Kadiskominfo Suni Lumy Pastikan Optimalisasi Sepuluh Titik Hotspot Untuk Pemanfaatannya Masyarakat - Sinarlampung.com

Kadiskominfo Suni Lumy Pastikan Optimalisasi Sepuluh Titik Hotspot Untuk Pemanfaatannya Masyarakat

Spread the love

Sharing is caring!

Lampung Utara (SL)-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Utara, Suni Lumy, memastikan bahwa Proyek Hotspot Gartis Pemkab Lampura berjalan sesuai ketentuan. Terdapatsepuluh titik hotspot bagi masyarakat.

“Kita pastikan semua berjalan dengan baik, dan tidak ada penyimpangan. Semua ada 10 titik, bukan empat titik. Jika ada yang tidap optimal kita akan kros cek, karena memang membutuhkan operator yang benar benar kerja,” kata Lumy, kepada sinarlampung.com, Jumat (11/1).

Kesepuluh titik hotspot tersebut, kata Suni Lumy, berada di Taman Olah Seni Kotabumi, Taman Sahabat Kotabumi, Bundaran Tugu Payan Mas, Tugu Pengantin.jalan Pahlawan, Taman Buah depan Markas Polisi Militer, eks. Taman Makam Pahlawan, Simpang Lampu Merah Kebon Empat, lapangan Koramil Kota, pasar Simpang Saprodi Candimas, dan pasar Kecamatan Bukit Kemuning.

“Pemasangan free hotspot ini bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses beragam informasi yang ada di jagad internet,” katanya.

Dijelaskannya, perincian tagihan perbulan untuk sepuluh titik free hotspot yang harus dibiayai Pemkab Lampura sebesar Rp.5,5 juta dengan koneksi bandwicth 10 Mbps. “Ini kontrak Pemkab. Lampura selama satu tahun. Untuk invoice penagihan dilakukan perbulan,” ujar Suni Lumy.

Terkait pemanfaatan titik free hotspot yang sudah terpasang, katanya, dikembalikan sepenuhnya penggunaan pada masyarakat. “Diskominfo sifatnya hanya menyediakan sarana itu untuk masyarakat,” papar Suni Lumy.

Meski demikian, dirinya menyampaikan jika pada tahun 2017 yang lalu sempat ada keterlambatan pembayaran. “Memang di tahun 2017 sempat terjadi keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh BPKA Lampura. Kita sempat terhutang untuk pembayaran free hotspot yang mana hutang pada tahun 2017 dibayarkan pada tahun 2018,” jelas Suni Lumy, dan sepuluh titik free hotspot tersebut dapat dicoba secara langsung di masing-masing area lokasi.

Untuk pembayaran, Katanya, dilakukan secara transfer langsung melalui Bank Lampung ke pihak PT Telkom. Jika dikalikan, dalam setahun kita melakukan pembayaran sebesar Rp66 juta,-. Mekanismenya melalui sistem pembayaran LS, bukan dengan setor tunai.

“Sisa dari anggaran yang diperuntukkan dalam menjalankan program itu digunakan untuk operasional. Jika ada keluhan, kita langsung turunkan tim untuk crosscheck secara langsung dan memberitahu pihak PT. Telkom ,” katanya Suni Lumy. (ardi)

Tinggalkan Balasan