Kena OTT Polda Lampung, Kabid Sarpras Disdikbud Pesawaran Diduga “Diloloskan” Mr Z?

Spread the love

Sharing is caring!

Pesawaran (SL)-Khairul Alias Ilung, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pesawaran, yang terjaring  Operasi Tangkap Tangan (OTT)  Tim Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Lampung, (Selasa, 28/8)  lalu bersama Kepala SMPN  4 Pesawaran Zikri di SMPN 2 Pesawaran, dikabarkan “lolos” dari keterlibatan, sebagai gantinya Iwan Subarna, Kasi Sapras Disdikbud.
Kabar santer, lolosnya Kabid Sarpras itu ada peran besar, kerabat Bupati Pesawaran. Bahkan beberpa media, sempat mendapat intimidasi. “Ketika saya menaikkan berita OTT tersebut, ke esokan hari nya saya di telpon orang yang mengaku bernama Zulkifli Anwar yang juga salah satu mantan bupati di salah satu kabupaten,” kata salah seorang wartawaan, yang minta nama di rahasiakan, Minggu (9/9/2018, dilangsir handalnews.com
Dia menceritakan, oknum berinisial Z tersebut sehari setelah berita dia naikkan (29/08/2018) sekitar pukul 07.01, Wib diri nya mendapat telpon dan dimarah-marah, serta mengancam akan memecatnya dengan melaporkan ke Pimpinan redaksi tempat dia bekerja. “Ini ada apa, kok dia marah-marah terhadap saya, ini pasti ada hubungan dan keterlibatannya dengan Kasus Korupsi di Pesawaran,” katanya.
Ketika media ini memastikan nama yang berinisial Z tersebut dia pun yakin yang menelpon dirinya benar-benar Zulkifli Anwar. “Positif lah, dia menyebutkan nama nya, Gua ini Zulkifli Anwar gua tau, mungkin lo g tau gua, sambil marah-marah. Saya sangat menyayangkan sifatnya begitu, inikan berita sudah tersiar di publik, kenapa harus marah, masyarakat juga tau,” kata dia, sambil menirukan ucapan penelpon kepada dirinya.
Ketika dikonfirmasi dan beberapa kali di telpon ke nomor *********586 yang telah mengaku atas nama inisial Z, namun tidak aktip. “Nomor yang ada tuju sedang tidak aktip atau berada di luar jangkauan,” sahut Operator, Minggu (9/9/2018) sekitar pukul 14:07 Wib.
Disinyalir Terstruktur, Sistematis dan Massif
Terkait dengan Dugaan adanya aktor berinisial Z di balik lolos nya Khairul karena pasca terkena OTT oleh Kriminal Khusus Polda Lampung beberapa waktu lalu akhir nya salah satu tokoh masyarakat angkat bicara, dirinya menilai dugaan korupsi di Kabupaten Pesawaran sudah Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM).
“Hukum ini panglima tidak boleh di intervensi oleh siapapun, siapapun yang salah harus diproses, tidak boleh campur tangan penguasa karena hukum itu panglima, kalau salah ya salah jangan ada campur tangan penguasa, inikan tebang pilih,” ungkap Mualim Taher yang juga salah satu tokoh penggagas pemekaran Kabupaten Pesawaran.
Ketika ditanya terkait dengan ada intervensi terhadap salah satu awak media, dirinya langsung mengerti siapa yang di ancam dan siapa yang intervensi. “Itulah  kuatnya intervensi penguasa dan itu tidak boleh terjadi, saya nyambung itu, siapa orang nya yang marah-marah tersebut, mediapun tidak berkutik dibuatnya, ini sudah jelas siapa aktor di balik semua ini, kenapa dia marah-marah dan mengancam segala, kalau begini terus bisa habis media yang vokal di Pesawaran,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Jajaran aparat Kepolisian Daerah Lampung telah melakukan penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala SMPN  4 Pesawaran Zikri dan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pesawaran Khairul Alias Ilung, sekira pukul 16.00 Wib di SMPN 2 Pesawaran, Selasa, (28/8/2018).
Dari penangkapan keduanya aparat Kepolisian berhasil mengamankan uang kurang lebih sebesar Rp 100 juta dari tangan kepala SMPN 4 Pesawaran yang di simpan dalam lemari kerjanya. “Iya tadi Polisi dari Polda Lampung telah mengamankan Zikri Kepala SMPN 4 Pesawaran, Penangkapan tersebut terkait dengan Proyek pengadaan Komputer tahun 2018,” ungkap sumber kepada media ini.
Kuat dugaan tambah nya, karena keduanya melakukan pungutan liar (pungli)  terkait proyek pengadaan komputer tahun 2018 untuk sekolah SMP se-Kabupaten Pesawaran sebanyak 20 unit setiap sekolahnya. “Informasi nya sih setiap sekolah diminta Rp10 juta untuk setor, terkait proyek pengadaan komputer tahun 2018 dan setiap sekolah mendapatkan 20 unit komputer,” sebutnya.  (hdl/nt/jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *