Korupsi Bupati Lampung Selatan, Kemungkin Ada Penyidikan Baru Termasuk Nanang dan Hendry Rosyadi? - Sinarlampung.com

Korupsi Bupati Lampung Selatan, Kemungkin Ada Penyidikan Baru Termasuk Nanang dan Hendry Rosyadi?

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Pasca vonis penjara empat tahun penjara terhadap terdakwa Agus Bhakti Nugroho (Agus BN) dan Anjar Asmara dalam sidang perkara suap fee proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruant (PU-PR) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Jaksa KPK menyatakan pikir pikir, dan segera menyampaikan laporan kepada Pimpinan KPK, dan menyatakan kemungkinan akan muncul penyidikan baru.

Penyidikan baru itu terhadap sejumlah nama yang dianggap memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut, dan nama-nama itu yang kerap muncul di persidangan, termasuk Plt Bupati Nanang dan Ketua DPRD Lampung Selatan Hendry Rosyadi.

BACA : KPK Kantongi Bukti Dugaan “Korupsi” Plt Bupati Nanang dan Ketua DPRD Hendry Rosadi?

Menurut JPU KPK, Fikri, laporan ke pimpinan KPK bersifat informasi yang akan ditindaklanjuti oleh Direktorat Penyidikan KPK. Dari laporan tersebut, terbuka kemungkinan besar untuk membuka penyidikan baru dari perkara kasus dugaan korupsi di Lampung Selatan (Lamsel) seperti yang dilakukan KPK di Lampung Tengah (Lamteng). “Kemungkinan besar dan mudah-mudahan perkara ini akan memunculkan penyidikan baru. Artinya perkara baru dari ini akan dibuka, seperti yang terjadi di Lamteng,” kata Ali Fikri.

Fikri menerangkan, KPK biasanya akan membuka perkara baru setelah semua yang bersangkutan dalam perkara kasus fee proyek di Lampung Selatan dinyatakan selesai di tahap persidangan. Dia mencontohkan, perkara baru seperti yang terjadi di Lamteng.

Pada perkara yang ditanganinya itu, KPK melakukan penyidikan berikut pemeriksaan usai putusan terhadap terdakwa Mustafa dibacakan hakim. KPK kala itu, sambung Ali, melakukan penyidikan terhadap perkara baru setelah rangkaian putusan terhadap Mustafa dibacakan dan eksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (LP)) dilakukan.

“Jadi begini, kami JPU punya tenggat waktu paling lama 7 hari menyusun laporan kepada pimpinan. Kemudian untuk membuka perkara baru, mudah-mudahan setelah terdakwa lain Pak Zainudin Hasan diputus oleh hakim, karena beliau satu paket dalam perkara ini,” terangnya.

Dia membeberkan, bahan laporan JPU berisi sejumlah nama yang dianggap memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Nama-nama itu yang kerap muncul di persidangan. “Mereka yang turut menerima dan memberi dalam perkara ini. Nama-nama itu sudah jelas terungkap di persidangan,” ucapnya.

Ali Fikri menyebut nama Hermansyah Hamidi dan Syahroni menyoal tentang nama-nama yang kerap muncul di persidangan. Terhadap kedua nama itu, menurut dia, akan dikembangkan lebih lanjut. “Salah satunya nama itu. Mereka bukan lolos dari KPK. Kemarin itukan OTT itu, yang ada orangnya dulu. Tentunya ini akan dikembangkan lebih lanjut,” tandasnya.

Pendapat sama disampaikan kedua kuasa hukum atau pengacara kedua terdakwa yakni Sukriadi Siregar dan Wisnu. Sukriadi berharap KPK mampu membuka penyidikan perkara baru dari perkara korupsi di Lamsel. “Kami berharap demikian. Bahwa nama-nama yang kerap muncul dan memiliki keterkaitan dari perkara ini dapat diusut dengan baik oleh teman-teman di KPK,” ujar Sukriadi Siregar diamini Wisnu.

Menurut Sukriadi Siregar, dirinya berkeyakinan akan ada pihak-pihak lain yang masih akan berurusan dengan KPK dalam perkara ini. “Kami yakin pasti ada pihak lain yang ikut bermain. Kita tunggu tindakan dari KPK,” ujarnya.

Atas putusan hakim, baik Sukriadi dan Wisnu menyampaikan apresiasi. Menurut keduanya, putusan tersebut sudah sesuai dengan apa yang diharapkan.

BACA : Anjar Asmara dan Agus BN Vonis Empat Tahun Denda Rp200 Juta

Sebelumnya, Majelis hakim dipimpin Manshur Bustami menjatuhkan hukuman penjara selama 4 tahun penjara terhadap terdakwa Agus Bhakti Nugroho (Agus BN) dan Anjar Asmara dalam sidang perkara suap fee proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruant (PU-PR) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Tinggalkan Balasan