Hama Wereng Serang Sawah di Kecamatan Wonosobo, Sebagian Petani Memanen Paksa - Sinarlampung.com

Hama Wereng Serang Sawah di Kecamatan Wonosobo, Sebagian Petani Memanen Paksa

Spread the love

Tanggamus (SL)-Puluhan hektar sawah di Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, terancam gagal panen karena serangan hama wereng (Nilaparvata  lugent). Akibatnya sebagain petani sawah di Pekon Banjar Negara, Banjar Sari, Kunyayan dan sekitarnya  terpaksa memanen tanaman padinya.Kerugian petani mencapai puluhan jutaan rupiah.

Tanaman padi mereka layu dan mengering akibat Wereng coklat menyerang, padahal tanaman padi mereka yang mulai berisi. Sehingga dalam hitungan beberapa hari tanaman padi yang tadinya ijo royo-royo langsung layu dan mengering dari batang hingga daun. Padahal petani sudah berusaha beberapa kali melakukan penyemprotan insektisida, namun tidak ada hasil.

Kepada Sinarlampung.com, Supri, petani asal Banjar Sari mengatakan, bahwa serangan wereng yang ada disawahnya luar biasa, karena dalam beberapa hari tananan langsung layu dan mengering. Padahal petani hanya tinggal menunggu beberapa mingggu lagi panen. “Segala upaya sudah di lakukan termasuk penyemprotan insektisida. Hanya beberapa hari saja tanaman padi kami layu dan mengering, karena werengnya yang luar biasa banyak, sudah berapa kali saya nyemprot obat tapi gak ada hasilya,” katanya saat memanen padinya, Kamis(7/11/19)

Karena serangan wereng petani merugi karena biaya perawatan tak sebanding dengan hasil panennya. Sawah seluas  satu Hektar biasanya menghasilkamn padi 6 – 8 ton , kini hanya kisaran beberapa kwintal saja dengan kwalitas padi buruk. “Dalam sehektar biasanya kami dapat panen padi 6-8 ton, tapi sekarang paling kisaran beberapa kwintal saja” Pungkas Supri.

Hama wereng adalah hama yang sangat menjadi momok bagi petani,  penanggulangan dan pembasmian secara berkala dan serempak di harapkan  peran Pemerintah Tanggamus untuk mengevaluasi kinerja petugas penyuluh pertanian (PPL) untuk di pastikan terjun dan berinteraksi langsung dengan petani. (hardi/wisnu)

Tinggalkan Balasan