Liputan Pilkades Pesawaran Wartawan Dihunus Pisau dan Diancam Akan Dibunuh Ketua BPD Halangan Ratu - Sinarlampung.com

Liputan Pilkades Pesawaran Wartawan Dihunus Pisau dan Diancam Akan Dibunuh Ketua BPD Halangan Ratu

Spread the love

Pesawaran (SL)-Wartawan media siber pikiranlampung.com, Biro Pesawaran, Jendri, didorong hingga terjatuh, dan dihunus dengan senjata tajam, serta diancam akan dibunuh, saat meliput proses pemilihan kepada desa (Pilkades) di Desa Halangan Ratu, Kecamatan Negri Katon. Kabupaten Pesawaran, Senin (21/10), Pelakunya oknum Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) DEsa Halangan Ratu, M Saher.

Proses Pilkades Halangan ratu

Peristiwa itu terjadi saat Jendri sedang mengambil gambar penghitungan suara yang mendapat protes warga. Tiba tiba korban didorong oleh oknum ketua  BPD itu, hingga korban terkatuh dilantai. Belum hilang ras kaget, tiba tiba M Saher langsung menghardik dengan ancaman akan membunuh, sambil menghunus pisau yang dicabut dari pinggangnya.

Dengan nada tinggi M Saher memaksa korban agar penghitungan pilkades tersebut tidak boleh diliput oleh wartawan. “Saya akan mengambil photo kegiatan Penghitungan suara yang berlangsung di Balai Desa Halangan Ratu. Tiba tiba saya didorong hingga terjatuh di lantai oleh Ketua BPD, dan saya dincam akan dibunuh,” kata Jedri, kepada sinarlampung.com.

Menurut Jedri, pada saat itu penghitungan pemilihan Pilkades telah selesai. Tetapi sejumlah pendukung yang kalah melakukan protes kepada panitia agar dilakukan penghitungan ulang. “Saya sudah katakan bahwa saya wartawan, saya mengunakan Idcard, serta baju seragam wartawan Pikiran Lampung. Tetapi yang bersangkutan makin menjadi bahkan berkata, jangan di liput, saya habisin kamu,” kata Jendri menirukan perkataan Oknum Ketua BPD tersebut.

Pimpinan pikiranlampung.com akan melaporkan kasus itu kepada pihak Kepolisian agar pelaku dapat di adili sesuai hukum yang berlaku, sehingga kejadian kekerasan terhadap wartawan yang ada di kabupaten Andan Jejama ini tidak terjadi lagi.

Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran (FKWKP), Feri Darmawan menyayangkan aksi kekerasan yang di lakukan Oleh Oknum ketua BPD Desa Halangan Ratu terhadap wartawan yang melakukan Tugas Jurnalistis itu.

“Semua peristiwa yang melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tepatnya Pasal 4. Di sana disebut: “kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.” Yang dimaksud dalam pasal ini, seperti tertulis pada bagian penjelasan, adalah pers bebas dari “tindakan pencegahan, pelarangan, dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin.” katanya.

Kemudian ada Sanksi diatur dalam Pasal 18. Di sana disebut kalau siapa saja yang dengan sengaja melakukan tindakan yang mengakibatkan terhambatnya kemerdekaan pers “dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.Bukan cuma itu, pengeroyokan dan penganiayaan juga termasuk tindakan pidana berdasarkan Pasal 170 KUHP. Hukumannya paling lama lima tahun enam bulan.

“Di sini sudah jelas bahwa kekerasan dan acaman terhadap pers yang melaksanakan tugas nya ada acaman hukuman pidana nya,jadi kami meminta agarpihak kepolisian khusus nya polres Pesawaran Menindak tegas siapa pun yang melakukan kejahatan terhadap wartawan dan rencana nya besok kami sejumlah wartawan akan mendapingi Jendri untuk melaporkan tidak kekerasan yersebut kepolres Pesawaran,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan