Krimsus Polda Lampung Rekonstruksi Kasus OTT Disdikbud Pesawaran

Spread the love

Sharing is caring!

Pesawaran (SL)- Tim Penyidik Tindak pidana Korupsi Polda Lampung menggelar reka ulang (Rekonstruksi) kasus OTT Fee Proyek Pengadaan Komputer Sekolah, Dinas Pendidikan Pesawaran, di SMPN 2 Pesawaran terhadap kasus Pungutan Liar (Pungli) Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dengan Proyek pengadaan Komputer tahun 2018 di Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pesawaran.
Rekonstruksi tersebut menghadirkan Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Khairul Anwar alias Ilung, Kasi Sapras Iwan Subarna dan Kepala SMPN  4 Pesawaran Zikri serta di hadiri juga beberapa kepala sekolah yang menerima bantuan Komputer tersebut. Sekitar enam orang penyidik Tipikor Polda Lampung menggelar rekonstruksi sebanyak 23 adegan
Kanit Tipikor Polda Lampung Kompol Wahda mengatakan sengaja rekonstruksi itu dilakukan di hari libur supaya tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMPN 2 Pesawaran. “Ya ini Rekonstruksi terkait Operasi Tangkap Tangan beberapa waktu lalu,” katanya kepada wartawan, di SMPN 2 Pesawaran, Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Selasa (11/9/2018).
Ketika di tanya keterkaitan Khairul Anwar alias Ilung dalam OTT tersebut, Wahda menjelaskan bahwa saat ini masih dalam penyidikan dan pengembangan, namun saat media mengkonfirmasikan beredar nya kabar bahwa kasus OTT tersebut akan di ubah menjadi pemerasan dirinya membantah keras. “Kata siapa, siapa yang ngomong begitu, itu tidak benar, ini Pungli,” tegas Kompol Wahda.
Kabid Sapras Khairul Anwar alias Ilung, Kasi Sapras Iwan Subarna dan Kepala SMPN  4 Pesawaran Zikri serta di hadiri juga beberapa kepala sekolah yang menerima bantuan Komputer tersebut menjadi pemeran. Di beberapa Adegan terlihat peran dan keterlibatan Khairul Anwar alias Ilung dalam rekonstruksi OTT.
Ironis salah satu anggota penyidik Tipikor meminta tolong rekonstruksi tersebut agar wartawan tidak mengambil gambar dan tidak mempublikasikan nya. “Mas Wartawan ya, tolong ya mas jangan mengambil gambar dan tolong jangan publikasikan gelaran rekonstruksi ini, tapi kalau mas mau melihat tidak apa-apa,” ujar salah satu penyidik sambil mengajak berjabat tangan. (hnd/nt/jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *