Jelang Panen Harga Anjlok, Petani Kopi Tanggamus Menjerit - Sinarlampung.com

 Jelang Panen Harga Anjlok, Petani Kopi Tanggamus Menjerit

Spread the love

Tanggamus (SL)-Sudah menjadi tradisi dan seperti berjadwal tahunan, setiap bulan Mei-Juli merupakan bulan dimana petani akan memanen hasil jerih payahnya dalam setahun menanam kopi. Namun pada musim tahun ini petani menjerit dengan anjloknya harga kopi. Harga kopi anjlok hingga Rp4 ribu rupaih perkilo.

Saah satu penampung kopi di Ulu belu

Harga kopi yang pada musim sebelumnya tahun 2018 mencapai Rp22 ribu perkilo gram, namun pada musim tahun 2019 ini hanya mencapai harga Rp18 ribu perkilo.

Sofian, petani asal Pekon Sinar Banten, Kecamatan Ulubelu,  Tanggamus mengaku prihatin dengan anljoknya harga kopi. Karena sudah pasti petani Kopi akan merugi.

“Dengan anjloknya harga kopi tahun ini mengakibatkan kerugian belasan juta. Pengahasilan saya dalam setahun kisaran 3 ton, selisih harga tahun ini dengan sebelumnya 3500 artinya dengan selisih 3500 perkilo jika dikalikan 3 ton jumlah kerugian saya tahun ini sekitar Rp10 juta lebih,” katanya.

Sementara Firdaus, salah satu pedagang kopi di Ulubelu menyatakan bahwa anjloknya harga kopi tahun ini dikarenakan besarnya pajak exportir yang kini naik menjadi sebesar 10%. “Salah satu exportir yang terkena dampaknya adalah PT Netsle yang sekarang tidak mengexspor kopi keluar negeri,” katanya.

Petani Kopi

Karena menurutnya, dengan pajak 10 persen terlalu memberatkan pihak exportir, dan sekarang Netsle hanya membeli kopi untuk keperluan lokal. Sedangkan untuk exspornya Netsle saat ini membeli kopi dari vietnam. “Jadi kenaikan pajak eksportir memicu pembelian kopi dengan harga rendah,” katanya.

Kini para petani berharap perhatian pemerintah yang katanya ingin mensejahterakan petani. “Kami petani hanya bisa berharap semoga pemerintah pusat bisa menurunkan angka pajak, sehingga dampaknya akan menguntungkan petani khususnya petani kopi,” kata Sofian. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan