H+5 Pemudik Banjiri Pelabuhan Bakauheni Belasan Orang Pinsan Ngantri Tiket - Sinarlampung.com

H+5 Pemudik Banjiri Pelabuhan Bakauheni Belasan Orang Pinsan Ngantri Tiket

Spread the love

Lampung Selatan (SL)-H+5 Idul fitri arus balik pemudik membanjiri Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (9/8/2019). Sebanyak 13 orang pingsan akibat antrean panjang di sejumlah loket pelabuhan penyeberangan tersebut.

Antrian tiket

Antrean pemudik pejalan kaki dimulai dari halaman parkir terminal Pelabuhan hingga loket pembelian tiket. Sejumlah dermaga juga dipadati pemudik dewasa, anak-anak hingga balita.  Panjangnya dan lamanya antrean membuat sejumlah pemudik kelelahan. Tercatat sekitar 13 orang jatuh pingsan kelelahan lama mengantre untuk membeli tiket kapal Ro-Ro

Pemudik pinsan ditangani pos pelayanan kesehatan untuk menjalani perawatan medis, sementara tidak sedikit pemudik yang harus pasang alat bantu pernafasan. “Ini enggak benar, tahun-tahun biasanya enggak kayak gini. Lebih baik pakai sistem tahun lalu kita beli tiket dengan cara manual, tunai. Kalau sekarang kan kita harus top-up,’ kata seorang pemudik kesal.

“Ini yang bikin lama, antrean bisa sampai begini,” Umpat Sari Mustika kepada petugas pelayanan loket pembelian tiket. Hingga pukul 17.00, antrean panjang pemudik pejalan kaki masih berlangsung. Kondisi ini diprediksi terjadi sampai malam hari.

Sementara antrean panjang mobil dan motor terus terjadi sejak kemarin, H+4 Lebaran Idul fitri 2019 di Pelabuhan Bakauheni Lampung. Arus Balik lebaran dari Sumatera menuju Pulau Jawa yang sempat membludak sejak H+3 ternyata masih terjadi pada H+5 Minggu (9/6/2019) walau tak sebanyak pada H+2 sebelumnya.

Antrean Terus Terjadi

Antrean kendaraan yang terjadi di Dermaga lII bukan tanpa sebab, melainkan karena agak terlambatnya Kapal yang sandar untuk mengangkut penumpang arus balik menuju Merak Banten.

Herman (32)  asal Pringsewu tujuan Cilegon Banten, yang bersama istri dan anaknya melakukan perjalanan dengan menggunakan motor sampai di Pelabuhan Bakauheni sekitar jam 8.30 Wib dan langsung di arahkan ke dermaga III. Dia antre dan menunggu sekitar 1 jam baru bisa naik kapal jam 10,15 Wib. “Walau agak lama nunggu antrean, ya tapi lumayan jenuh juga satu jam nunggu bang,” ujarnya.

Hal senada juga di ungkapkan oleh supir truk yang meminta namanya tidak di sebut, bahwa dirinya membawa buah buahan dari Metro tujuan Serang Banten dan  terlambat nyeberang. Dia pasrah kalaupun muatan (buah) yang di bawanya harus rusak dan busuk. “Mau gimana lagi. Saya malah antre dari semalam baru bisa masuk kapal jam 10 siang ini. Saya sudah pasrah aja, paling gosong semua buah buahan yang saya bawa,” katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan