Kurikulum Lembaga Pendidikan Ibarat Nahkoda di Kapal - Sinarlampung.com

Kurikulum Lembaga Pendidikan Ibarat Nahkoda di Kapal

Spread the love

Pringsewu (SL)-Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, mengadakan kegiatan penguatan fungsi kelembagaan pondok pesantren, madrasyah diniyah, taman pendidikan al-Quran dan majelis taklim, bertempat di aula Kementerian Agama, Selasa, (5/11/2019).

Acara yang dihadiri Kepala Kemenag Drs. H. Marwansyah, Kasi Pendis Drs. H.Akhyarullah, Kepala TU Kemenang Junaidi Sirad, S.Pdi, M.M. Pimpinan Pondok pesantren, Pimpinan TPA, Pimpinan Madrasyah Diniyah, Pimpinan Majlis Taklim.

Ketua Panitia Anton Santoso, S. Ag dalam sambutannya Sosialisasi Penguatan Tugas dan Fungsi (Tusi) Pendidikan Diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Majelis Taklim dan Pondok Pesantren yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan (PAKI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kegiatan tersebut menghadirkan 50 peserta dari pimpinan Pondok Pesantren, TPA, Majelis Taklim, Madrasah Diniyah Se-Kabupaten Pringsewu. Tujuan dari sosialisasi ini, meningkatkan kinerja sistem informasi manajemen Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan,

“Kemudian untuk meningkatkan pelayanan, bimbingan pembinaan dan pengelolaan sistem informasi khususnya dibidang lembaga pendidikan agama dan keagamaan, serta tersedianya data yang akurat, terarah dan terkoordinasi dengan baik,” Kata Anton.

Acara dibuka Kepala Kemenag Drs. H. Marwansyah di dampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Drs. H. Akhyarullah. Dalam sambutannya menerangkan bahwa Pondok Pesantren sebagai latar belakang lembaga pendidikan adalah lembaga yang bergerak atas dasar nilai nilai moralitas yang akan di tanamkan kepada seluruh peserta didiknya.

Sebagai lembaga yang profesional, pondok pesantren membutuhkan tenaga keorganisasian yang bergerak untuk menjalankan setiap misi yang telah di gariskan pondok pesantren. Misi Pondok pesantren yang telah disepakati adalah dasar pijakan lembaga ini untuk terus meningkatkan kwalitas para peserta didiknya.

“Target-terget inilah yang mengharuskan sebuah pondok pesantren wajib memiliki setidaknya satu organisasi untuk mengemban amanah umat, membantu pimpinan untuk mewujudkan sebuah lembaga pendidikan yang berkwalitas dan memiliki masa depan yang baik di kemudian hari, ucapnya.

Marwansyah menambahkan ijin operasional sangat di permudah untuk pondok pesantren, Madrasyah, TPA, dan majelis taklim semua harus ada secara administrasi. “Kurikulum dalam sebuah lembaga pendidikan diibaratkan sebagai nahkoda kapal untuk mengatur lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan,” ungkapnya. (wagiman)

Tinggalkan Balasan