Lapor Pak Kapolda, Aliran Sungai Padang Ratu-Kawasan Register Marak Tambang Batu Ilegal? - Sinarlampung.com

Lapor Pak Kapolda, Aliran Sungai Padang Ratu-Kawasan Register Marak Tambang Batu Ilegal?

Spread the love

Pesawaran (SL)-Warga bantaran aliran Sungai Way Padang Ratu, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran,reasha dan mulai was was jelang hujan datang. Pasalnya, hingga kini makin marak penambangan pasir dan penambangan batu ilegal,  yang mengeruk dan beroperasi sepanjang aliran sungai hingga kawasan register.

Ironisnya, aparat keamanan dan pemerintah daerah cuek dengan aktivitas sekitar delapan pengusaha penambang batu ilegl itu. “Kira -kira 10 kilo meter dari Desa Cipadang sampai di perbatasan hutan Lindung Register 19. Lah itu kan batu batu kalinya bisa abis apalagi banyak bos bos penambang batu. Gak tau juga paling gak ada izin” ujar Parno (59) warga Desa Cipadang Kecamatan GedongTataan, dilokasi sungai Padang Ratu. Senin (1/7/2019).

Menurutnya, dampak dari banyaknya para penambang liar tentu membuat takut warga setempat, hal ini dikarenakan jika terjadi hujan lebat akan mengakibatkan banjir hebat. Apalagi saat ini bantaran sungai Padang Ratu sudah mengalami berbagai kerusakan. “Liat aja jarak bibir sungai ini dengan pohon batang karet PTPN sekarang tinggal 1 meter, ini yang menyebabkan warga khawatir,” jelasnya.

Parno beserta warga lainnya berharap kegiatan penambangan batu liar di sungai Way Padang ratu dapat di tertibkan oleh pihak yang berwajib. “Terlebih lagi ada salah satu oknum aparat desa cipadang yang ikut jadi Bos penambang batu. bukan apa apa mas masa iya kejadian banjir 2016 akan terulang kembali. Bayangin mas rumah rumah warga dan sawah abis di hatam banjir bandang,” ungkapnya

“Dulu ada penambang yang tertangkap, lah kenapa kok ini seolah-olah dibiarkan baik itu pemerintah daerah maupun pihak yang berwajib. Jadi tolong sampaikan keluhan kami ini,” ungkapnya kepada media. (sakanews/red)

Tinggalkan Balasan