Kongkalikong Mutasi, 40 Guru Lain Terancam Kehilangan Sertifikasi - Sinarlampung.com

Kongkalikong Mutasi, 40 Guru Lain Terancam Kehilangan Sertifikasi

Spread the love

Bandarlampung (SL)-Adanya kongkalikong mutasi puluhan guru SMA Negeri di Kota Bandarlampung bakal berdampak buruk. Mereka yang terlibt terancam kehilangan tunjangan uang sertifikasi, karena tidak dapat jam mengajar di sekolah yang baru. Hal itu juga diakui salag satu guru yang mendapat mutasi,  dan mengaku keberatan atas mutasinya.

Salah satunya Nera, guru geografi di SMAN 5 Bandarlampung yang di mutasi ke SMAN 3 Bandarlampung mengakui sangat keberatan atas mutasi tersebut. “Kami keberatan dengan mutasi ini, kami terancam tidak dapat sertifikasi,” ungkapnya.

Menurut Nera, mutasi guru ini tidak sesuai dengan aturan, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan dan tidak dipelajari dahulu kebutuhan tenaga pendidik disekolah. “Seperti saya mengajar bidang gografi yang saat ini di SMAN 5 masih kekurang guru mata pelajaran geografi. Kok tiba tiba di pindahkan ke SMAN 3 yang diketahui guru geografi banyak. Ada enam di tambah saya, jadi otomatis saya tidak cukup jam mengajar. Gimana dengan sertifikasi saya hilang,” keluhnya.

Ia menyatakan, bukan dirinya saja yang terancam hilangnya sertifikasi, dan keberatan atas mutasi tersebut. Guru lainya juga merasa kecewa atas kebijakan mutasi sepihak yang dilakukan dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Lampung.

“Saya dan kawan kawan guru lainya akan mempertanyakan mutasi ini ke dinas, kami keberatan, kami tidak ada kesalahan dan pihak sekolah tidak pernah mengusulkan, tiba tiba dimutasi,” ujarnya.

Seperti diberitkan sebelumnya terjadi mutasi sekitar 40 Guru SMAN di Kota Bandarlampung yang disinyalir syarat kepentingam dan mencari keuntungan, dengan modus kongkalikong, dan ada oknum yang dapat keuntungan, dan indikasi kuat menyalahi aturan dan ketentuan berlaku. Uniknya mutasi guru SMA tidak diketahui oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Provinsi Lampung.

Berdasarkan sumber di lingkungan Disdikbud Lampung menyebutkan, mutasi sekitar 40 puluhan guru SMA di Kota Bandarlampung tidak mengikuti aturan dan prosedur dalam proses alih tugas guru yang telah di tentukan.

Mutasi terkesan ada muatan kepentingan oknum pejabat di disdikbud Lampung untuk mencari keuntungan pribadi sehingga merugikan dunia pendidikan. Karena mutasi tersebut tidak ada usulan maupun kebutuhan tenaga pendidik dari pihak sekolah.

Selain itu mutasi guru tersebut tidak melibatkan pejabat yang berwenang dalam menentukan penempatan dan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah. “Mutasi guru SMA di Kota Bandarlampung ini terkesan ada kepentingan oknum pejabat Disdikbud untuk mencari kuntungan, Mutasi guru tesebut menyalahi aturan karena tidak menjalani aturan yang berlaku,” kata sumber di Disdikbud, Sabtu (5/1).

Sumber sinarlampung.com menerangkan bahwa dalam proses mutasi guru tersebut tidak melibatkan pihak disdikbud Lampung. Semestinya berdasarkan ketentuan belaku, adanya usulan dari pihak sekolah yang mengajukan mutasi guru dan adanya kebutuhan sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik disekolah.

Kemudian diajukan ke pihak disdikbud selaku satker yang mengetahui kebutuhan sekolah. “Seharusnya ada aturan main, ada usulan pihak sekolah maupun guru. Mutasi guru ini sepihak menyalahi aturan,” ungkapnya.

Mutasi guru SMA ini diduga sarat kepentingan dalam mencari keuntungan oknum pejabat disdikbud itu diketahui SK guru yang dimutasi telah dibagi secara diam diam tanpa diketahui pihak Disdikbud Lampung oleh kepala UPTD wilayah I Sunardi serta Sunarno selaku Kasie Dikmensus. “Ada apa dalam mutasi guru tersebut, kok pihak disdikbud tidak dilibatkan.” Ujarnya.

Sementara, saat dikonfirmasi Kasubag Umum dan Pegawai Disdikbud Lampung Ahmad Tamzil merasa kaget dengan adanya mutasi sejumlah guru SMA tersebut, ia mengaku tidak dilibatkan dan tidak mengetahui mutasi tersebut. “Saya tidak tau ada mutasi guru, saya enggak dilibatkan, dan tidak ada usulan dari sekolah atau guru selama ini, jadi tanya aja yang ngebagiin SK mutasi guru itu,” ujarnya.

Ia juga merasa bingung dengan adanya sejumlah guru yang mempertanyakan mutasi tetebut. “Memang ada guru mempertanyakan mutasi tersebut, tapi saya tidak tahu, saya tidak dilibatkan, baik dalam aturan dan ketentuan yang ada dalan mutasi tenaga pendidik,” ungkapnya. (Adin)

Tinggalkan Balasan