dr. Zam Zanariah Isi Pembekalan LKK Kohati Cabang Kota Bumi - Sinarlampung.com

dr. Zam Zanariah Isi Pembekalan LKK Kohati Cabang Kota Bumi

Spread the love

Lampung Utara (SL)-Ketua Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Periodik Provinsi Lampung. dr. Zam Zanariah, menjadi pembicara tentang “Eksistensi Kohati dalam kontributor pembaharu“, pada kegiatan Latihan Khusus Kohati ( LKK ) Korps HmI-Wati Cabang Kota Bumi di Yayasan Syuhada Kota Alam, Jum’at 19 Juli 2019, malam.

Bersama Kohati Kota Bumi

dr Zam menghadiri undangan Panitia pelaksana, sebagai pemater dari luar daerah yang juga alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) yang berasal dari Cabang Semarang dan berdomisili di Bandar Lampung. Zam berpesan bahwa perempuan Indonesia harus mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa karena perempuan adalah tiang negara.

Kanjeng Zam sapaannya, menitikberatkan peserta dari 8 Provinsi perwakilan Cabang yang hadir bahwasanya program kerja yang sangat urgent adalah peningkatan kajian-kajian serta pelatihan yang membentuk pola pikir dan cara bertindak kohati sebagai kontributor pembaharuan. dr. Zam menegaskan Kohati perlu memperbaiki internalnya dengan cara orientasi kualitas kohati yaitu dengan hal yang paling mendasar dilakukan adalah melalui program kerja kohati kedepannya.

“Kohati harus selalu menjaga hubungan silaturahmi yang ada di cabang-cabang di seluruh Nusantara agar selalu bersinergi dalam melaksanakan kegiatan, meningkatkan intelektual individu utamanya diberbagai bidang sebagaimana diketahui maraknya budaya asing yang merajalela agar dapat diatasi”, Ungkap dr. Zam.

Kohati memiliki peran lebih karena tidak hanya HMI tetapi fokus kepada perjuangan perempuan. “Kita tidak dapat mengelak, maka harus menyiapkan strategi untuk membuat pembaharuan kedepan. Anggota Kohati berjumlah banyak dan tersebar diberbagai daerah sampai ke pelosok Indonesia harus dimanfaatkan sebagai basis kader bangsa yang maju dan bersaing,” katanya.

“Dan tetap stand pada kejatidirian bangsa bukan budaya baru yang teradopsi secara serampangan. Tugas ini berat, karena budaya masuk lewat jejaring dunia maya. HMI dan Kohati secara khusus juga harus terlibat dalam arus tersebut dengan posisi re-branding dan re-building,” tambahnya.

dr. Zam mentransfer banyak pengetahuan dan memberikan semangat juang baru kepada peserta LKK Kota Bumi sehingga dapat menjadi bekal ketika para peserta kembali ke cabang masing-masing. Lalu mengimplementasikan ilmu yang di dapat dari pelatihan sebagai bentuk pembaharuan yang lebih maju di setiap cabang di daerahnya. (red)

Tinggalkan Balasan