Dua Wartawan Dikabarkan Tertangkap OTT, Terduga Bantah dan Sebut Itu Hoax - Sinarlampung.com

Dua Wartawan Dikabarkan Tertangkap OTT, Terduga Bantah dan Sebut Itu Hoax

Spread the love

Sulawesi Tenggara (SL)-Beredar kabar dua wartawan terjaring operasi tangkap tangan oleh Kepolisian Sektor Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. OTT terkait pemerasan terhadap dua oknum wartawan daring yang diduga me-meras kepala Desa dengan meminta sejumlah uang.

Oknum wartawan tersebut bernama Harianto Ahmad (Sigap88news.com) dan Hasan (Sultrapost.com). Modusnya menyoroti kebijakan Kepala Desa. Informasi dilangsir media online Sulawesi Tenggara, korbannya adalah Kepala Desa Lolibu, Sahrul Asmi. Oleh Oknum tersebut, Asmi dimintai uang sebesar kurang lebih Rp10 juta yang dimasukan Sahrul didalam amplop.

Oknum tersebut menggunakan kendaraan roda empat pabrikan Indonesia (Sedan Timor), nomor plat DT-1215-AG.Kaduanya kemudian ditangkap tangan dipertigaan perbatasan Mawasangka Timur, Mawasangka Tengah, dan Lolibu, Kecamatan Lakudo, sekitar pukul 21.00, atas koordinasi kepala Desa dan Pihak kepolisian Lakudo.

Kejadian ini pun membuat masyarakat Lolibu resah karena kepala Desa Mereka di peras, Masyarakat meminta agar oknum tersebut diberikan efek jera dan ditahan sesuai hukum yang berlaku. “Kalau hukum tidak berjalan seperti yang kami inginkan, kami mau hakimi sendiri saja (oknumnya),” kata Warga Lolibu, Hasanudin (42).

Kabar HOAX

Sementara dilangsir media sigap88news.com, justru menyatakan sebaliknya. Bahkan sejumlah media yang memberitakan soal dugaan pemerasaan terhadap salah satu Kepala Desa (Kades) di Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), itu adalah berita hoax.

Dua nama wartawan yang disebut menjadi pelaku dugaan pemeras Kades mengatakan, informasi yang dihembuskan oleh beberapa media adalah merupakan hoax. “Jadi soal dugaan pemerasan terhadap kepala desa yang dilakukan oleh dua oknum wartawan adalah Hoax,” Kata salah seorang Wartawan yang menjadi korban, Selasa (14/5) dini hari.

Soal penahanan di Polsek Lakudo, Dia juga mengatakan tidak benar. “Sampai detik ini saya masih berada di Bundaran Labungkari sambil menikmati kopi, jadi sama sekali tidak benar kami berdua ditahan,” Tambahnya.

Sementara terkait langkah selanjutnya yang ditempuh terhadap fitnah yang diberitakan oleh beberapa media lokal, pihaknya berencana akan menempuh jalur hukum, “Saya sampaikan kepada beberapa media yang telah memberitakan fitnah kepada kami. Kami tegaskan bahwa akan ada langkah hukum termasuk undang-undang IT menyangkut pencemaran nama baik,” katanya.

Dia juga menduga, munculnya pemberitaan beberapa media yang berkonten hoax adalah karena atas dasar persaingan media. “Jangan karena persoalan persaingan media, sehingga sesama media saling mencederai. Inikan sejarah buruk di dunia pers,” Tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan