Lagi, Perkosaan Dalam Hubungan Keluarga di Gading Rejo - Sinarlampung.com

Lagi, Perkosaan Dalam Hubungan Keluarga di Gading Rejo

Spread the love

Pringsewu (SL)-SP (36), warga Bulusari, Pekon Bulokarto, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, ditangkap Tekab 308 Polsek Gadingrejo atas tuduhan telah memperkosa seorang gadis yang masih keponakannya sendiri yang punya kelainan menderita efilepsi (penderita ayan,Red). Aksi pelaku saat korban sedang menggosok pakaian.

Kapolsek Gadingrejo Iptu Anton Saputra, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto menjelaskan SP dilaporkan telah memperkosa SF (18) warga Dusun Bulusari, Pekon Bulokarto Gadingrejo. “SP dilaporkan telah memperkosa SF pada Jumat (8/11) sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Kapolsek Minggu (10/11/2019).

Menurut Kapolsek, perkosaan bermula ketika korban sedang melipat pakaian di dalam rumahnya tepatnya di ruang TV. Tiba-tiba pelaku datang dan mengajak korban berhubungan badan, namun korban menolak. “Pelaku terus merayu korban dengan iming-iming akan memberi uang tapi korban menolak. Karena korban terus menolak kemudian pelaku memaksa korban hingga terjadi tindakan pemerkosaan,” ujar dia.

Setelah puas melampiaskan nafsu bejadnya, imbuh Kapolsek, pelaku langsung pergi meninggalkan korban. Dan beberapa saat kemudian korban langsung menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.”Atas laporan orang tua korban, petugas menangkap pelaku Sabtu (9/11) pada pukul 12.00 WB,” ungkapnya.

Dikatakan Iptu Anton Saputra, pelaku ternyata masih merupakan paman korban (adik kandung ibu korban). “Korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan gangguan mental sejak kecil,” tandasnya.

Perkosa Anak Tiri

Sebelumnya, SA (38) tahun juga ditangkap aparat Polsek Gadingrejo, Pringsewu. Dia dituduh melakukan persetubuhan dengan anak tirinya. SA merupakan warga Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Dia telah melakukan perbuatan asusila terhadap anak tirinya berinisial ER, remaja berusia 16 tahun.

Kapolsek Gading Rejo IPTU Anton Saputra, mengungkapkan, tersangka ditangkap Unit Reskrim, setelah pihaknya mendapatkan laporan Bhabinkamtibmas pada Kami, 6 September 2019 saat berada di rumahnya.

Menurut Iptu Anton, dari penangkapan itu, dapat terungkap sejumlah fakta bahwa tersangka dalam melakukan kejahatannya disertai dengan ancaman terhadap korban. Perbuatan tersangka berlangsung pada Desember 2018 saat korban pulang dari sekolah ketika ibunya tidak ada dirumah.

Sebelum kejadian, korban meminta uang kepada ayah tirinya untuk membeli keperluan sekolah, saat itu tersangka memberikan uang yang diminta. Tetapi setelah menyerahkan uang tersebut tersangka menarik dan membekap mulut korban sambil mengancam menggunakan pisau.

Polisi mengamankan barang bukti berupa 1 rok seragam SMP warna biru dan 1 buah pisau garpu dengan gagang kayu berikut sarung warna coklat yang dipergunakan mengancam korban.Tersangka dijerat pasal 76 D jo Pasal 81 ayat (1) dan (2) dan 76 E jo Pasal 82 ayat (1) perubahan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (red)

Tinggalkan Balasan