KPU Kab Mesuji Klarifikasi Terduga Bacaleg Ijazah Palsu

Spread the love

Sharing is caring!

Mesuji (SL) – Berdasarkan Keterangan yang diperoleh pihak media dari rilis yang dikirimkan ketua KPUD Mesuji melalui pesan whatsapp, terkait adanya persoalan laporan mengenai bakal Calon legislatif (Bacaleg) yang menggunakan ijazah palsu menurutnya hal tersebut sudah di proses melalui klarifikasi dengan yang bersangkutan juga Partai politik, dari hasil klarifikasi KPU Kabupaten Mesuji selanjutnya mengkaji berkas yang disampaikan oleh Parpol dan setelah itu berkordinasi dengan pihak Kepolisian dan Bawaslu serta menyampaikan hasil kajian tersebut ke Bawaslu Kabupaten Mesuji dan sampai saat ini kita masih menunggu hasil kajian itu dari pihak Bawaslu/Gakkumdu namun jika sampai dengan tanggal penetapan DCT belum ada keputusan inkrah, maka akan kita tetapkan sebagai DCT pada 20 september nanti, namun KPU tetap menunggu hasilnya tuturnya.

Sementara untuk laporan masyarakat tentang Bacaleg mantan napi (EA) secara Administrasi yang bersangkutan berkas pencalonannya lengkap dan sudah d cek oleh tim verifikator. Hanya saja ada masyarakat yang memberikan tanggapan bahwa (EA) adalah mantan Narapidana, hal tersebut menurutnya berdasarkan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa ketentuan larangan calon legislatif (caleg) adalah mantan narapidana (napi) bandar narkoba, kejahatan seksual, dan korupsi. Namun, diluar kasus tersebut, mereka tetap bisa mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif tutur Saiful.

Selain dari pada itu sesuai Peraturan KPU (PKPU 20 tahun 2018 tentang pencalonan, caleg mantan napi bandar narkoba, kejahatan seksual, dan korupsi tidak diperkenankan untuk mendaftarkan diri. Namun, bagi caleg yang pernah berurusan dengan hukum, tetapi diluar tiga kasus yang telah disebutkan di atas, masih tetap bisa mendaftar.

” Diluar itu mereka boleh (mendaftar). tapi harus mengemukakan kepada publik bahwa dia pernah menjalani hukuman tersebut Pembuktiannya ke KPU, yakni melalui surat keterangan yang menerbitkan. Surat itu pun sudah diberikan pada saat pendaftaran. “Pembuktian bebas, prinsip formalnya. Di dalam pendaftaran ada surat pernyataan, dia ini pernah nggak (menjalani hukuman),” jadi untuk Saudara (EA) ini tidak ada masalah secara Administrasi ke semua berkas berkasnya lengkap enggak ada masalah kata dia.

Saiful mengaku saat pengumuman DCT KPU akan transpran mengumumkan Daftar caleg di media dan dikeramian masyarakat serta Dapil masing-masing hal ini bertujuan agar masyarakat dapat menentukan pilihannya pada Pileg mendatang.

“Nanti akan kita umumkan secara Transpran dan pengumumannya nanti sesuai dengan tahapan (PKPU 5 tahun 2018 tentang tahapan)

Disinggung kelengkapan berkas pencalonan EA apakah telah lengkap atau belum, syaifuk mengatakan bahwa berkas tersebut telah lengkap.

” Sudah lengkap semua berkasnya, jika kurang yakin silahkan konfirmasi ke pihak partai, tanya ke mas fuad atau junaidi saya yakin mereka pasti ada arsipnya, ” kata Syaiful via phondcell pada jum’at 07/09.

Keterangan tersebut diduga tidak sinkron dengan kondisi sesungguhnya mana kala pihak media menghubungi Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Pelaksana Pembangunan (LSM KPP), dimana menurut ketua Lembaga tersebut mestinya pihak penyelenggara pemilu legislatif mengetahui akar permasalahan dari laporan tersebut.

” KPU mestinya jeli dan tidak bisa menyatakan lengkap berkas begitu saja, coba kita merujuk pada PKpu no 20 tahun 2018 pasal 8 ayat 7 huruf a,b,c,d, disitu semua jelas diterangkan bahwa calon legis latif yang pernah menyandang status terpidana harus melampirkan diantaranya surat dari pengadilan serta kepala lembaga pemasyarakatan juga dari pimpinan redaksi media, ” terang miswan selaku ketua LSM KPP.

Disinggung manakala pihak KPU Mesuji telah menyatakan bahwa kesamua berkas pencalonan inisial EA telah lengkap, Miswan mengatakan bahwa pernyataan tersebut adalah hak KPU Mesuji.

” Katakanlah pihak KPU telah menyatakan berkasnya lengkap, jangan mengira bahwa akan selesai disini saja, kami harus tau atas dasar apa pernyataan tersebut, adakah buktinya? kalau ada kami juga harus melihat, apakah benar kalapas mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa EA pernah menjalani hukuman, kalau iya kapan dan dimana..? Publik semua sudah tau bahwa EA pernah menjadi terpidana kasus pemalsuan pupuk dan divonis 8 bulan penjara, namun hingga hari ini EA tidak pernah menjalani hukuman, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *