Janjikan Pengangkatan PNS Eks Pegawai Dinas BKD Lamsel Diduga Tarik Rp100 Juta? - Sinarlampung.com

Janjikan Pengangkatan PNS Eks Pegawai Dinas BKD Lamsel Diduga Tarik Rp100 Juta?

Spread the love

Lampung Selatan (SL)-Oknum mantan pejabat BKD Lampung Selatan diduga manfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan. Dia menarik uang Rp100 juta kepada salah satu pegawai honor,  dengan janji meluluskan pengangkatan sebagai PNS. Namun,  setelah berjalan enam tahun Betti (32) tidak juga diangkat menjadi PNS, di Pemkab Lampung Selatan.

Hal itu terungkap setelah Samidi (62) orang tua Betty, warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang. Dirinya menyatakan telah mengeluarkan uang sebesar Rp100 juta kepada pegawai BKD,  Kamisan yang sekarang menjabat Sekertaris Dinas Pendidikan Lampung Selatan.

Kepada wartawan,  dilangsir lampost.co, Sabtu, 2 November 2019, Samidi menceritakan, bahwa pada tanggal 18 Oktober 2013 lalu, Samidi telah menyerahkan uang sebesar Rp140 juta kepada Kamisan. Dalam tanda bukti kwitansi bermaterai 6.000 tersebut tertulis untuk pembayaran titipan sementara. “Titipan sementara untuk pengangkatan anak saya menjadi PNS. Selanjutnya saya kasih Rp40 juta lagi sesuai permintaan Pak Kamisan waktu itu,” kata Samidi di rumahnya,  Sabtu 2 November 2019.

Hanya saja,  ujarnya,  penyerahan uang berjumlah Rp40 juta itu tidak disertai tanda bukti kwitansi seperti sebelumnya. “Yang kedua uang saya titipkan ke menantu saya Wartoyo. Namun belum diiberi kwitansi,” katanya.

Samidi berharap pegawai BKD tersebut dapat mewujudkan harapan anaknya diangkat menjadi PNS, seperti janji Kamisan saat menawarkan pekerjaan tersebut. “Kalau tidak juga diangkat jadi PNS ya saya ingin masalah ini selesai secara kekeluargaan. Yakni uang kembali dan tidak sampai ke ranah hukum,” tegasnya.

Mennggapi hal itu,  Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan Lampung Selatan, Kamisan, membantah telah menerima uang Rp100 juta yang diduga untuk pelicin memasukan seorang warga Ketapang dapat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Enggak bener dana itu untuk memasukan anak dari Samidi menjadi PNS. Tapi uang itu untuk beli kebun. Jadi jangan dipelintir-pelintirlah informasinya,” ujar dia, ketika ditemui Lampost.co, di ruang kerjanya, Jumat, 1 November 2019.

Ketika didesak terus dengan berbagai pertanyaan, Kamisian pun memberikan keterangan berbelit-belit. “Uang itu saya pinjam dari Samidi, bukan untuk mengurus memasukan anaknya menjadi PNS. Jadi, jangan dikait-kaitkan dengan penerimaan PNS. Itu urusan pribadi saya dengan Samidi,” kata mantan pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamsel itu.

Bahkan, dia pun meminta kepada wartawan, untuk tidak menerbitkan pemberitaan yang belum jelas. “Nanti saya mau bertemu dan bicara lebih dulu dengan Samidi. Jadi, jangan diberitakan dulu, bisa rusak karir saya sebagai PNS,” pintanya.

Informasi yang dihimpun wartawan, sebagai bukti kuat Kamisan telah menerima uang dari Samidi sebesar Rp100 juta berupa kwitansi bermateri 6.000 terdapat tanda tangan Kamisan, tertanggal 8 Oktober 2013.  Pada kwitansi tersebut bertuliskan sudah terima dari Samidi uang sebanyak Rp100 juta untuk pembayaran titipan sementara. (lampost)

Tinggalkan Balasan