Hendri Semaka Lahirkan Banyak Wayak Lampung - Sinar Lampung

Hendri Semaka Lahirkan Banyak Wayak Lampung

Spread the love

Sharing is caring!

Tanggamus (SL)-Hendri alias Hendri Semaka, pria kelahiran 11 februari 1976 di Banjar Manis ini ternyata sudah banyak menorehkan karya Sastra Lampung Wayak atau Puisi yang sudah pernah di terbitkan oleh beberapa penerbit buku. Terbaru ia menciptakan Segata Lampung (Lagu) yang berjudul “Binasa Selat Sunda” yang terinpirasi oleh musibah Tsunami Banten dan Lampung, yang terjadi Desember 2018 yang lalu.

Dalam wawancara ekslusif kepada wartawan Tanggamus di kediamannya, Bekasi (Jawa Barat) pada Rabu 8 Januari 2019 yang lalu, pria penyuka Wayak (Puisi) Lampung itu mengatakan, jika dirinya sangatlah berantusias ingin melestarikan budaya sastra Lampung, yang salah satunya adalah puisi atau dalam bahasa lampung disebut Wayak dan sering disebut Wayak Lappung.

Ditahun 2014 yang lalu, salah satu karyanya pernah diterbitkan oleh penerbit buku yang berbasis kurikulum SD/MI 2014. Karyanya tersebut dimuat dalam buku pelajaran Bahasa dan Aksara Lampung karya Abdullah M.M untuk kelas 6 SD/MI, terbitan Lentera dan mengisi kolom cerpen dengan judul “SESOLAN” dan diterbitkan dalam dua dialek, yaitu dialek nyow dan dialek api.

Bahkan ditahun sebelumnya, karya tulisan Hendri pun pernah dimuat oleh Majalah Ekonomi Budaya dan Wisata edisi 12 Tahun 2013, dan mengisi kolom Budaya dengan tulisan Essay berjudul “Sebambangan Bukan Kawin Lari “, serta mengisi kolom Segata dengan 2 ( dua ) karya Segata atau Syair Lagu, dengan judul “Moloh Cakak” dan “Pekon”.

Kini, ditahun 2019, ia menciptakan sebuah karya yang berbeda dengan sebelumnya. Hendri menciptakan Segata atau Syair Lagu berbahasa Lampung dan diiringi gitar tunggal Lampung bersama dengan Yhonda Rizal (Vocalis) dan Yogi Wardana (Pengiring Musik Gambus), yang juga merupakan pemuda dari Pekon Banjar Manis Kec.Gisting Kab.Tanggamus. Karya ini sendiri terinpirasi atas bencana Tsunami yang menyapu Banten dan Lampung, dan diberi judul “Binasa Selat Sunda”  yang diciptakan hanya dalam waktu 3 (Tiga) jam saja.

Segata “Binasa Selat Sunda ” ini pun, ikut dibacakan dalam bentuk puisi oleh Batin Diandra Taurus Irawan Putra seorang Sastrawan Muda asal Lampung Barat dalam acara ” Konser Amal Penggalangan Dana Korban Tsunami ” yang digelar di halaman Kantor Gubernur Provinsi Lampung pada Jum’at 11/1/19. Dan dari syair ” Binasa Selat Sunda ” banyak para pendengar dan penonton yang ikut hanyut terbawa emosi puisi yang dibawakan oleh Sastrawan Muda asal Lampung Barat tersebut, karena dari syair yang terlantun bait-perbait mengandung nilai-nilai Kemanusian dan Ketuhanan yang sangat menyentuh.

” Saya hanya berharap agar kiranya budaya Lampung, lebih dikenal bukan hanya dikalangan sendiri tapi bisa lebih meluas lagi sampai keseluruh Nusantara ini, dan untuk generasi muda Lampung saya berpesan, jangan pernah malu untuk melestarikan budaya Lampung baik itu Sai Batin atau Pepadun ” kutipan wawancara dibekasi Rabu 8/1/19. (Wisnu/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *