GMPRI Sebut Jokowi-JK Gagal Memimpin Selama 4 Tahun

Spread the love

Sharing is caring!

Jakarta (SL) – Momentum 4 tahun Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), merupakan ajang untuk mengevaluasi, menagih, mendesak, dan menuntut hak-hak dan kewajiban pemerintahan sesuai yang tercantum di dalam visi-misi program Nawacita.

Garakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia mengungkapkan, berbagai survei menunjukkan kepuasan dan kelemahan serta efektif atau tidaknya kinerja kabinet kerja Jokowi-JK dalam mengelola negara.

Ketua Umum GMPRI, Raja Agung Nusantara mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi sorotan 4 tahun masa pemerintahan Jokowi, seperti nilai tukar rupiah yang melonjak dan memasuki angka 15.000 rupiah per dolar Amerika Serikat (AS).

“Ada juga peningkatan harga BBM yang subsidinya dicabut sehingga pada akhirnya berdampak pada harga kebutuhan bahan pokok. Isu lain yang terkait adalah impor besar-besaran dan pengandalan hutang luar negeri yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK,” kata Raja Agung Nusantara, Jumat (27/10/2018).

“Kenaikan harga BBM, dolar tak terbendung yang berimbas naiknya bahan pokok, hal inilah yang pada akhirnya mengakibatkan beberapa organisasi kemahasiswaan trmasuk Organisasi GMPRI mengadakan evaluasi terhadap kebijakan pemerintahan saat ini.” katanya

Selain itu Raja Agung juga mengharuskan Mahasiswa menjalankan fungsi kontrol terhadap kinerja pemerintahan karena yang bertanggung jawab terhadap perkembangan negara bukan hanya aparatur tapi masyarakat juga harus menjalankan fungsi kontrol.

Ia menilai diskusi mengenai evaluasi empat tahun Jokowi-JK harus dijadikan diskusi akademik dan jangan berpindah dari akademik menjadi politik. “Diskusi bertujuan untuk meningkatkan daya kritis mahasiswa yang selama ini dianggap diam oleh banyak pihak.”jelas Raja.

Dalam kesempatan yang sama, Waketum GMPRI Komar Akbar mengakui bila dalam penegakkan hukum seringkali suka ada tekanan publik. Namun demikian, pemerintah harus berani dan tidak boleh bimbang dalam mengambil sebuah keputusan.

“Pemerintah tak boleh gamang asal proses hukumnya sudah benar. Yang penting bisa dipertanggung jawabkan secara hukum. yang jelas harua ada dasar hukum yang argumentatif,” tegas Komar.

Sementara Aktivitas Pemuda Bumi Putra Nusantara, Rahmat Luang mengatakan dengan tegas, Kedaulatan Pangan Hari ini publik kembali disunguhi tuntutan sengkarut kenaikan impor beras, ketidak kompakan birokrasi secara nyata dipertontonkan melalui perseteruan antara Menteri Perdagangan dan Kepala Bulog. “Kedaulatan Hukum Pemerintah saat ini telah gagal dalam mengenalkan Sila Ke-5 yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”katanya

Doli Yatim juga mengungkapkan Tenaga Kerja Asing yang di atur dalam Peraturan Presiden No. 20 Tahun 2018 tentang penggunaan TKA cenderung mempermudah masuknya TKA ke Indonesia, padahal banyak tenaga kerja lokal masih membutuhkan lapangan pekerjaan.

Fahri Rahman Selaku Moderator di acara diskusi Kebangsaan memenejmen acara diskusi dengan sangat menarik dan penuh antraktif dan Motivasi, dan membuka sesen tanya jawab, beberapa Peserta diskusi mengajukan pertanyakan yang berhubungan dengan kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama 4 Tahun.

Hasil dari diskusi kebangsaan para Nara sumber bersepakat mengatakan Pemerintahan Jokowi-JK Telah gagal Memimpin negara Kesatuan Republik Indonesia selama 4 Tahun, setelah di analisa dan di indentifikasi dari berbagai data statistik dan berbagai elemen kebangsaan dan aspek berbangsa mulai dari tatanan Ekonomi makro-mikro, sosial, politik, budaya, konflik vertikal-horizontal serta banyak terjadi kegaduhan-kegaduhan dari rakyat jelata sampai pejabat tinggi negara.

Kalau pemerintahan Jokowi -JK tidak cepat mengambil tindakan untuk memperbaiki bangsa indonesia ini lebih- lebih janji-janji kempanye Jokowi-JK belum terpenuhi, maka ini akan menjadi Sunami besar terhadap pencalonan Presiden Jokowi dua periode dan teridentifikasi Terancam gagal memimpin Bangsa Indonesia. (radarkota/nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *