KDRT Berujung Saling Serang Antar Dua Keluarga

Spread the love

Sharing is caring!

Tolikara (SL) – Pemukulan yang dilakukan oleh seorang suami terhadap istri yang menyebabkan terjadinya aksi saling serang antara keluarga pihak suami Desa Gatini dengan pihak istri dari Desa Yali di Distrik Umagi, Kabupaten Tolikara Papua. Selasa (09/10/2018).

Kejadian ini berawal pada tanggal 7 Oktober 2018 bertempat di Distrik Umagi Kabupaten Tolikara. Telah terjadi pemukulan yang dilakukan oleh seorang suami terhdap istrinya yg mengakibatkan terjadinya perang suku antara keluarga pihak suami dengan pihak istri.

Kejadian tersebut berawal dari pembagian hasil kebun pisang yang tidak merata dari pihak istri memberikan hasilnya kepada pihak suami lalu suami langsung melakukan pemukulan kepada istrinya.

Korban merasa tidak terima dengan pemukulan yang dilakukan oleh suaminya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keluarga. Bahwa telah di pukul oleh suaminya kemudian pihak keluarga istri meminta denda adat berupa uang dan ternak yang akan di bawa pada saat penyelesaian adat istiadat di Distrik Umagi Kabupaten Tolikara.

Pada tanggal 8 Oktober 2018 pada saat penyelesaian masalah tersebut di Distrik Umagi pihak keluarga istri (korban) meminta denda kepada pihak keluarga suami (pelaku) namun pihak suami (pelaku) membawa denda tidak sesuai dengan tuntutan dari pihak korban (istri) sehingga terjadi adu mulut yang berujung pada aksi saling serang.

Mendapat laporan tersebut pada hari Selasa tanggal 9 Oktober 2018 pukul 09.00 Wit, 20 personil gambungan polres tolikara dan BKO Brimob Res tolikara dipimpin oleh Kabag Ops Res Tolikara Akp. Gunawan dan Kasat Sabhara Iptu. Joni Bubang menuju lokasi distrik Umagi Kabupten Tolikara guna mengecek kejadian tersebut.

Pukul 11.00 Wit Personel gabungan Polres Tolikara dan BKO Brimob tiba di Distrik Umagi dan selanjutnya melakukan evakuasi terhadap korban menuju puskesmas Mamit Distrik Kembu Kab. Tolikara.

Identitas korban yang mengalami luka-luka 10 orang: 1. Meronda wenda (kena panah di dada), 2. Yenison wanimbo (kena panah di kaki), 3. Mey kogoya (kena panah di kaki), 4. Mairon kogoya (kena panah d kaki), 5. Airon kogoya (kena panah di kaki), 6. Wailes wanimbo (kena panah di kaki), 7. Amison wenda (kena lemparan batu di kepala), 8. Donles wenda (kena lemparan batu di kaki), 9. Dinime wanimbo (kena pukulan kayu d pundak kanan), 10. Yengeme weya (kena pukulan kayu di tangan).

Identitas korban yang meninggal dunia Airon Tabuni (kena panah dibagian dada), telah dimakamkan

Langkah-langkah kepolisian yang diambil, menerima laporan, mendatangi tempat kejadian, mengevakuasi para korban ke Puskesmas Mamid Distrik Kembu, melakukan koordinasi dengan kedua belah pihak agar kejadian ini tidak terjadi kembali dan dapat menahan diri, melakukan pengamanan disekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Kabid Humas Polda Papua Kombes. Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan, untuk situasi terakhir pasca kejadian tersebut telah kondusif dan warga masyarakat telah melakukan aktifitasnya seperti biasa.

Saat ini kita harus mencari akar permasalahannya dengan melakukan pertemuan oleh para tokoh dan pihak terkait untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik tanpa adanya konflik yang berkepanjangan, ujar Kabid Humas Polda Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes. Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH
Memberikan pemahaman kepada warga masyarakt untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.

Rencana hari ini akan dilaksanakan perdamaian dua belah pihak yang bertikai tapi terkendala jembatan yang dirusak oleh salah satu pihak pada saat kejadian sehingga tidak dapat dilewati. Dan untuk warga yang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di Puskesmas telah kembali ke rumah masing-masing, ujar Kabid Humas Polda Papua. (rb/net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *