Kawanan Gajah Kembali Masuk Perkebunan Warga di Suoh, Dua Gubuk Dirusak - Sinarlampung.com

Kawanan Gajah Kembali Masuk Perkebunan Warga di Suoh, Dua Gubuk Dirusak

Spread the love

Lampung Barat (SL)-Sebanyak 12 ekor gajah yang berhabitat asli di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) masih meneror warga di Pekon Roworejo dan Banding Agung Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Turunnya kawanan gajah ini juga telah mengakibatkan kerusakan pada sejumlah perkebunan warga.

Tercatat sebanyak dua gubuk warga dirusak oleh kawanan gajah, belum lagi areal perkebunan warga khususnya tanaman pisang tidak luput dari sasaran pengerusakan oleh satwa berbelalai panjang tersebut.

Bhabinkamtibmas wilayah setempat Bripka Sigit Harmoko mengungkapkan, setiap hari pihaknya bersama masyarakat melakukan ronda malam hingga pagi hari. Untuk Jum’at dini hari, lokasi kawanan gajah berada di Talang Lima, Tri Tunggal dan sempat mendekati Talang Bagio Pekon Banding Agung yang padat penduduk, namun bisa dihalau.

“Hingga tadi malam ada gubuk warga milik bapak Sarani, dan milik bapak Marihan yang ada di kebun dirusak oleh kawanan gajah, untungnya pemilik tidak sedang menempati gubuk mereka, dan sedang pulang ke umbul (talang),” ungkap Sigit Harmoko

Menurutnya, tidak banyak upaya yang bisa dilakukan pihaknya bersama masyarakat, selain melakukan ronda malam, agar kawanan gajah tidak terus mendekati pemukiman, karena itu akan sangat membahayakan keselamatan masyarakat.

“Untuk pengusiran dilakukan dengan menyalakan api dan kadang bunyi-bunyian, namun itu tidak terus dilakukan karena khawatir kawanan gajah malah akan lebih mendekat dan membahayakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Babinsa wilayah setempat Serda Dwi Winarno mewakili Dandim 0422 Lambar Letkol Kav Adri Nurcahto, S.T., mengungkapkan, ia telah meninjau lokasi gubuk milik Marihan yang dirusak oleh kawanan gajah. “Kondisi gubuk milik Marihan di Talang Lima Pemangku Tri Tunggal Pekon Bandingagung mengalami kerusakan cukup parah, dan kami imbau agar warga berhati-hati dan tetap menjaga keselamatan,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejak beberapa minggu terakhir kawanan gajah liar  turun gunung dan mendekati pemukiman warga di Pekon Roworejo dan Banding Agung Kecamatan Suoh, turunnya kawanan gajah ini juga telah mengakibatkan kerusakan pada sejumlah perkebunan warga. (nop/lus/mlo

Ke-12 ekor gajah yang merusak kebun pisang warga untuk mencari makan, karena diduga sumber makanan hewan yang memiliki belalai ini sudah habis di habitatnya. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengevakuasi hewan yang terancam punah ini dari permukiman. (red)

Tinggalkan Balasan