Komisi I DPRD Lampung Barat Minta Polisi Usut Pelaku Lain Dalam Illegal Longging di Kawasan Register 43B - Sinarlampung.com

Komisi I DPRD Lampung Barat Minta Polisi Usut Pelaku Lain Dalam Illegal Longging di Kawasan Register 43B

Spread the love

Lampung Barat (SL)-Oknum Kepala Pemangku Talangbaru Sumani, dan Jahrul sebagai penjual kayu hasil illegal longging di kawasan Hutan Lindung Register 43B Krui Utara belum di proses Polisi. Komisi I DPRD Lampung Barat meminta Polisi tidak tebang pilih, dan mengungkap para pelaku pembalakan liar tersebut.

“Komisi I DPRD mendorong aparat kepolisian bersikap adil dalam menangani perkara illegal logging, sebab berdasarkan hasil keterangan tiga tersangka dalam kasus itu, ada dua aktor lainnya yakni Kepala Pemangku Talangbaru Sumani dan salah seorang warga yang membantu menjual yaitu Jahrul,” kata Ketua Komisi I DPRD Lambar Hi. Untung yang dididampingi Wakil Ketua I sekaligus Koordinator Komisi I Hi. Sutikno.

“Polisi harus bersikap adil, karena dari hasil sidak atau peninjauan di Polsek Sekincau ada pengakuan dari tukang gesek dan peratin bahwa Kepala Pemangku Talangbaru yaitu Sumani dan salah seorang warga yang membantu menjual yaitu Jahrul ikut terlibat dalam kasus tersebut,” katanya.

Mereka berdua ini, lanjut Untung, adalah juga merupakan aktor dalam kasus Illegal Logging ini. Mereka mendalangi atau yang memberikan perintah untuk melakukan Illegal Logging tersebut adalah Peratin Batuapi yaitu Aris Mulyono. “Berdasarkan hasil pengakuan peratin dalam sidak itu, dirinya hanya memerintah Sumani melakukan penebangan untuk keperluan pembangunan jembatan dan masjid. Namun nyatanya hal tersebut dilakukan Sumani melebihi kebutuhan bahkan hasil penebangan kayu dijual ke Jahrul,” katanya.

Wakil Ketua I DPRD yang juga Koordinator Komisi I Hi. Sutikno menambahkan, bahwa peratin memang memberikan perintah kepada kepala pemangku untuk keperluan jembatan dan masjid tapi nyatanya Sumani memerintahkan tukang gesek untuk melakukan penggesekan kayu di Register 43B serta melebihi kebutuhan, dan ini baru diketahui. “Sebenarnya aktor kasus Illegal Logging itu adalah kepala pemangku Sumani dan Jahrul namun keduanya justru sampai saat ini tidak ditahan oleh pihak kepolisian,” imbuhnya.

Bahkan, kata dia, yang sangat jelas bahwa selama ini kedua pekerja atau penggesek kayu tersebut tinggal serta makan dan minum di kediaman kepala pemangku setempat. “Kita minta pihak kepolisian untuk bertindak adil. Jika ketiganya ditahan semestinya dua orang ini juga ditahan,” ujar Sutikno.

Sementara Penyidik Polsek Sekincau, Kabupaten Lampung Barat mengau masih mendalami keterlibatan dua pelaku lain dalam praktek Illegal Logging yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Register 43B Krui Utara. KIni sudah ditetapkannya tiga tersangka dalam kasus tersebut.

“Memang dari hasil dari perkembangan pemeriksaan ada pengakuan keterlibatan pelaku lainnya tapi ini masih kita dalami, apabila nanti alat bukti sudah cukup maka tentu akan kita proses,” terang Kapolsek Sekincau Kompol Suharjono, mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Hariyadi.

Sebelumnya, kata Suharjo, pihaknya sempat memeriksa salah satu terduga pelaku tersebut yaitu Kepala Pemangku Talangbaru, Sumani. Namun proses itu hanya dilakukan untuk melengkapi berita acara poemeriksaan terhadap dua pelaku penggesek. “Iya memang sempat kita panggil untuk diperiksa, setelah itu yang bersangkutan kita perbolehkan pulang. Saat ini proses kasus Illegal Logging ini masih terus berjalan, untuk perkembangan pemeriksaan nanti kita sampaikan,” katanya. (red/mlo)

Tinggalkan Balasan