Maju Pilkada Lampung Timur Edy Ribut Harwanto Siapkan Program Untuk Melawan Korupsi – Sinarlampung.com

Maju Pilkada Lampung Timur Edy Ribut Harwanto Siapkan Program Untuk Melawan Korupsi

Spread the love

Lampung Timur (SL)-Setumpuk kasus korupsi bupati, walikota, hingga gubernur telah ditangani penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nyatanya, praktik haram ini tak membuat kepala daerah jera. Faktanya, masih saja ada kepala daerah tertangkap tangan oleh lembaga antirasuah itu terkait kasus korupsi.

Belakangan, sejumlah bupati tertangkap dan dibui karena korupsi. Diantaranya Bupati Bengkayang Suryadman Gidot hingga Bupati Muara Enim Ahmad Yani. Jauh sebelumnya, ada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan eks Gubernur Jambi Zumi Zola, hingga eks Bupati Bekasi Neneng. Penangkapan mereka membuat heboh. Mereka terbukti sah dan bersalah melakukan korupsi uang rakyat miliaran rupiah.

Berkaca pada kasus tersebut, salah satu calon Bupati Lampung Timur Edy Ribut Harwanto atau akrab disapa Edy Law mengatakan bahwa tindakan korupsi adalah perbuatan tidak terpuji. Jika terpilih, ia sudah menyiapkan program utama guna mencegah perbuatan korupsi dalam pemerintahannya.

“Saya perintahkan kepada seluruh pejabat yang mengelola proyek pembangunan untuk tidak menerima sesuatu dalam bentuk pungutan apapun. Ini harus bersih. Banyak pejabat di Lampung terkena OTT (operasi tangkap tangan) KPK. Ini harus jadi peringatan keras bagi pejabat negara di Lampung Timur mendatang,” jelasnya, kepada wartawan Sabtu (7/9).

Program lainnya, ia akan menyusun program inventarisir infrastruktur jalan-jalan yang rusak melalui dinas Pekerjaan Umum (PU) agar segera dibangun dan diperbaiki. Selain itu, mendata seluruh pegawai kontrak, honorer, dan pegawai sukarelawan di semua instansi pemerintah. Baik itu tenaga guru, kesehatan dan lainnya untuk dibantu peningkatan gaji melalui anggaran APBD.

“Kemudian, mendata seluruh Babinkantimas dan Babinsa. Memberikan mereka dana insentif yang patut. Termasuk untuk ustaz guru mengaji, mushala, masjid, atau pondok pesantren. Hingga penjaga pemakaman umum, perangkat desa, dan lainnya (diberikan insentif),” ujarnya.

Tidak mudah memberantas korupsi. Edy punya strategi. Bersama para pendukungnya dan masyarakat, ia menggalang warganya untuk bersikap mandiri. Lalu berpolitik secara sehat, jujur dan bisa diajak berpikir jernih.

“Kepercayaan, saya bangun atas keinginan rakyat. Bergerak bukan karena perintah, namun keinginan bersama, yaitu membawa pemerintahan mendatang melalui pesta demokrasi beretika moral berlandaskan kristalisasi berbagai keinginan jiwa. Seperti mewujudkan tata pemerintahan bersih, berwibawa dan peka terhadap respon keinginan rakyat,” tukasnya.

Edy mengatakan, jika suatu saat bawahannya kedapatan terlibat korupsi, pihaknya akan menyerahkan kasus itu ke pihak terkait. “Saya akan bat surat edaran ke seluruh jajaran. Dari tingkat desa sampai kabupaten tentang larangan keras menerima hadiah, pungli dan lainnya dari hasil proyek pembangunan pemerintah. Kami akan kerjasama dengan DPRD Lampung Timur untuk menjaga harmonisasi ini,” ungkapnya.

Selain itu, kerjasama dengan KPK untuk ikut mengawasi kinerja aparatur di pemerintahannya. Pencegahan korupsi, ia awali dengan pola dan sistem pencalonan bakal calon kepala daerah di Lampung Timur. “Dengan tanpa mahar apapun. Semua bergerak atas dasar kesadaran diri untuk menempatkan calon pemimpin bersih,” sambungnya. Menurutnya, kalau pemimpin bersih dari beban biaya politik, maka akan mudah melakukan tugas negaranya. (rls/red)

Tinggalkan Balasan