Dua Makelar Sapi Tewas Diracun Lalu Dibantai Mayatnya Dibuang Ke Sungai Way Bungur - Sinarlampung.com

Dua Makelar Sapi Tewas Diracun Lalu Dibantai Mayatnya Dibuang Ke Sungai Way Bungur

Spread the love

Lampung Tengah (SL)-Dua makelar sapi, asal Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, Nur Sodik (32) dan Sukirno (35), tewas dibantai pemesan, di daerah Bumi Rahayu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah. Kedua korban sempat diberi kopi yang dibubuki racun tikus, kemudian di bantai dengan linggis. Lalu jasadnya ditelanjangi dan di buang ke sungai Way Punggur, Desa Bumi Rahayu, Sabu 2 November 2019.

Kasus itu terungkap saat warga menemukan jasad Nur Sodik, yang ditemukan dengan badan dan tangan terikat di dasar sungai, Sabtu 2 November 2019. Sementara temannya Sukirno, baru ditemukan, Minggu 3 NOvember 2019. Kedua korban sama-sama berdomisili di Raman Utara, Lampung Timur itu sempat dinyatakan hilang, Sejak Kamis-Jumat-Sabtu, bahkan foto keduany menyebar di media sosial.

Informasi kepolisian menyebutkan, jenazah Nur Sodik diautopsi ke RS Bhayangkara Bandar Lampung, sementara jasad Sukirno, di bawa ke RSUD Demang Sepulangraya, Lampung Tengah. Nur Sodik dan Sukirno sudah 3 hari menghilang. Keduanya diduga berangkat ke rumah M, warga Bumi Rahayu, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah.

M (41), dketahui juga sesama makelar sapi, yang kini menghilang dari rumahnya. Dari rumah M, petugas Polres Lampung Tengah dan Tim Resmob Polda Lampung menemukan dua gelas kopi berisi racun tikus, sebuah linggis, dan pakaian kedua korban. Indikasi awal, korban dan pelaku terlibat utang piutang. Polisi kini memburu makelar sapi yang meracuni dan membuang keduanya korban ke sungai

Jasadnya Nur Sodik, ditemukan warga di sungai Way Punggur, Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, Sabtu (2/11/2019), menggegerkan warga Desa Bumi Rahayu, dengan kondisi mayat rusak.

Kasat Reskrim Lampung Tengah, AKP Wira Yuda Negara, sebelumnya keluarga korban melapor ke polisi karena Sodik menghilang setelah menjual tiga ekor sapi kepada M. Setelah penemuan mayat itu, Polres Lampung Tengah dibantu Jatanras Polda Lampung meminta keterangan sejumlah saksi.

Hasilnya, Sodik dibunuh M. Kedua korban dahulu diracun memakai racun tikus, kemudian dianiaya hingga tewas dan mayatnya dibuang ke sungai. “Informasi itu berdasarkan keterangan istri pelaku,” kata AKP Wira Yuda Negara, Minggu (3/11/2019).

Polres Lampung Tengah bersama Jatanras Polda Lampung, masih menyelidiki motif pembunuhan kedua blantik sapi. Sementara, polisi menduga pembunuhan dua korban karena terlibat utang piutang. Istrinya Nur Sodik yang tengah hamil delapan bulan kini shock berat. (Irsyan/red)

Tinggalkan Balasan