi di Serang, Provinsi Banten.

Udin terkapar bersimbah darah didepan rumah Massai

Kapolsek Tanjung Karang Barat, Kompol Harpan, bahwa pelaku tertangkap saat melarikan diri ke Serang. “Iya, sudah ditangkap, ini lagi dibawa ke Lampung. Penangkapan pelaku ini dilakukan oleh tim gabungan Polsek Tanjung Karang Barat berserta Polresta Bandar Lampung. “Itu ditangkap tadi malam, sama tim gabungan kita,” katanya.

Sudah Diintai

Penyusuran sinarlampung.com, korban Udin, diketahui kekasih baru Massai. Sementara status Massai dengan Tarmiadi alias Adek, cerai dengan kesepakatan. Sementara Tarmiadi masih mencitai Massai.

Sebelum peristiwa naas Kamis (18/4) itu, Tarmiadi diam diam kerap mengintai rumah Massai. Dia memang kerap datang dengan alasan melihat dan bertemu ketiga anaknya, yang tinggal bersama Massai. “Pelaku itu mengintai sejak pagi mondar mandir naik motor, sempat bilang, Kite mah masih demen karo bojone kite (saya ini masih sayang sama istri saya, bahasa Serang,red),” kata warga, yang sempat menyapa Tarmiadi sebelum peristiwa itu terjadi.

Diduga motif cemburu, apalagi pelaku sepat mendengar kabar Masayi, akan menikahinya dengan korban, yang juga dikenal pelaku, bahkan dianggap masih keluarga, karena sama sama berasal dari Serang, Banten. Korban sehari hari berjualan ikan di Pasar Pasir Gintung. Sementara Tarmiadi alias Ade dikenal sebagai mandor Kuli di Pasar Tamin. “Pelaku ini cemburu karena mantan istrinya diapelin pria lain. pengakuan Massai, pelaku memang sudah lama pisah dengan istrinya,” kata Kompol Hapran, Kapolsek Tanjungkarang Barat.

BACA : Mandor Pasar Tamin Tikam Pria Diduga Teman Kencan Istrinya

Sementara itu, Kepala Lingkungan I Jalan Pangeran Mangkubumi RT 3 LK I Gang Cempaka Kelurahan Gunung Agung, Khairi Masri menuturkan pelaku dan korban masih memiliki hubungan saudara. “Orang tua Udin dan Tarmiadi masih bersaudara. Jadi mereka masih sepupu,” kata Khairi Masri, Kepala Lingkungan I Jalan Pangeran Mangkubumi RT 3 LK I Gang Cempaka Kelurahan Gunung Agung.

Korban dan Pelaku Dalam Pengaruh Miras

Saat Tarmiadi datang dalam kondisi pengaruh minuman keras, Udin dan Massai, berada dalam rumah, yang berselahan dengan rumah induk orang tua Massai. Melihat Tarmiadi datang, Massai masuk kedalam, Ade sempat terlibat bincang bincang dengan Udin yang juga dalam pengarus minuman keras. “Sire temenan arep rabian karo Massai, (Kamu serius akan menikahi Masai, bahas Jawa Serang,red),” tanya Adek kepada Udin. “Iya,” jawab Udin.

Mendengar jawaban Udin, Adek lalu mengajak Udin untuk keluar rumah. Saat itulah, Pelaku menyekap leher Udin dari belakang, lalu mencabut pisau dari pinggangnya, dan menikam bagian dada kiri, tepat di bagian jatung.

Korban sempat teriak aduh, lalu terhuyung huyung dan jatuh didepan teras rumah. Sementara Tarmiadi, bergegas ketepi jalan dan memanggil rekannya yang sudah menunggu diatas motor di ujung gang. “Woy gancang (cepat,red),” kata pelaku memanggil temannya, lalu bergegas pergi.

Tak berselang terdengar teriakan Massai, meminta tolong warga, yang berhamburan keluar rumah. Korban yang masih bergerak gerak itu kemudian sempat dilarikan kerumah sakit Abdoel Moelok, namun tak tertolong. “Tadi Udin masih sadar. Cari mobil ke puskesmas, enggak ada. Akhirnya, pakai mobil orang sini. Saat di perjalanan, enggak tertolong,” beber Khairi.

Sempat Pisah Ranjang Sejak 2 Tahun Lalu

Ketua RT, Khairi menerangkan Ade dan Masayi sudah pisah ranjang sejak dua tahun lalu. Namun, Ade dan Masayi baru cerai beberapa bulan lalu. “Mantan suaminya itu bekerja sebagai kuli panggul di Tamin. Sedangkan Udin dagang ikan di Pasar Tamin,” katanya.

Bibi Masayi, Suwirat (50) menyebutkan penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. “Saat itu saya sedang tiduran di kursi ruang tamu sekitar pukul 14.00 Wib,” ucap Suwirat Suwirat mengaku tidak melihat penganiayaan tersebut. Tapi karena rumahnya sangat dekat dengan rumah Masayi, dia mendengar semua yang terjadi. “Awalnya Udin duduk di kursi di dalam, dan Masayi sedang membuat kopi di dapur,” jelasnya.

Saat Masayi di dapur itulah pelaku datang. Lalu pelaku mengajak korban untuk keluar dari rumah Masayi. Suwirat mengaku mendengar percakapan antara pelaku dan korban di luar kediaman Masayi. “Tarmiadi bilang, Kamu seneng mantan saya? Kamu mau nikahin dia?’”

“Terus saya dengar kayak kesakitan. Lalu saya bangun, dan keluar,” sebut Suwirat. Suwirat melihat Udin sudah terbujur di teras dengan keadaan bersimbah darah. “Saya lihat Udin sudah terbaring di teras sambil tangannya menutupin dada kirinya. Darah ada dimana-mana.“Lalu saya teriak minta tolong kepada Masayi,” katanya. (jun)

Tinggalkan Balasan