Hacker Bobol Tender Proyek Pemkab Lamsel? - Sinarlampung.com

Hacker Bobol Tender Proyek Pemkab Lamsel?

Spread the love

Lampung Selatan (SL)-Puluhan paket proyek dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Lamsel yang dilelang melalui website Layanan  Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Lampung diduga dibobol Hacker, Selasa (8/10/2019).

Berdasarkan pantauan, puluhan paket proyek yang hilang akibat server LPSE Provinsi Lampung disusupi hacker senilai 700 juta keatas. Pasalnya banyak kontraktor Lampung Selatan, yang sudah mendaftar dan mengirimkan dokumen penawaran, tiba-tiba hilang diberanda akun rekanan.

Seperti yang diungkapkan MA direktur cv.pandawa siham, dirinya sudah mendaftar dan mengirimkan dokumen penawaran pada paket peningkatan ruas jalan Hadi Utomo desa Banjar Agung senilai Rp. 1.110.000.000 – dengan kode RUP 21846334, tiba-tiba paket tersebut hilang sehingga peserta lelang tidak bisa memantau peserta yang mengikuti tender tersebut.

“Kami sudah upload dokumen, tapi begitu kami pantau siapa saja dan berapa yang lolos kualifikasi berkas melalui beranda, paket tersebut hilang dari beranda perusahaan kami. Parahnya lagi, saat kami pantau di website LPSE Provinsi paket tersebut juga hilang dan muncul kembali pada saat pembukaan dokumen oleh panitia,” ujarnya.

Bahkan lanjutnya, dari data yang dimilikinya, ternyata puluhan paket yang sudah didaftarkan rekanan lokal juga hilang dari server LPSE. “Yang hilang bukan paket yang saya daftarkan saja, melainkan paket yang di tawar oleh rekanan lampung Selatan dan Bandar Lampung juga hilang dari website LPSE Provinsi,” tambahnya.

Dirinya berharap kepada pihak yang sudah membayar hacker untuk membobol server LPSE provinsi untuk mengamankan paket dan memipulasi data yang di input data rekanan pada paket PUPR Lamsel agar, bisa sportif dalam mengikuti proses tender yang dilakukan LPSE Provinsi Lampung.

“Kami yakin ini permainan hacker untuk mengamankan paket diPemkab Lamsel, karena paket proyek senilai 1 miliar keatas bermasalah, sedangkan paket dibawah 1 miliar tidak ada laporan pengaduan ke LPSE. Artinya ada pelaku yang sengaja membobol server LPSE, untuk mengamankan sisa paket PUPR yang sedang di tender dan dinas kesehatan,” pintanya.

Terpisah Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Lamsel Tirta Saputra mengatakan dirinya sudah melaporkan ke LPSE Provinsi Lampung dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). “Kamis sudah lapor ke LKPP pusat, dan pihak LKPP meminta waktu 4 sampai 5 hari mulai senin kemarin untuk uji forensik. Artinya kemungkinan hari jum’at ini ada hasil dari uji forensik yang dilakukan LKPP, apakah dibobol hacker atau memang server yang sedang eror,” jelasnya.

Sedangkan, saat ditanya apakah proses tender akan diteruskan atau dilakukan lelang ulang pada paket bermasalah tersebut, dirinya tidak bisa mengambil keputusan, karena yang berhak memberikan rekomendasi tender ulang adalah LPSE Provinsi Lampung. “Nanti surat yang turun dari LPSE seperti apa, apakah ditender ulang paket yang bermasalah tersebut atau dilakukan perpanjangan waktu evaluasi berkas,”pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan