Gubernur Arinal Siapkan Strategi dan Solusi Stabilkan Harga Kopi - Sinarlampung.com

Gubernur Arinal Siapkan Strategi dan Solusi Stabilkan Harga Kopi

Spread the love

Lampung Barat (SL)-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi segera merespon keluhan petani Kopi Lampung, akibat tidak stabilnya harga komoditas kopi yang dinilai kurang menguntungkan petani. Gubernur segera mencarikan solusi terkait harga kopi itu.

“Kita akan carikan solusi untuk mengatasi masalah harga kopi ini,” ujar Arinal pada pembukaan Festival Kopi di Kampung Kopi, Pekon Rigisjaya, Kecamatan Airhitam, Lampung Barat, Selasa ( 9/7).

Dihadiri Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Bupati Parosil Mabsus, Ketua Dewan Kopi Indonesia Anton Apriantono, dan mantan Bupati Lambar dua periode, Mukhlis Basri. Selanjutnya, Arinal menyatatakan, Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinannya berkomitmen meningkatkan kesejahtetaan petani. Saat ini, harga komoditas kopi tidak stabil di bawah Rp20 ribu perkilogram.

Arinal menyatakan segera duduk bersama pengusaha dan petani kopi untuk mencarikan solusi mengatasi tidak stabilnya harga komoditas petani. “Dalam waktu dekat kita akan duduk bersama dengan petani dan pengusaha untuk membahas masalah kopi. Di sini kita akan cari solusi terbaik agar kesejahteraan dirasakan semua pihak,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Arinal mengatakan, bukan hanya Lampung yang giat mepromosikan kopi. Tetapi daerah lain, seperti Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bengkulu kini giat mempromosikan kopi. Bahkan, saat menghadiri pertemuan seluruh gubernur se-Sumatera di Bengkulu, kedua provinsi tersebut mengklaim kopi merupakan miliknya. “Ya sah-sah saja, disana juga ada kopi. Tapi yang pasti kopi Lampung selalu di hati. Rasa tidak pernah berbohong,” katanya.

Karena itu, Arinal mengapresiasi Festival Kopi yang digelar di daerah yang menjadi sentra penghasil kopi, Lampung Barat. Diharapkan, kegiatan ini membantu perekonomian masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya. Festival kopi juga menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan wilayah perdesaan yang seimbang dengan wilayah perkotaan.

“Mari kita bersama mengatasi masalah-masalah kopi karena ke depan akan diupayakan harga kopi dan kualitas meningkat, pengusaha mendapatkan keuntungan dan rakyat dapat sejahtera,” ungkapnya.

Sementara Ketua MPR Zulkifli Hasan yang hadir pada acara itu, mengatakan harus ada kerja sama yang erat antara petani, pengusaha dan pemerintah untuk mengembangkan kopi. Zulkifli mencontohkan negara yang juga penghasil kopi, yakni Kolombia. Di negara ini, pengusaha, pemerintah dan masyarakat bekerja sama sehingga dapat mengendalikan ekonominya. (indrawan/red).

Tinggalkan Balasan