Jalin Cinta Terlarang, Oknum ASN Dinas PPA Lampura Digerebek Warga

Spread the love

Sharing is caring!

Lampung Utara (SL) – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdaftar aktif dilingkup Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Lampung Utara, pada Kamis kemarin, (1/11), sekira pukul 09.00 WIB, digerbek warga atas dugaan perselingkuhan yang dilakukannya.

Dugaan perselingkuhan yang dilakukan MS, (46), warga jalan Teratai Kel. Kelapa Tujuh, Kec. Kotabumi Selatan, kabupaten setempat, bersama seorang pria idaman lain, Ti alias Edi Obara, warga Kec. Baradatu, Kab. Way Kanan, membuat warga yang mengetahui membawa kedua.pasangan tidak sah ini ke Polsek Kotabumi Utara.

Diketahui, MS, ibu satu anak ini merupakan istri sah dari suaminya berinisial MU, warga Dusun Curup Guruh, Desa Bernah, Kel. Kota Alam, Kec. Kotabumi Selatan.

MU mengatakan sangat menyesali atas tindakan yang dilakukan oleh istrinya bersama Ti alias Edi Obara. “Saya ini masih sah sebagai suaminya. Kenapa dia sudah berani selingkuh di belakang saya. Saya tidak terima perbuatan tersebut,” ujar MU, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, (1/11), di Polsek Kotabumi Utara, sesaat usai warga menyerahkan kedua pasangan buoan muhrim tersebut ke polisi.

Ditambahkannya, dirinya berharap pihak Polsek Kotabumi Utara, agar menindaklanjuti peristiwa perzinahan yang dilakukan keduanya. “Dengan terbongkarnya kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh istri saya ini jelas membuat nama baik saya dan keluarga tercoreng. Ini adalah suatu tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dan perzinahan,” tegas MU.

Terpisah, Kapolsek Kotabumi Utara, Iptu Aris Satrio, mengatakan, sejauh ini pihaknya hanya melakukan pengamanan atas penangkapan yang dilakukan oleh warga. Terkait kasus apa yang menyangkut kedua orang yang telah diamankan tersebut, sejauh ini ia belum dapat memastikan.

“Hanya saja berdasarkan informasi dari anggota, kedua orang tersebut diamankan karena terlibat permasalahan keluarga,” ujarnya singkat, melalui komunikasi ponsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kab. Lampura, Maya Natalia Manan, saat dikonfirmasi, membenarkan jika MS merupakan salah satu stafnya. “Ia bertugas di bagian Bendahara Tata Usaha (TU) di Dinas PPA,” tutur Maya Natalia Manan, melalui komunikasi ponsel.

Saat ini pihaknya sedang mencari kebenaran terkait informasi yang beredar jika bawahannya tersebut digerebek warga atas dugaan perselingkuhan dengan mengutus stafnya untuk cross check di Polsek Kotabumi Utara.

“Setahu saya, terkait Ti alias Edi Obara, itu suaminya MS. Mereka berdua sudah nikah secara siri. Status pernikahan MS dengan MU, saat ini sedang dalam proses perceraian. Yah, secara agama, tentunya mereka telah resmi bercerai, namun secara negara masih dalam proses,” terang Maya, Kamis kemarin, (1/11).

Hasil pantauan wartawan di Mapolsek Kotabumi Utara, selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan satu unit mobil Avanza warna SilverĀ B 1581 PZB, satu bundel obat kuat yang dibungkus dengan menggunakan plastik warna hitam, dua buah sepatu dan sandal milik MS, satu buah jaket loreng milik anggota TNI, dan android jenis Samsung warna putih. (dani/ardi)

1 Comment

  1. Hal sdh terjadi, klau ada hukum yg dilanggar ya proses ssuai aturan dan prosedur yg berlaku (alat bukti, saksi2), klau ada pelanggaran etika, sosial, budaya ya dibahas tuntas bgmna lazimbya.
    Klau dia suka sama suka ( bkn pemaksaan) dianjurkan nikah yg syah, apakah secara agama atau skalian secara negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *