Kapolri Printahkan Tangkap Preman Dept Colletor Resahkan Masyarakat

Spread the love

Sharing is caring!

Jakarta (SL) – Kapolri Tito Karnavian, Perintahkan tangkap preman dan Debt Collector, karena aksinya sudah meresahkan dan mengusik serta menjadi terror masyarakat.

Polri akan menangkap preman dan preman berkedok Debt Collector pembuat resah masyarakat, adanya teror dari Debt Collector dijalanan dan mengambil unit motor atau Mobil konsumen yang terlambat membayar, dengan alasan apapun, dan itu tidak bisa dibenarkan.

”Apapun itu alasannya kalau meresahkan Masyarakat wajib di tindak lanjuti polisi, itu bagian dari Terror pada masyarakat. Kami ingin Indonesia tenang, kondusif, Aman menjelang Pilgub dan Pilpres 2019 ini. Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami,” kata Kapolri.

Sebab, lanjut Kapolri, telah diatur oleh Fidusia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.

Sementara perilaku bank finance (jasa membayarkan kreditur) yang menggunakan jasa preman berkedok debt collector untuk mengambil unit motor atau mobil juga tidak dibenarkan menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 serta tindakan itu melawan hukum.

Unit mobil dan motor konsumen atau kreditur wajib di daftarkan ke Fidusia. Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, Dan satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita pengadilan dan didampingi kepolisian bukan Preman berkedok DebtCollector.

Sedangkan pihak Leasing harus tunduk kepada hukum indonesia, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 Tentang semua perbankan.

Unit motor dan mobil harus mengikuti pendaftaran Fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani. Leasing yang tidak mendaftarkan jaminan tersebut terancam dibekukan usahanya.

Fidusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan. Sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut. Tujuannya adalah kendaraan yang dikredit bebas dari penarikan Debt Collector.

Terpisah, Hotman Paris Hutapea juga berpesan kepada Polri agar menangkap Preman dan Preman yang berkedok debt collector. Karena mereka menjadi teror dan resahkan masyarakat, ”Polri segera tangkap semua preman dan Debt Collector di jalanan, dan menindak tegas pengambil unit yang berada di leasing. Karena mereka sudah mengancam dan meneror, bahkan resahkan masyarakat.” kata Hotman. (net/nt/Jun)

81 Comments

  1. Lindungi leasing yg unit kendaraanya diover alih dan digadaikan oleh konsumen yg tidak mau bayar angsuran kerugian leasing sangat besar.
    Lapor polisi susah lama prosesnya.

    1. Anda ini orang bodoh,,, ngak paham hukum,,,, semua harus sportip,,, silahkan tarik tapi lewat prosedur,,, kredit kendaraankan lewat prosedur,,, jgan pake kekerasan cara preman,,,,, coba kena anda yg dirampas dipukul,,, pasti lapor polisi jugakan,,,,,, mikir,,,,,

      1. Saya minta kepada bapak Kapolri agar memerintahkan kepada seluruh jajarannya di pelosok tanah air Indonesia,, untuk melaksanakan perintah Kapolri,, sebab di daerah kabupaten/kota dan kecamatan terpencil menjadi lahan subur para leasing dan debcollector merammas unit kendaraan org,,, dan dibekingi oleh oknum”anggota polisi di daerah,,,, hebat lagi para pengusaha leasing dan debcollektor ini kerja sama dengan polisi di daerah,,,,,minta tolong segera disosialisasikan perintah bapak kapolri ini,,,,, hebat bpak,,,,,,

        1. Negara juha jagan tinggal diam,, sekali pun banyak tokoh,banyak jendral, banyak pejabat negara yang berada di belakang para pengusaha leasing ini, sebab negara dirugikan milyaran rupian atas pengelapan pajak pidusia yg tidak dibayar,,,,,,,,

          1. Buat para Hakim di Semua Pengadilan Negeri di Indonesia, juga mohon memberi putusan yg adil,,,, jgan putusan yg karena ada unsur” transaksional,,,,,

    2. Yakin anda sdh sesuai prosedur? Kl anda sdh sesuai prosedur pasti Polri jg cepat menanggapi tp krn anda tdk sesuai prosedur makanya tdk ditanggapi,Bravo Polri

  2. BPKB kendaraan pun tidak diberikan bila belum lunas pembayaran bunga nya (keterlambatan pembayaran angsuran numpuk) , bahkan lebih sadis nya lagi ada penerapan bila BPKB tidak segera di ambil akan kena biaya penitipan perbulan nya… Wuiih wuiiihhhh

  3. Mendingan gak usah ngutang, dr pada nyusahin diri sendiri dan orang lain, tu Kapolri paham meresahkan….inti masalahnya itu yg meresahkan adalah hutang pak…makanya pak presiden jg jangan banyak utang?…meresahkan warga masyarakat pak?…

    1. Sok tau luh soal utang negara ,dari jaman soeharto jg tujuh keturunan juga gak bakal lunas ,nah elu udah berapa turunan dssar kampretlu

  4. Jaya polri.
    Di jakarta timur jalan alteri kali malang tepatnya cipinang melayu jaktim banyak depkolektor yg sering ngambil motor pengendara dan suda banyak korban di aniaya.
    Trims ajar di tindak pak.

  5. Tindak lanjuti pak kapolri.. Krn kami sebagai konsumen apa lg pembyran kredit motor udh berjalan 1thn lbh pembyran tdk mgkn yg tidak mau bayar.. Tp pihal leasing baru nunggak 1bulan aja udh ngancam mau maen sita motor milik kami. Mohon sebarkan pak kapolri kepada jajaran kepolisian diseluruh indonesia khususnya dilampung agar memberi warning kepada pihak2 leasing. Mksh

  6. Harusnya gitu pak tegas. Saya salah satu korban permainan mereka DC dan leasing dah 2th. Perkara di kepolisian belum selesai.

  7. Intinya jangan mau terbelit dengan hutang ya jangan mau ambil kendarana kredit ..
    Dari pertama kan sudah jelas ..
    Kalo tidak bayar ya tarik ..
    Debt collektor itu kerja bukan preman .
    Justru debt colektor itu mengingatkan masyarakat dengan hutang sebeleum di tagih di akhirat nanti .
    Harusnya pemerintah punya pikiran fositif .
    Coba kalo motor cuiran atau di oper alih yang tidak jelas itu harus juga di tarik sama kejaksaan ..?
    Jaya terus Indonesiaku .

    1. Kamu dep colector ya apa dep purple!!?!? Apa kamu udah tuli apa buta ,kan peraturannya sudah jelas gak baca ya di atas

  8. Hahahhahah yg resah itu yg nunggak apalagi sampai motor di gadai ke mana mana.Ambil motor ng mau byr..hahaha kasihan lihat nya.Hak kita sudah dapat tinggal kewajiban kita.

  9. Yg harus di Tembak mati itu para KORUPTOR.yg mengahbiskan uang Pajk rakyat.berani ng Polisi.jgn cuma berani.sama orang kecil.Malu sya lihatnya

    1. Kamu juga gak punya malu ngerampas motor di jalan itu namanya begal bro ngopi sini bro biar jernih cuci otak

  10. Betul ditangkap & bila perlu di larang dept. Collector. Karena apapun itu nama & sebutannya tetap sj preman.
    Itu sudah jelas-jelas penjahat berkedok.

  11. Jgn menyalahkan dept colector…. kembali lg ke masyarakatnya. Kalo gk mampu kredit kendaraan bermotor ya jgn lah. Mau tampil keren ya modal lah.
    Nah bagai mana klo tunggakanx sudah kelewat batas di kasih peringatan malah dicuekin.
    Aneh2 aj bapak ini. Harusnya himbauanx bagi masyarakat yg tidak mampu jgn sok sprti org kaya.

    1. Baca topik, yang di tangkap DC yg melanggar hukum, anda sudah salah, menyalahkan smua coust. Yang menunggak, baca topik, laksanakan tindakan penyitaan sesuai prosedur dan saya yakin anda akan aman, jika tidak!!! Saya yakin pintu penjara terbuka lebar untuk semua palaku kejahatan

  12. Maka nya …
    Semua leasing jangan maksa penagihan dengan preman …
    Kalau uang cicilan belom ada … Kasih waktu untuk mencari uang… Karena BPKB juga masih di leasing…
    Mereka hanya main kekerasan …
    Tidak dapat uang.. mengancam akan tarik paksa…

    Mohon dibantu pak Kapolri … Terima kasih

  13. yg terpenting kita mendukung polri menindak segala macam bentuk kejahatan yg meresahkan masyarakat kita dukung, tapi perlu di ingat juga kadang masyarakat itu sendiri yg terkadang mencoba memunculkan permasalahan contoh tidak membayar angsuran, memindah tangankan, menjual dan bahkan menghilangkan unit tersebut tanpa sepengetahuan pihak leasing juga. lebih baik kalau konsumen belum mampu ambil kredit jng coba coba kredit lebih baik menabung saja.

  14. Hadeh klo ngk mau d tarik ya bayar.nunggak tagih ngk bayar tarik.kadang sudah berbulan-bulan ngk bayar masa mau d biarin hancur perusahaan…saya sebagai kreditur menyadari klo d tarik ya sah2 aja klo ngk bayar.

  15. Sebenarnya yg membuat resah itu siapa si , klo yg sy ketahui DC melakukan tugas dr leasing itu pd unit yg sudah tdk ada di tempat alias di gadaikan ato di jual tanpa BPKB klo sepeti ini yg di salahkan siapa ? Yg pasti pajak unit pun 80% mati alias tdk d pajakkan klo seperti ini yg merugikan negara siapa ? Klo unit sdh di tarik dan di lelang pasti pajak akan di bayar secara otomatis DC itu sdh meminimalisir kerugian negara tlg di pikirkan

  16. Lesing klo g mau rugi jangn buka usaha, krn usaha apapun itu bukan siap untung, tpi harus siap” RUGI”
    Scara perdata: trkait HUTANG dg lesing, jangnkan jasa penagihan( decol) polisipun tdk bs di gunakan utk alat penagihan/menakut nakuti konsumen, sy stuju sama JENDRAL POLRI sikat abis jasa penagihan(debcol) yg skrg sdh tren mnggunakan nama perusahaan yayasan penagihan di bawah naungan lesing!

    ” BRAVO JRNDRAL “

  17. Kalau mau nangkap ambon”, pak Polisi dtng aja ke jln Rawamangun dpn kantor pos itu tmpt orang ” dept collector. Biar indonesia bersih dengan orang ” dept collector

    1. Jgn cuman bilg Ambon mbak… emang debt collector hanya Ambon? Makanya yg ngutang2 itu klo gak mampu jgn sok2an mau kredit giliran nunggak lari kucing2an & tikusnya ketemu di jln mau diambil kendaraannya malah nangis kadang2 galakan konsumen yg nunggak… wkwkwkwkwk asem3

  18. Lesing itu bayar pajak ke negara,kl yg kredit nga bayar,jelas2 pajak dia mati jg pst nga bayar pajak yg rugi jg NEGARA,kolektor itu membantu lesing2 yg kridit macet,begal aja byk yg di tembak mati aja msh byk begal2 berikutnya apa kl kolektor itu kerja yg halal yg penting sesuai prosedur,tp pemerintah larang ya hancurlah negara ini,kl kridit nga byr itu nga beda jauh dgn koruptor.

  19. Praktis sekali kl mau basmi kolektor,asal pemerintah punya aturan hukum yg menyikat debitur apa bila debitur nga bayar2 utangnya lsg di tangkap dan di penjara,yg tukang utang pasti takut,pembayaran nya pst lancar2 aja,nah itu lesing pasti nga pakai debcolektor lagi,tp selagi pemerintah memihak ke tukang utang, maka debcolektor nga akan hilang di bumi Indonesia.

    1. Semua sudah ada hukum dan aturannya,,,, jadi debcollektor juga harus paham hukum,,, bukan paham kungfu,, atau paham rampas,,, atau paham bentak,,,,, sudah diatur semua,,,, bagi konsumen yg bandel,, yg nunggak,, juga ada ancaman hukumanannya,,,, pihak leasing dan debcollector yang abai hukum, pake gaya preman juga ada ancaman hukumannya,,,,, inggat hubungan perikatan kredit itu karena saling percaya dan suka sama suka,, lalu ketika ada masalah kenapa ada yg sook jagoan,,,,, baca disetiap akhir perjanjian bukankah tertulis bilamana akan timbul permasalahan dikemudian yg tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, akan ditempuh jalur hukum di pengadilan negeri setempat,,,,, dan kedua pihak menyatakan tunduk dngan hukum yg berlaku di wilayah Indonesia,,,,,,,,

    2. Yang Pasti ini negara hukum, kan sdh di jls kan di atas oleh pak Kapolri, Yg berhak menarik barang kredit itu adlh juru sita Pengadilan dan di dampingi Polisi, itu aturan hukum nya, selain itu ya preman namanya, Sikat habis. Gk ada Yg namanya DC di Republik ini.

  20. hebat.. pak tito… padahal udah dri taon kpn tauk dep.depkolektor. pada rusuh… mudah mudahan para dep dep pada denger / baca… himbauwan dri jendral polri kita yang sekarang.. biar pada nyadar… klo setoran berat…

  21. Sangat setuju pak sangat meresahkan masarakat depkoletor harus di brantas kasian rayatt sering di ancem …udah gitu ngaih ngancem mo galak …udah pak tanfkepin aja kolektor emang bner bner meresahkan

  22. Mohon pencerahan yth bapak kapolri,,
    Sebenarnya bgm melaksanakan eksekusi fidusia yang baik dan benar secara hukum dan perundangan yang berlaku di wilayah republik indonesia, permenkeu no 130/010/2012 menyatakan bahwa perusahan pembiayaan tidak boleh menarik kendaraan yang tidak didaftarkan secara fidusia,, batas pendaftaran 30 hari kerja……. Dsb. Perusahaan pembiayaan leasing atau finance sdh lakukan itu sehingga demikian depkumham terbitkan sertifikat fidusia nya berdasarkan akta fidusia yang dibuat oleh notaris, lantas mengaculah kepada UU fidusia no 42 tahun 1999…dimana pada pasal 15 ayat 2 dinyatakan demi ketuhanan yang maha esa penerima fidusia mempunyai hak eksekutorial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap(inkra).dalam melaksanakan hak eksekutorialnya penerima fidusia dapat melakukannya sendiri dan apabila dibutuhkan untuk pengamanan eksekusi tersebut penerima fidusia dapat meminta bantuan pihak kepolisian sesuai dengan perkap no 8 tahun 2011 dengan melampirkan persyaratannya,
    Masalahnya saat ini ratusan ribu bahkan jutaan unit sepeda motor maupun mobil yg menunggak pembayaran dapat diselesaikan dengan cara yang lebih sederhana,, tanpa harus keseluruhannya melibatkan dan merepotkan pihak kepolisian dan instansi lainnya,,bukankah apabila pihak leasing /petugas eksekusi melakukan tindakan melawan hukum korban dapat melaporkannya kembali.
    Masalahnya sangat sederhana sebenarnya tuan dan nyonya debitur yang terhormat bayarlah angsuran pada waktunya sesuai pernyataan yang anda tanda tangani sewaktu akad kredit,, bukankah tuan dan nyonya pada saat itu tidak di paksa dan dalam keadaan waras serta sehat wal afiat,, kenapa skr disaat anda sdh menunggak, menggadaikan bahkan menggelapkan unit yang anda kredit baru anda berpolemik tentang hukum, permenkeu dsb. Padahal hukum yang paling dasar mulai kita lahir kalau hutang dibayar,nggak sanggup kembalikan,, andai kita sama sama sadar akan pentingnya meletakkan hak dan dan kewajiban sejajar,, tdk akan ada tindakan eksekusi dsb. Sebelum tindakan eksekusi tuan dan nyonya coba review berapa kali petugas pembiayaan mengingatkan,, menagih,, mengirimkan surat peringatan, somasi entah cara apalagi untuk meminta anda dengan sopan melaksanakan kewajiban ,tuan dan nyonya abaikan bukan,, lantas setelah pihak pembiayaan melakukan eksekusi anda memberi gelar debt collector,, premanisme dsb,, padahal sebenarnya siapa yg preman itu siapa? pihak pembiayaan atau tuan dan nyonya.
    Kepada Bapak kapolri dan jajarannya kami juga tidak mau menyandang gelar premanisme itu,, kami mohon jelaskan dan terangkan bagaimana sebenarnya kami melaksanakan hak eksekutorial itu secara baik dan benar tanpa bertentangan dengan hukum dan perundangan.
    Kami akui kami awam dalam hukum,, oleh karena nya ajari kami dan ajari tuan dan nyonya tadi bagaimana aturan main yang sebenarnya,, karena pekerjaan ini pun kami lakukan bukan untuk mencari kaya melainkan memperjuangkan nasib sejengkal perut dan keluarga,, belum ada kami yang kaya karena pekerjaan yang tuan dan nyonya sebut tadi dengan debt collector,premanisme dsb,, andaikan kami memiliki nasib sebaik tuan dan nyonya disana mungkin kami akan memilih jalan lain,,tapi disatu sisi kami juga punya hati nurani sehingga kami apabila ditagih hutang tidak akan lebih sangar dari pada penagih,, kami juga masih takut kalau kami di tagih hutang atau kendaraan kami di tarik,, tidak seperti tuan dan nyonya yang sangat berani. Tks

    1. dimulai dr awal permohonan….ada survey..ada interview…ada kelayakan….ada perjanjian….berjalan traksaksi….terjadi angsuran…kemudian macat….teguran…..feedback dr yg kredit…info….feedback lg…..info…..yg kredit diem…..info…yg kredit diem…..masuk DC…..rame…..

      nah fase dimana yg membuat DC dpt masuk….

      perjanjian hanya antara perusahaan dan pembeli…info pembeli “hanya” untuk perusahaan….kpn tiba2 orang lain sampai ke alamat kita…….penyelewengan oleh perusahaan wan prestasi tdk menjaga kerahasian pembeli….menyebarkan data pembeli kepada pihak ke 3…..ini juga sdh melanggar hukum…

    2. jgn melihat hanya dari sebelah pihak.. orang jaman sekarang yg punya hutang lebih galak g sadar diri. Simpel aja hutang y harus di bayar, g mau berurusan dengan leasing, bank, dept coll, preman dll apapun gelar yg di berikan kepada penagihan hutang y kontan beli kendaraan nya, masih maksa kredit dan selanjutnya g sanggup bayar kewajiban yg telah di sepakati dari awal tinggal serahkan kendaraannya kepada leasing/bank..inget nama baik dan ingat akhirat tuan dan nyonya yg merasa benar. Tks

  23. Bravo Polri….. Tindak tegas pak para debt collector sangat meresahkan masyarakat… Mereka sering berkumpul di jalanan menjadi mata elang dan kadang memeras masyarakat yg kedapatan motor / mobilnya menunggak cicilan dgn dalih uang Operasional ato buka blokiran…..

  24. Saya klu ingat dc suka sakit hati… Saya kerja halal peras keringat kredit mobil untuk kepentingan pekerjaan.. Hanya telat 2 bulan mobil diambil dc .padahal cicilan sudah setahun lebih… Tdk ada hati nuraninya tidak melihat seorang ibu yg sedang berjuang untuk anaknya sekolah bekerja kesana kemari tiba tiba mobilnya diambil tidak jelas tanpa surat penarikan…hal yang paling menyedihkan…dibohongi disuruh kekantor leasing tersebut ternyata mobil langsung diambil.dan barang barang sayapun saat itu masih didalam mobil termasuk tas dan kunci rumah..makanan untuk buka puasa anak pun masih didalam mobil saat itu…

  25. Disaat saya enak2 tidur siang,tiba tiba ada orang gedor pintu menagih saya untuk melunasi kredit motor,,padahal motor saya beli cas,,,akhirnya kecele

  26. Buat para Hakim di Semua Pengadilan Negeri di Indonesia, juga mohon memberi putusan yg adil,,,, jgan putusan yg karena ada unsur” transaksional,,,,,

  27. Intruksikan dan sosialisasikan perintah bapak ini kepada semua jajaran bapak di daerah,,,,,, bapak hebat

  28. Sebenarnya Polisi harus bijak dalam mengambil keputusan yg mana 2 tahun silam Pemerintah melalui OJK mewajibkan Dept Collector harus berbadan hukum,dengan harapan semua Dept Collector harus Sertifikasi tentang Penagihan,dan tujuan awalnya dari Pemerintah adalah sektor Pajak dan ingin merubah image Dept Collector bukan seorang Preman,mereka juga Manusia yg harus memberikan nafkah buat keluarga,karena budaya orang Indonesia itu keinginan untuk menaiki mobil atau motor sangat tinggi sedangkan kemampuan utk bayar sangat rendah,mungkin merubah karakter orang Indonesia itu memerlukan proses yg tdk sebentar.

  29. Tidak jauh beda debt colector dengan preman. Kalau ketangkap langsung tembak saja karena banyak meresahkan masyarakat. Di pamekasan debt colector kayaknya di biarkan oleh oknum aparat setempat dan banyak masyarakat yang resah akibat perampasan oleh debt colector

  30. Apakah aturan ini jg betlaku pa kredit rumah krn ada jg pihak bank klu menurut kami sudah kelewatan hanya telambat bayar sudah ngacam2 bahkan rumahnya di beri cat merah coret2 …

  31. Kami menunggu tindakan tegas dari aparat, DC sangat meresahkan, pihak leasing seharusnya harus slectif bekerja sama dengan pihak ketiga yang menaungi DC, DC harus paham aturan hukum RI, bkan berlatar belakang otot doang, yang berhak menghentikan orang di jlan adalah aparat bukan DC apalagi preman, dari tindakan awal sudah tidak benar, lebih-lebih sampai terjadi tindakan pidana lain. Tangkap aja pak tuh Deb.C, sudah jelas melanggar hukum jika menahan apalagi merampas kendaraan, sangat tidak sesuai prosedur dan itu kejahatan

  32. Saudari windi saya ingatkan anda.. Jangan sekali2 anda ucapkan kata ambon” kalo anda tidak mengetahui siapa yg anda maksud… Didepan kntr pos rw. Mangun itu saudara” dari kupang NTT jangan krna hitam anda hantam orang2 ambon… Negara indonesia ini klo tampa bangsa maluku tdk ada apa2…anda saya minta memohon maaf… Klo tidak saya buat LP atas dasar penghinaan ketangkap kamu… Bicara koridornya saja juru tagih atau debcoll sekarang semua sukubsdh ada jd jgn anda bicara ambon”…mau saya cari kamu lalu kita perpanjang dipolda….

  33. masalahnya kadang2 sdh dapt uang mau bayar tp diblok account pembayaran kita dan harus byr biaya tarik atau penanganan yg nilainya tidak ada dlm kesepakatan perjanjian…ini lah yg kadang jd permasalahan dimana alasan leasing sdh diterbitkannya surat tarik external atau kolektor pihak ketiga….baiknya ditiadakan kolektor external cukup kolektor perusahaan klo tidak byr angsuran maka lakukan proses hukum….kita sdh kesana kemari cari buat byr angsuran tp tiba2 harus bayar biaya kolektor eksternal yg nilainya bisa 3 kali dari nilai angsuran apa gak mampus kita baru maksa2 narik mobil asumsi sy klo narik mobil leasing bisa untung apalagi klo angsuran tinggal sedikit terornya semakin kencang

  34. Motor ku beberapa hari kebelakang lg jalan langsung d rebut debcollector pas d stopan …. Musingin sekarang minta d tebus 6jt

  35. Yg jelas ikut aturan saja..yg sdh ada aturan & undang2 nya yg berhak menarik skli lagi bukan debt collector yg berkewenangan adalh putusan pngadln dsertai polisi untuk lkukan pnyitaan,,di luar itu adalh cara2 premanisme yg tentunya ada hkumnya.

  36. Berapa jumlah kolektor Indonesia yang mereka memperoleh penghidupan dari profesi tersebut? Apakah mereka semuanya melakukan kesalahan dalam bertndak? Apakah ketika Aparatur negara melakukan tindakan sewenang wenang, kemudian mereka juga bisa disebut bahwa seluruh aparat seweneng wenang?
    Yang saya tahu, debt kolektor juga memiliki standar operasional dalam menjalankan tugas meski dalam penanganannya memang ada yang bertindak sebagai mana yang disebut di atas. Hanya saja, apa iya harus kemudiaan dipukul rata?
    Bagaimana dengan lembaga yg tampak melindungi konsumen tapi ujung-ujungnya mengamankan unit kendaraan agar bisa memperoleh penebusan dari leasing? Pak, yang tampak kasar tak semua berhati kasar,yang tampak baik belum tentu dalamnya bersih. Dont judge book by the cover.

  37. jgn melihat hanya dari sebelah pihak.. orang jaman sekarang yg punya hutang lebih galak g sadar diri. Simpel aja hutang y harus di bayar, g mau berurusan dengan leasing, bank, dept coll, preman dll apapun gelar yg di berikan kepada penagihan hutang y kontan beli kendaraan nya, masih maksa kredit dan selanjutnya g sanggup bayar kewajiban yg telah di sepakati dari awal tinggal serahkan kendaraannya kepada leasing/bank..inget nama baik dan ingat akhirat tuan dan nyonya yg merasa benar. Tks

  38. Bagus & setuju tntang tindakan kapolri bt masyarakat…
    da beberapa yg mau sya tanyakan sm pak tito kapolri indonesia..
    1. Bila nsabah nya menunggang / tdk mampu byr lg unit kendaraan nya tindakan org leasing yg hrus d ambil bagaimana menurut peraturan hukum nya?

  39. Klo gtu sadar diri aja..klo uda ga mampu bayar pulangkan..
    Pemerintah dan kepolisan liat dlu..
    biaya brpa penarikan juru sita apa lbih bsar tungakan ato lbih lebih kecil..????
    knpa pemerintah ga buat perkreditan rakyat yg pengen punya kendaran..
    apa hanya org kaya aja yg hrus punya kendaraan..trus rakyat kecil pengen gnma yg gaji di bawah UMR..
    Intinya sadar diri aja..uda ga mampu pulangkan tu kendaraan jgn cma mau brgaya dgn hutang..
    gmana tu solusinya..

  40. Petugas penagihan dan penarikan unit yang di sebut debt collector memiliki sertifikat penagihan yang sah dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi penagihan indonesia.

  41. Ini berita benar apa HOAX?
    saya suka melihat, ada oknum wartawan ngemplang kredit, kemudian menekan dan mengancam deb col/leasing dengan pena nya.
    Tindakan mengemplang hutang dengan cara menjual/menggadai adalah tindaan kriminal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *