Johanes Bastista Dikroyok Sekelompok Orang Berambut Cepak, Nasdem Lampung Desak Polisi Tangkap Pelaku - Sinarlampung.com

Johanes Bastista Dikroyok Sekelompok Orang Berambut Cepak, Nasdem Lampung Desak Polisi Tangkap Pelaku

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Pelaku pengeroyokan Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Lampung, Johanes Bastista Geovani alias Geo (54), yang juga orang kepercayaan mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa, diduga dilakukan sekelompok pria berambut cepak berpakaian preman. Korban ditemukan babak belur tergeletak di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, Minggu 1 Desember 2019, sekira 03:30 WIB.

Baca : Petinggi Partai Nasdem Lampung Ditemukan Babak Belur Tergeletak di Pinghir Jalan Dekat Polsek TBS?

Informasi sinarlampung.com menyebutkan pelaku sekelompok orang mayoritas berambut cepak, diperkirakan sekitar 20 orang. Mereka menghentikan korban yang melintas dari arah Novotel, lalu memukuli korban. “Tidak tahu masalahnya apa, kami lihat rombongan, semua rambutnya cepak. Tapi pake baju preman semua. Kami takut mau mendekat,” kata salah seorang warga tak jauh dari lokasi kejadian.

Pagi, kata dia, kejadian hampir bersamaan dengan bubaran lokasi hiburan dj di Bar Dejabu, yang memang selalu ramai. Bahkan parkir mobil ditepi jalan Gatot Subroto itu padat dari arah atas Sukopindo hingga Polsek Teluk Betung Selatan. “Ramai bubaran dejabu, jadi tidak begitu terlihat. Ya memang sejak ada lokasi Bar itu, nyaris tiap malam Kamis, malam Minggu, selalu ada keributan,” katanya.

Kasus Johanes, warga Jalan Turi Raya, Perum Graha Madu Pesona, Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung Senang, itu sudah di Laporkan ke Polresta Bandar Lampung. Korban diperkirakan tergeletak tanpa lebih dari 30 menit, hingga dilihat oleh warga. “Kami kira korban kecelakaan,” kata warga lainnya.

Johanes ditemukan dalam kondisi babak belur tergeletak dipinggir jalan yang tak jauh dari Polsek Teluk Betung Selatan. Korban lalu di antar kerumah sakit oeh Aris, sopir mobil bak terbuka, yang pagi itu melintas dari araah Jalan Yossudarso. Aris hanya mendapat kabar warga dilokasi, korban dikeroyok oleh anggota geng motor. “Kejadian sebenarnya saya gak tahu. Hanya, katanya habis dikeroyok oleh geng motor,” kata Aris di RSUAM.

Menurut Aris, korban dalam kondisi tak berdaya saat ditemukan di pinggir Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. Korban juga sempat sulit diajak komunikasi. “Saya pas lewat depan Polsek Telukbetung Selatan itu sudah ramai orang. Saya habis pulang dari Kalianda jam empat Subuh. Saya inisiatif putar balik dan kebetulan saya bawa kendaraan angkutan terbuka,” katanya.

Aris menjelaskan, saat itu di lokasi sudah banyak orang dan polisi, dan Aris pun berinisiatif mengantarkan korban ke RSUAM. “Saya gak tahu kejadiannya seperti apa. Cuma kendaraan dan HP serta dompet masih ada dan diamankan anggota polsek. Memang ditanya tidak nyambung karena kesakitan ya. Digebukin orang banyak. Mukanya saja hancur,” tandasnya.

Terkaot kasus itu, Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Lampung meminta aparat kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyokan Johanes Bastista Geovani (59). Korban juga Ketua Komisi Saksi Nasdem (KSN) Lampung.“Kami segenap pengurus DPW Nasdem Lampung turut prihatin atas kejadian tersebut. Semoga pihak kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyokan dan membongkar motif dibakil peristiwa itu,” kata Bendahara DPW Nasdem Lampung, Tampan Sujarwadi.

Terpisah, Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Andik Purnomo Sigit mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan atas kasus tersebut. “Kami juga masih cek rekaman CCTV di tempat kejadian perkara dan beberapa titik,” ujarnya.

Petugas kepolisian Teluk Betung Selatan mengamankan satu unit sepeda motor merek Honda Vario warna hitam nopol : BE-2522-EI berikut kunci motor milik korban. Satu buah dompet berisikan identitas korban, dan satu unit handphone merk Oppo warna hitam. Andik memastikan bahwa Johanes Bastista bukan korban aksi tindak pidana pencurian. “Jadi dia (Johanes) ini korban pengeroyokan yang terjadi di depan Alfamart jalan Gatot Subroto,” jelasnya.

Menurut dia, korban dikeroyok setelah pulang dari center stage (CS) Novotel. Hingga kini pihak kepolisian belum mengetahui identitas pengeroyok. Namun menurut keterangan saksi, pelaku pengeroyokan lebih dari satu orang. “Korban sendiri sampai sekarang belum bisa ditanya, masih belum sadar,” katanya. (Joe)

Tinggalkan Balasan