Komjen (Pur) Sofyan Yakob Jadi Tersangka Makar, Pekan Depan Panggilan Ke Tiga - Sinarlampung.com

Komjen (Pur) Sofyan Yakob Jadi Tersangka Makar, Pekan Depan Panggilan Ke Tiga

Spread the love

Jakarta (SL)-Polda Metro Jaya menetapkan Komisaris Jenderal (Komjen Purn) Mochammad Sofyan Jacob sebagai tersangka makar. Tuduhan berencana menggulingkan pemerintahan yang sah, terhadap mantan Kapolda Metro Jaya itu, menambah deretan nama para pendukung calon pasangan presiden dan wakil presiden (capres/cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berurusan dengan kepolisian pasca-Pilpres 2019.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono pada Senin (10/6) menerangkan, Sofyan ditetapkan sebagai tersangka makar sejak 29 Mei lalu. Pada Senin (10/6), penyidik di Polda Metro Jaya berencana melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Sofyan sebagai tersangka, namun tak jadi lantaran Sofyan mangkir.

“Kemarin kita sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi (terkait Sofyan). Dari hasil gelar perkara, statusnya (Sofyan) kita naikkan menajdi tersangka,” uajr Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya Jakarta, Senin (10/6).

Argo menerangkan, Sofyan diancam tuduhan tuduhan makar dalam Pasal 107 KUH Pidana atau 110 KUH Pidana junto Pasal 87 KUH Pidana, dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 atau Pasal 15 UU nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Sofyan terancam penjara seumur hidup jika terbukti.

Argo menerangkan, sebetulnya tuduhan makar terhadap Sofyan ini, berawal dari laporan seorang bernama Supriyanto. Pelapor teridentifikasi sebagai relawan pasangan capres/cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dalam Pilpres 2019.

Pelapor Atas Nama Supriyanto Yang Juga laporkan Eggi

Supriyanto melaporkan Sofyan ke Bareskrim Polri dengan tuduhan makar. Selain Sofyan, Supriyanto juga melaporkan yang sama terhadap politikus dan pegiat hukum, Eggi Sudjana.

Sofyan dan Eggi sama-sama pendukung Prabowo-Sandiaga saat Pilpres 2019. Meski nama keduanya tak ada dalam struktur di Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02, tetapi keduanya kerap aktif dan terlibat dalam safari dan orasi politik, Prabowo, pun Sandiaga selama kampanye Pilpres 2019.

Eggi, yang tahun ini menjadi politikus Partai Amanat Nasional (PAN) sejak awal Mei lalu, sudah ditetapkan sebagai tersangka makar, dan sampai kini masih berada dalam tahanan di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Selain Sofyan, dan Eggi sebelumnya Polri juga menetapkan sejumlah nama-nama para pendukung Prabowo-Sandiaga sebagai tersangka kasus makar. Bahkan untuk kasus Sofyan, bukan purnawairawan pertama dari barisan pendukung 02 yang berurusan dengan dugaan makar setelah Pilpres 2019.

Sebelum Sofyan, Polri juga menetapkan beberapa nama purnawirawan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi tersangka dugaan makar. Di antaranya seperti mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, dan mantan Kakostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein.

Kedua purnawirawan dari satuan elite korps baret hijau dan merah itu, dituduh melakukan rencana kerusuhan, sampai sangkaan rencana pembunuhan. Soenarko, dituduh menyeludupkan senjata api mematikan dari Aceh ke Jakarta untuk kerusuhan pada 21 dan 22 Mei di Jakarta. Sedangkan Kivlan, juga dituduh berencana melakukan pembunuhan terhadap empat tokoh penting dalam pemerintahan saat ini.

Soenarko dan Kivlan, juga dikenakan sangkaan kepemilikan senjata api ilegal. Kini keduanya sama-sama menjadi tersangka penyidik kepolisian, dan dititipkan ke POM Guntur Jakarta Selatan (Jaksel), sejak beberapa pekan lalu. Sedangkan Sofyan, kata Argo belum ada rencana untuk dilakukan penahahan. “Kita masih menunggu pemeriksaan lanjutan untuk yang bersangkutan. Karena diperiksa sebagai tersangka saja belum dilakukan,” begitu sambung Argo.

Selain Eggi, pun, masih ada sejumlah nama dari kalangan sipil pendukung Prabowo-Sandiaga yang dituduh makar. Di antaranya, yakni aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma. Lieus terang ada dalam struktur BPN 02 sebagai salah satu tim juru kampanye.

Ia juga dituduh makar sejak Mei lalu. Pelapornya atas nama Eman Soleman. Ia dilaporkan ke Bareskrim Polri, sepaket dengan laporan terhadap Kivlan Zein. Lies, sempat ditahan di Polda Metro Jaya. Namun beberapa waktu lalu, penyidik membolehkannya pulang dengan status penangguhan tahanan.

Belum berhenti pada nama-nama tersebut, Kepolisian Polda Metro Jaya juga menebalkan sangkaan makar terhadap politikus gaek dari Partai Gerindra, Permadi, dan PAN Amin Rais. Kedunya, belum sebagai tersangka. Namun laporan makar terhadap keduanya menumpuk di Bareskrim Polri, dan Polda Metro Jaya. Keduanya saat ini berstatus saksi atas kasus dugaan makar terhadap Eggi Sudjana.

Jadwal Pemeriksaan Ulang Ke Tiga Kali

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) akan memeriksa mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal (Purn) Polisi Mochammad Sofyan Jacob sebagai tersangka dugaan makar pada Senin (17/6/2019) pekan depan. Ini adalah undangan pemeriksaan untuk ketiga kalinya.

Sofyan Jacob tak bisa menghadiri panggilan kedua pada Senin, 10 Juni 2019, yang merupakan pemeriksaan perdana sebagai tersangka dengan alasan sakit. Sebelumnya, ia juga telah diperiksa sebagai saksi pada Mei lalu. “Penyidik sudah menjadwalkan ulang. Nanti diperiksa Senin, 17 Juni 2019,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Terkait ketidakhadiran itu, ia meminta penyidik menjadwalkan ulang. Permohonan jadwal ulang disampaikannya ke polisi melalui kuasa hukumnya Ahmad Yani. “Ya, hari ini Sofyan Jacob dijadwalkan pemeriksaan, tapi beliau berhalangan karena sakit. Pada hari ini kami antar ke penyidik untuk dijadwalkan ulang,” ujar Ahmad Yani di Polda Metro Jaya, Senin.

Ahmad Yani mengaku mengajukan permohonan penjadwalan ulang untuk memeriksa kliennya pekan depan. Jika sudah ada jadwal ulang, ia siap hadir bersama Sofyan. “Kami siap hadirkan Soyfan Jacob,” tuturnya.

Sofyan Jacob ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 29 Mei 2019. Status saksi dinaikkan penyidik menjadi tersangka usai memeriksa sejumlah saksi dan menggelar perkara. Bukti kuat Sofyan Jacob diduga telah berbuat makar terdapat pada sebuah rekaman video. “Bukti makar, ada ucapan dalam bentuk video,” ujar Argo.

Sofyan Jacob dilaporkan oleh seseorang di Bareskrim Mabes Polri, yang disebut Argo sama dengan pelapor Eggi Sudjana dan Kivlan Zen. Selanjutnya, laporan terhadap Sofyan itu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Sofyan Jacob disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. (red)

Tinggalkan Balasan