Mahasiswa ITERA Lampung Protes UKT Mahal Tanpa Fasilitas Kampus? - Sinarlampung.com

Mahasiswa ITERA Lampung Protes UKT Mahal Tanpa Fasilitas Kampus?

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) menuntut transparansi uang kuliah tunggal (UKT), pasalnya selain dianggap memberatkan, UKT tidak disesuaikan dengan kebutuhan sarana dan prasarana di kampus. Aspirasi mahasiswa disampiakan dalam unjukrasa  di depan gedung rektorat, dengan tema “Koreksi Itera, Koreksi 5 Tahun Itera”, Kamis (7/11/2019).

“Tuntutan kami salah satunya adalah menanyakan uang kuliah tunggal yang dinilai lumayan memberatkan. Kami menanyakan UKT kami, karena Selain itu fasilitas juga belum layak terutama jalan raya dari gedung ke gedung yang belum layak,” kata seorang mahasiswa.

Selain masalah UKT, mahasiswa juga menuntut pihak rektorat untuk memperbaiki jalan akses masuk dari gedung ke gedung Itera lainnya yang saat ini belum dilakukan perbaikan berupa pengaspalan jalan. “Sampai saat ini, jalanan masih batu dan berdebu. Jadi kita minta aksesnya untuk diperbaiki,” ujar dia.

Soal biaya UKT sudah lama menjadi sorotan orang tua sejak calon mahasiswa baru Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang mengeluhkan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada penerimaan mahasiswa baru yang besarnya mencapai Rp9 juta / semester.

Para orang tua mengajukan permohonan penurunan UKT kepada pihak manajemen kampus namun ditolak. Melalui ketua penerimaan mahasiswa baru ITERA mengatakan semua biaya masuk ke Perguruan Tinggi Negeri sudah diatur berdasarkan peraturan Kemenristekdikti.

Salah satu perwakilan orang tua calon mahasiswa mengatakan, memang pihak ITERA memperbolehkan orang tua untuk mengajukan banding UKT jika merasa keberatan untuk melakukan pembayaran namun banding sendiri tidak di proses oleh management.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru ITERA Rahman Indra Kesuma mengatakan, apa yang terjadi hanyalah aspirasi yang muncul dari kalangan orang tua mahasiswa baru. “Kejadian seperti ini sudah sering terulang dari tiga tahun yang lalu, kami telah memberikan pemahaman kepada orang tua dan memberikan keringanan untuk mengangsur UKT sebanyak lima kali, terpenting sang anak dapat diterima terlebih dahulu di ITERA,” ujar Rahman, tahun lalu. (red)

Tinggalkan Balasan