Dugaan Korupsi Anggaran Desa Gemah Ripah, Kasiman Bela Mantan Kades Maniso? - Sinar Lampung

Dugaan Korupsi Anggaran Desa Gemah Ripah, Kasiman Bela Mantan Kades Maniso?

Spread the love

Sharing is caring!

Pagelaran (SL)-Kasus dugaan penyimpangan anggaran dana desa Pekon Gemah Ripah, Kecamatan Pagelaran, yang melibatkan mantan Kepala Desa dan perangkatnya, mendapat tanggapan dari Kepala Pekon Gemah Rifah  Kasiman. Kasiman yang dulu Sekeratris Desa menyatakan bahwa penggunaan anggaran Bumdes Maju Jaya yang diduga fiktif akan dikembalikan.

Kepada sinarlampung.com, Kasiman Rabu (13/3/2019) bahwa mantan Kades Maniso, akan mengembalikan uang tersebut. “Dalam waktu dekat katanya mantan Kades Pak Maniso akan mengembalikan uang itu. Infonya Manisok siap mengembalikan dana bumdes sebesar 65 juta itu pada bulan Mei besok yang akan di selesaikan sendiri,” kata  Kasiman menirukan ucapan Mantan Kepala Pekon Gemah Ripah.

Sementara tentang adanya dugaan korupsi berjamaah yang di lakukan oleh Mantan Kakon Masino, “Ya saat ini sedang dalam proses, untuk di tindak lanjuti hasilnya nanti, karena kita sedang memanggil semua perangkat hari ini Red,” ucap Kasiman.

Sebelumnya Inspektorat Kabupaten Pringsewu mendalami dugaan penyimpangan anggaran dana desa, yang melibatkan mantan Kepala Desa, di Pekon Gemahrifah, Kecamatan Pagelaran. Saat ini sedang dalam proses, Inspektorat memanggil pihak yang terkait hari ini, Selasa (12/3).

“Tentang adanya dugaan korupsi berjamaah yang di lakukan oleh Mantan kakon Masino sedang dalam proses, untuk di tindak lanjuti hasilnya nanti, karena kita sedang memanggil semua perangkat hari ini,”  kata Sekretaris Inspektorat Kabupaten Pringsewu Yanuar Hariyanto kepada sinarlampung.com, diruang kerjanya, Selasa (12/3).

Sementara, Kakon Gemahripah Kasiman, yang juga diminta keterangannya terkait Bumdes melalui telpon genggam, Selasa, (12/3/2019) mengatakan yang di undang kemarin sebanyak enam orang untuk di minta keterangan. “Mereka ditanya terkait, apakah benar informasi tentang laporan ini,” kata Kasiman.

Kasiman menambahkan bahwa pihaknya hanya mendampingi apa yang ada di laporan Bumdes, “Kita hanya mendampingi penjelasan dari ketua dan bendahara serta membuat surat pernyataan. Dan selanjutnya saya di suruh buat surat ke inspektorat dan kepada Maniso mantan Kepala Pekon untuk menyelesaikan kesepakatan, Bumdes menurut saya berjalan,” katanya Kasiman.

Terkait klarifikasi oleh masyarakat, Kasiman menyatakan akan diselesaikan di Balai Pekon hari ini. “Kalau tentang klarifikasi yang di ajukan oleh Masyarakat sebanyak 40 orang kami akan selesaikam di Balai Pekon hari ini,” ujarnya.

Desa Gemahripah yang bermakna “adem-ayem” ternyata sudah satu pekan ini heboh dan cenderung memanas dengan adanya temuan inspektorat Kabupaten Pringsewu.

Kepala Pekon Gemahripah Terindikasi Gelapkan Uang Bumdes

Sobri Nuruadin Selaku Ketua Bumdes Maju Jaya Pekon Gemahripah Kecamatan Pagelaran saat di konfirmasi sinarlampung.com di kediamannya, Sabtu, (9/2/2019) mengatakan bahwa dirinya pernah diperiksa Inspektorat. “Saya pernah di periksa oleh Inspektorat Pringsewu untuk di minta keterangan terhadap penggunaan dana desa, terutama berkaitan dengan penggunaan anggaran BUMDES,” katanya.

Dalam pemeriksaan tersebut, ternyata tahun 2016 tidak ditemukan laporan penggunaan anggaran BUMDES, bahkan pengurusnya pun tidak ada (fiktif), padahal anggaran tahun itu mencapai 50 juta, Kepala Pekon waktu itu Maniso dengan Sekretaris Desa Kasiman yang sekarang menjabat Kepala Pekon.

Sementara di Tahun 2017 terdapat temuan yang terindikasi adanya penggelapan dana sebesar 25 juta dan pada Tahun 2018 sebesar 10 Juta. Temuan ini sudah diketahui masyarakat Gemahripah dan sekarang menjadi buah bibir dan pembicaran disetiap pojok desa, bahkan sudah ada kelompok masyarakat yang berkumpul dan mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Masyarakat Peduli Pekon untuk mengawal kasus ini dan membuat mosi tidak percaya kepada kepala pekon, kata salah satu tokoh masyarakat Gemahripah.

Sebenarnya masyarakat Gemahripah sudah cukup cerdas, mereka semua sudah paham dan mengerti bagaimana dana desa seharusnya diterapkan. Selama ini kami mencoba menutup mata dengan banyaknya indikasi penyalahgunaan dana desa. Kami mencoba diam karena ini bagian dari “aib” desa kami juga.

Tetapi perilaku ini terus berlangsung dan cenderung terulang bahkan seperti disengaja. Hal seperti ini dapat terjadi kemungkinan besar karena adanya pemikiran yang keliru dari sebagian aparat pekon yang berpandangan bahwa desa Gemahripah merupakan desanya pak Bupati.

“Jadi tidak akan ada yang berani memeriksa atau memperkarakan jika ada penyelewengan anggaran. Mungkin pemahaman inilah yang membuat oknum-oknum aparat pekon akhirnya sangat berani untuk memakan uang rakyat itu, padahal hakikat digelontorkannya dana desa, mestinya untuk kemakmuran dan kemajuan desa. Bukan untuk memperkaya sebagian orang atau kelompok oknum aparat desa,” katanya.

Tokoh masyarakat ini sangat berharap inspektorat Pringsewu dapat bekerja secara proporsional dan professional sehingga dapat menjadikan efek jera bagi oknum aparat pekon yang terindikasi menggelapkan uang BUMDES tersebut.

Semoga ini dapat menjadi pintu masuk untuk menguak kasus-kasus yang lainnya, kami yang tergabung dalam aliansi masyarakat Peduli Pekon akan terus mengawal sampai dimana kasus ini berjalan. Semoga inspektorat tidak masuk angin dan bisa menindaklanjuti temuan ini secara proporsional dan professional, tegasnya.

Sementara mantan kepada Desa, saat di konfirmasi Maniso sebagai kepala pekon yang lama hanphonenya  dalam keadaan aktif tapi tidak di angkat. (Wagiman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *