Kerjasama Dengan University of Zagreb dan Vern University, 12 Dosen Kroasia Mengajar di Unila – Sinarlampung.com

Kerjasama Dengan University of Zagreb dan Vern University, 12 Dosen Kroasia Mengajar di Unila

Spread the love

Bandar Lampung (SL)- Dubes Kroasia untuk Indonesia, Mr. Sc. Nebojsa Koharovic melaksanakan Penandatanganan MoU dan Seminar bersama  antara Universitas Lampung dengan University of Zagreb dan Vern University, di Kampus Unila, Senin 24 Juni 2019 pukul 08.35 WIB. Acara digelar di Ruang Sidang Unila  Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro Rajabasa Kota Bandar Lampung.

seminar bersama

Dr. Ari Darmastuti, M.A sebagai Ketua Panitia, Dosen FISIP Unila, menyampaikan kegiatan ini menjadi awal dari program pertukaran dosen. “Untuk tahun ini akan ada 12 dosen pengajar dari Kroasia yang akan memberikan 12 mata kuliah di Unila kemudian tahun depan bergantian dosen dari Unila yang akan memberikan kuliah di University of Zagreb dan Vern University Kroasia,” kata Ari Darmastuti.

Hadir Mr. Sc. Nebojsa Koharovic (Dubes Kroasia) beserta rombongan, acara dihadiri Ir. Taufik Hidayat, M.M., M.EP. (Plt. Sekda Prov. Lampung), Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P (Rektor Unila) didampingi Prof. Dr. H. Bujang Rahman, M.Si, (Wakil Rektor Bidang Akademik Unila), Prof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M.Sc (Wakil Rektor Bidang Umum & Keuangan Unila), Prof. Dr. Karomani, M.Si (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni Unila), dan Prof. Dr. Mahatma Kufepaksi, S.E.,M.Sc (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Teknologi Informasi & Komunikasi Unila).

Acara diawali dengan Pembukaan Pentas tari selamat datang, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu Kebangsaan Kroasia, dsasikan para Dekan Fakultas, Pejabat Kepala Dinas di lingkungan Pemprov Lampung. Dilanjutkan laporan ketua panitia, sambutan Ketua Delegasi University of Zagreb. Kemudian sambutan Rektor Unila dan pernyataan pembukaan seminar dan Penandatanganan MoU.

Para dosen dan Guru Besar Krosia yang hadi diantaranya Prof. Dr. Lidija Kos Stanisic (Concept and Current Study of Comparative Politics New Issues), Dr. Marta Zorko (Globalisation and Giopolitics), Dr. Lana Lusa (Diplomacy Theory and Practice), lalu Prof. Mirela Holy (Sustainable Development).

Dr. Robert Mikae (Public Policy on Disaster and Crisis Management), Mr. Borna Zguric, mag.pol _(Peace and Conflict Studies), Dr. Victorija Car (Public Service Media in the Digital Age), Dr. Ruzica Jakesevic (International Organizations and International Security), Dr. Nikolina Borcic (Communication and Political Branding), Dr. Hrvoje Jakopovic (Big Data Analysis and Public Relations).

Kemudian Mrs. Marija Slijepcevic, Fe.S _(Information Warfare and the Role of the Media), Mrs. Ivana Cesaree, mag.rel.int _(Critical Infrastrueture Protection and Resilience), Ms. Ana Vela (Mahasiswi University of Zagere), Ms. Mara Zovko (Mahasiswi University of Zagerb), Ms. Tamara Marcovic (Mahasiswi University of Zagerb), Ms. Martina Brautovic (Mahasiswi University of Zagerb), dan Ms. Maja Grgic (Mahasiswi University of Zagerb).

[24/6 02.26] Mardi Tuba: Tulang Bawang (SL) Masyarakat yang berada di empat kampung di Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), yakni Kampung Bujung Tenuk,Tiuh Toho, Ujung Gunung Ilir, Kagungan Rahayu, merasa resah dengan adanya polusi udara dari ulah pembakaran tebu PT. Sugar group company

Hal tersebut di ungkapkan oleh Ketua BPK Kampung Bujung Tenuk Kecamatan Menggala, Mas Juanda bahwa ia mengeluhkan, pencemaran lingkungan debu dari ulah nakal pembakaran tebu dari PT Sugar group company (SGC) yang setiap tahun selalu beterbangan kerumah-rumah warga pada sinarlampung.com Minggu (23/06/2019).

“Bahayanya debu tersebut, bukan hanya mengotori lantai rumah dan pakaian yang terjemur karena apa bila terhirup dan masuk kedalam sumur maka air nya dapat tercemar dan menimbulkan penyakit asma, ispa, hingga TBC,” ungkap Mas Juanda

Hal yang sama di ungkapkan oleh warga Ujung Gunung Ilir, Hardi mengeluhkan, debu pembakaran Tebu SIl yang selalu ada setiap tahun di mulai dari bulan Mei hingga Oktober selama enam bulan.

“Debu pembakaran itu bukan hanya beterbangan di pagi hari atau siang hari namun di malam hari pun debu tetap beterbangan, dapat juga membahayakan bagi pengendara R2 apabila debu tersebut memasuki mata saat berkendara,”terang Hardi.

Sementara itu warga kampung Tiuh Toho Das’ad mengatakan, bahwa debu tersebut beterbangan kedalam rumah dan meresahkan, apalagi kondisi rumah yang belum di plavon.

“Saya selalu resah dengan kondisi debu pembakaran tebu Indolampung karena kondisi istri saya yang sensitif dengan debu dapat menyebabkan penyakit asma nya kambuh. Untuk itu, kami berharap kepada Pemkab Daerah Tulang Bawang agar dapat menghentikan aktivitas pembakaran tebu yang selalu dilakukan di panen raya dari perusahaan yang namanya sudah mengudara yang bergerak di bidang perkebunan tebu Harap ketua RT kampung Tiuh Toho. (Mardi
[24/6 05.56] Ardiansyah Biro Lampura: Bersinergi Antara Elemen, Polres Lampung Utara Bersama Masyarkat Gelar Deklarasi Tolak Kerusuhan

Lampung Utara – Sebagai bentuk sinergi Polres Lampung Utara dengan masyarakat Kab. Lampung Utara menggelar Deklarasi Tolak Kerusuhan di sela-sela kegiatan jalan santai yang dilaksanakan di lapangan Mapolres Lampung Utara, Minggu (23/6/19).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono, S.I.K., Dandim 0412/LU Letkol Inf. Krisna Pribudi, Wakil Bupati Lampung Utara Budi Utomo, Ketua KPUD Martoni, Kimal Lampung, Para Kepala Dinas Kab. Lampung Utara, Brimob, PJU dan personil Polres Lampung Utara serta Masyarkat Lampung Utara.

Pernyataan bersama untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kab. Lampung Utara dan “Menolak Kerusuhan, NKRI Harga Mati” tersebut di pimpin oleh Wakil Bupati Lampung Utara Budi Utomo dengan diikuti seluruh elemen masyarakat yang hadir di acara tersebut.

Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono, S.I.K. dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penolakan masyarakat Lampung Utara terhadap segala bentuk tindakan kekerasan dan kerusuhan yang bisa memecah belah  bangsa Indonesia. Serta untuk mempererat memperkuat persatuan dan kesatuan .

“Kegiatan ini merupakan wujud harapan bersama dari masyarakat Lampung Utara, bahkan se-Indonesia, untuk Negeri Indonesia tercinta agar selalu damai,” ujar Kapolres.

Terkait perselisihan atau sengketa pemilu, mari kita pasrahkan semua kepada Mahkamah Konstitusi, mari bersabar dengan mengedepankan perdamaian menyikapi proses tersebut. Jangan sampai, hanya karena ketidakpuasan hasil Pemilu 2019, menjadi mudah terpecah belah, mudah terprovokasi untuk melakukan kerusuhan.

“Berbuat rusuh malah tidak menyelesaikan masalah, Mari kita terus jaga perdamaian di Kab. Lampung Utara bersatu untuk Indonesia damai’, kata Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono, S.I.K.(*)
[24/6 15.01] Amir Syaripudin Lamsel: Sebanyak 65.076 ekor baby lobster yang akan diselundupkan berhasil diamankan jajaran Reskrim KSKP Bakauheni Polres Lampung Selatan (Lamsel).
Penyelundupan Baby Lobster berhasil diamankan dari empat orang kurir yang merupakan barang titipan dari pemiliknya di Cikeusik Pandeglang Banten.
Itu di ungkapkan oleh Kapolres Lamsel AKBP M. Syarhan, SIK, MH, saat menggelar konferensi pers, di halaman Mapolres Lamsel, Senin,(24/6/2019).
Dirinya ngatakan bahwa baby lobster yang akan di seberangkan ke pulau Sumatera tersebut berhasil di amankan oleh anggotanya di pelabuhan penyeberangan Bakauheni pada Minggu 23 Juni kemaren sekira pukul 06.30 WIB,” kata Syarhan.
Berawal dari pemeriksaan dua kendaraan R4 jenis Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza yang di temukan didalamnya 14 Box yang berisi kemasan plastik berisikan baby lobster yang akan di selundupkan oleh para tersangka dari pulau Jawa ke Sumatera.
“Setelah dilakukan pemeriksaan isi dari kemasan plastik tersebut di temukan ribuan baby lobster dengan total 65.076 ekor baby lobster dengan taksiran yang akan merugikan Negara sebesar Rp.6,8 milyar,” ucap Kapolres.
Saat ini ke empat tersangka telah di amankan di Mapolres Lamsel dan akan di lakukan penyelidikan lebih lanjut, kemudian ke empat tersangka tersebut di jerat dengan.pasal 88 junto pasal 16 UU 45 tahun 2009, dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp. 1,6 milyar.
Barang bukti berupa 14 Box berisikan baby lobster tersebut rencananya akan di kembalikan ke habitatnya  oleh pihak karantina.

Tinggalkan Balasan