Luapan Sungai Waymahnai Hambat Progres Jembatan Permanen

Spread the love

Sharing is caring!

Pesisir Barat (SL) – Meluapnya air Sungai Waymahnai Pekon Mandirisejati Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) tidak hanya mengakibatkan jalan putus Jalinbar KM 20 kembali terputus, namun juga membuat pengerjaan pembangunan jembatan permanen dititik tersebut terhambat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 7 PJN II Lampung, Rolli Ekoanto, ketika dikonfirmasi di lokasi, Rabu (7/11), mengatakan akibat hujan deras yang mengguyur membuat tembok penahan tanah (Raitening) untuk operit jembatan rusak disebabkan tergerus air dengan arus yang deras. “Raiteningnya sudah tidak berdiri tegak lagi dikarenakan tergerus air dengan arus yang kuat,” ujar Rolli.

Meski demikian, Rolli belum bisa memastikan raitening tersebut masih bisa digunakan atau tidak.

“Kalau memang raiteningnya pecah, ya harus mulai dari awal lagi. Begitu juga kalau tidak, kita harus nambah kerjaan untuk membuat raitening yang bobotnya sangat berat tegak lagi,” tambahnya.

Tidak hanya itu, kerugian lainnya yang dialami oleh perusahaan pelaksana PT. Sang Bima Ratu, yakni hilangnya mata bor besar yang juga terbawa arus sungai.

“Mata bornya hilang dibawa arus, dan tidak ditemukan lagi,” lanjut Rolli.

Menurut Rolli, pihaknya belum bisa memastikan angka kerugian yang dialami. “Yang jelas musibah ini membuat pengerjaan pembangunan jembatan permanen terhenti total, dan belum bisa dipastikan kapan bisa dilanjutkan,” tandasnya.¬†(jpnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *