Idealisme Pemuda Muhammadiyah Dalam Kancah Politik di Lampung - Sinarlampung.com

Idealisme Pemuda Muhammadiyah Dalam Kancah Politik di Lampung

Spread the love

(Catatan Pelantikan PW Pemuda Muhamamdiyah Lampung Periode 2019-2023)

Oleh. Hasbullah, M.Pd.I 

Pringsewu (SL)-Pemuda dalam pepatah arab di sampaikan “subbanul yaumi rijalughoddi” yang maksudnya “Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan”. Begitu hebatnya pemuda bahwa perkembangan dunia dalam berbagai hal tak lepas dari penan anak-anak muda. Kemajuan umat pun digerkkan oleh kekuatan mereka.

Kebanyakan Nabi dan Rasul diangkat di usia mudah bahkan remaja. Begitu banyak banyak pahlawan kebangsaan yang berjuang dan gugur pada usia muda. Artinya bahwa pada darah pemuda ada harapan yang dibebankan untuk melakukan perubahan. Andaipun berbagai masalah yang ada tidak ada kunjung menemukan jalan keluar, maka suda menjadi kewajiban bagi pemuda untuk menuntaskan masalah tersebut. Tapi pada realitanya banyak pemuda yang tidak pantas bahkan tidak mampu untuk menuntuaskan masalah tersebut.

Pemuda dengan kecakapan ilmu serta kekuatan fisik harusnya menjadi seorang kesatria yang membawa senjata tajam, yang mampu menerjang dan menikam musuh sehingga mundur atau tunggang gelanggan dan kalah. Begitupun dengan keadaan negeri ini dan keadaan umat ini membutuhkan pemuda yang memiliki jiwa kesatria, tapi keadaan pemuda hari ini, seperti sapi ompong jika ada persoalan yang ada, terutama masalah politik yang akan menentukan masa depan kehidupan dan penghidupan.

Pemuda hari ini khususnya pemuda Muhammadiyah sudah seharusnya berilmu, memiliki idealisme yang menjadi kapasitas mutlak pemuda Muhammadiyah sehingga mampu dan berani dalam menghadapi realita hari ini terutama realitas politik hari ini, kewibawaan dan kehormatan pemuda dan pemuda Muhammadiyah tetap terjaga.

Pemuda Muhammadiyah tidak akan terpisah atau dipisahkan dengan kejolak politik, karena bagaianapun politik adalah hulu dari segala kebijakan, hanya saja kegiatan politik Pemuda Muhammadiyah adalah politik yang bermartabat dan tidak akan mengorbankan nilai-nilai kepatutan dan keIslaman.

Jika lebih dalam kita memperhatikan saat ini ada dua kelompok dalam internal Pemuda Muhammadiyah yang memandang soal politik. Kelompok pertama, menginginkan Pemuda Muhamadiyah terlibat aktif dalam politik praktis, karena mereka menganggap tanpa mengambil poitik praktis, maka Pemuda Muhamadiyah akan kesulitan memperjuangkan kepentingan umat Islam dan pemuda Islam pada khususnya dalam ranah publik.

Sedangkan kelompok yang kedua yang tidak ingin Pemuda Muhammadiyah terlibat aktif pada politik praktis, karena hanya akan membuat tarik menarik kepentingan yang hanya akan membuat kerugian dalam Pemuda Muhammadiyah serta melahirkan kader jadi-jadian di Pemuda Muhammadiyah.

Keunikan dua pemikiran kubu ini seharusnya sudah dirawat dengan baik sebagai tanda kekayaan khasanah pemirkiran dan gerakan Pemuda Muhammadiyah dan tidak menjadikan jalan syaraf pemusuhan serta permusuhan melainkan menjadi kompetisi yang sehat dan menyehatkan.

Pemuda Muhammadiyah sebenarnya tidak pernah melarang kadernya untuk terjun di kancah politik praktis, bahkan mendukung kadernya untuk berkiprah di ranah politik. Bahkan baru-baru ini kader Pemuda Muhamamdiyah terbelah dalam dukung mendukung calon yang sudah seharusnya tidak menjadi ladang permusuhan serta menjatuhkan tapi hal ini menjadikan proses pengkaderan secara langsung dalam dunia politik.

Disisi lain bisa kita melihat bahwa ketika kader Pemuda Muhammadiyah sudah masuk dalam ranah politik, maka kepentingan praktis jangan dibawa ke dalam tubuh Persyarikatan terkhsus Pemuda Muhammadiyah, dan tetap menjunjung tinggi akhlaq sesuai dalam bingkai Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah.

Dengan melihat langgam gerak Pemuda Muhammadiyah mengenai politik tersebut, anggota atau kader Pemuda Muhammdiyah yang aktif dalam Partai Politik jangan sampai mencampuradukkan dan membawa kepentingan politik ke dalam oranganisasi Pemuda Muhammadiyah. Lebih jauh lagi ketika konflik kepentingan dan pemikiran haruslah mengutamakan dan membela Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah.

Dinamika Politik Provinsi Lampung

Pada tahun 2020, ada delapan kepala daerah yang akan habis masa jabatannya, maka akan ada daerah yang akan melakukan pemilihan kepala daerah yang sudah seyogyanya pemuda Muhammadiyah menggambil peranan strategis dalam rangka melakukan edukasi-edukasi politik sehingga terlahir Pilkada yang bermatabat, menghadirkan kemenangan di atas jalan fasthabiqul khairat.

Langkah strategis itu salah satunya menempatkan kader terbaik pemuda Muhammadiyah menjadi penyelenggara Pilkada dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), bukan kader jadi-jadian atau kader lahir karena kepentingan politik belaka. Maka disinilah idealisme pemuda akan diuji dan dipertaruhkan.

Adapun daerah tersebut antara lain Kota bandar Lampung, Kota Metro, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Pesisir Barat dan Waykanan. Pamuda Muhammadiyah yang tesebar di delapan kabupaten tersebut harus mengambil peran-peran aktif sehingga pemuda Muhammadiyah menjadi pembeda dan memberikan warna politik yang berkemajuan. Yaitu politik yang membiarkan pilar demokrasi bermain sesuai dengan iramanya dan pemuda Muhammadiyah terus memproduksi wacana, sikap dan moralitas politik yang santun dan beradab.

Dengan idealisme Pemuda Muhammadiyah hadir dan memberikan kontribusi bagi pembangunan politik lokal yang beradab, bermoral, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Kader Pemuda Muhammadiyah yang hadir dalam rangkan menyukseskan PILKADA harus mengembangkan gagasan politik yang prospektif bagi konstruksi daerah tesebut yang beradab serta menjadi kader politik yang memiliki visi kemanusiaan, keIndonesiaan, dan kebangsaan. Dari situlah akan terlahir khoiru Ummat serta tercipta Baldatun Thoyibatun warobun ghofur.

Dalam gerakan kancah politik dan dalam rangka menjaga idealisme Pemuda Muhammadiyah Lampung maka tidak salah jika kita mengingat 5 (lima) pondasi utama untuk dijadikan koridor penting sebagai batasan pijakan bersama untuk mencapai tujuan kemajuan Pemuda Muhammadiyah salah satunya tujuan dalam politik kebangasaan. Pondasi pertama Tauhid, Aqidah ini penting sekali sebagai dasar gerakan kita, jika keyakinan kita lemah maka akan sangat rapuh gerakan Pemuda Muhammadiyah.

Pondasi kedua, adatah sistem moral yang benar berdasarkan wahyu illahi. Pondasi ketiga, adalah faith and action atau action base on faith, yaitu melakukan amal sholeh sebanyak-banyaknya yang didasarkan pada aqidah serta nilai-nilai moral yang benar, sehingga amal itu tidak hampa serta tujuan amal itu menjadi jelas arahnya. Pondasi keempat adalah Keadilan.

Keadilan ini merupakan perintah pertama dalam Al-Quran Innallah ya’muru bil ‘adl wal ihsan, yakni berbuat keadilan dan kebajikan, karena memang begitu jelas benang meraih keadilan itu dalam konsep agama Islam. Pondasi kelima, adalah memiliki kecenderungan yang kuat untuk tidak putus-putusnya mengem bangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Maka idealisme pemuda dalam kacah politik harus di jaga setidaknya dengan dua hal pertama, tidak malas berfikir. Politik adalah dinamis serta selalu berkembang termasuk didalamnya adalah masalah sehingga membutuhkan kekuatan fikir yang kokoh. Sebab dalam politik itu akan berkaitan dengan kemasalahatan oranga banyak sebut saja kemaslahatan umat dan bangsa. Sehingga dibutuhkan kekuatan dan kegigihan dalam berfikir untuk mengahdirkan jalan keluar dari persoalan politik serta menjada idealisme Pemuda Muhammadiyah serta kader itu sendiri.

Kedua, Idealisme akan senantiasa terjaga jiaka mempunyai daya inovasi yang tinggi. Inovasi dibutuhkan dalam rangak perkebangan dan kemajuan zaman, begitupun dengan suhu politik yang akan senantiasa berkembangan dan mengalami perubahan. Idealisme Pemuda Muhammadiyah harus mempu melahirna inovasi dalam fikiran dan tindakan, tidak monoton terkesan statis dan bahkan mendekati jumud.

Maka perbedaan pemikiran, perkataan dan tindakan menjadi kekayaan bukan menjadikan alat pelemah atau bahkan menjatuhkan. Sebab dalam politik pasti akan menghadirkan kepentingan dan keberpihakan tetapi jika diwarnai dengan inovasi untuk kepentingan organisasi disitu akan terlahir kompetisi yang sehat yang tidak akan merasa terzolimi atau tersakiti.

Maka Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Lampung kedepan harus mampu mengakomir kader terbaik yang ditempatkan untuk suksesi gerakan politik Pemuda Muhammadiyah. Dengan menempatkan kader terbaik, serta memiliki idealisme dalam kaca mata Pemuda Muhammadiyah, agar dapat membantu pemuda Muhammadiyah dalam menggerakan organisasi dalam rangka dakwah amar makruf nahi mungkar guna mewujudkan tujuan Pemuda Muhammadiyah “menghimpun, membina, dan menggerakkan potensi Pemuda Islam serta meningkatkan perannya sebagai kader untuk mencapai tujuan Muhammadiyah. ***

Penulis adalah Dosen STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung.

Tinggalkan Balasan