Ditinggal Merantau Istri Selingkuh, Suami Sewa Eksavator Robohkan Rumah di Malang – Sinarlampung.com

Ditinggal Merantau Istri Selingkuh, Suami Sewa Eksavator Robohkan Rumah di Malang

Spread the love

Malang (SL)-Diduga kesal karena istri cantiknya terlibat perselingkuhan, sang suami murka, dan sewa alat berat  ekskavator hancurkan rumah, di Karangrejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin (10/06/2019). Vidio robohkan rumah dengan alat berat itu viral di media sosial, diunggah akun Facebook Putra Kendal.

Dalam video tersebut memperlihatkan ekskavator yang tengah merubuhkan sebuah rumah. “Wah sayang kalau punya istri terlalu cantik,” teriak salah seorang warga dalam video tersebut. Peristiwa di Karangrejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin (10/06/2019) siang itu juga viral lewat akun Excelia Yu Ting Wo I yang dibagikan lebih dari 5.697 kali hingga Rabu (12/06/2019) pukul 02.06 Wib.

Menurut keterangan dalam postingan itu, si suami bekerja merantau ke Kalimantan dan membangunkan rumah untuk istrinya di tanah sang mertua. Namun selama suami merantau si istri selingkuh. Sehingga menyulut emosi si suami, dan terjadilah perobohan rumah tersebut.

Informasi juga didapatkan, alat berat tersebut disewa Rp 1 juta dan diketahui sang lurah. Tak butuh lama, alat berat meruntuhkan rumah bercat putih berikut pagarnya. Detik-detik alat berat merusak atap, diikuti seruan warga. “Hancurkan, hancurkan terus,” seru warga.

Lurah Pergoki Istrinya Bidan Selingkuh Dengan Camat?

Mendapatkan informasi istrinya masuk hotel, seorang Lurah lulusan STPDN AP langsung mendatangi lokasi. Dan kenyataan pahit didapatkan AP, saat mendapati istrinya berduaan dengan camat. Mirisnya lagi, camat tersebut merupakan rekan seangkatan saat di STPDN.

Dilansir negaraonline.com, peristiwa memilukan hati itu, menimpa AP Lurah di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Jumat (30/11) lalu. Informasi yang dihimpun, AP pergoki RA dalam kamar nomor 01 Teraso Hotel dalam keadaan terkunci bersama YA, oknum Camat di Kabupaten Asahan.

Kepada awak media, AP menyampaikan, bahwa sebelumnya ia mendapat informasi via seluler. ”Usai sholat Jum’at di Mesjid Al-Hidayah jalan Cokroaminoto Kisaran (Kabupaten Asahan.red) aku ditelpon seseorang. Katanya istriku dalam satu kamar dengan seorang laki-laki di Teraso Hotel,” ucap Lurah.

Mendapat informasi tersebut AP menyambangi hotel dan melihat Honda Jazz warna merah yang sering dipakai RA selama kurang lebih 2 bulan, terparkir tepat di depan kamar 01. ”Aku gedor pintunya, lama baru dibuka dan ada seorang pria tak pakai baju mengintip dari lobang angin kamar mandi,” katanya.

Begitu istriku membuka pintu langsung keluar kamar dan menuju mobil, “Kami tarik tarikan dan baju istriku terkoyak ku lihat dia tanpa pakaian dalam.” terang AP.

Melihat RA memegang kunci mobil dan menuju masuk, Andre berusaha menghalang RA yang hendak kabur dengan merampas kunci mobil dan hanya mendapat remote mobil. ”Ku tanyak siapa kawannya didalam kamar, jawabnya (RA.red.) tidak ada,” kata AP.

Tak puas,  AP mengebrak pintu kamar hingga pintu yang dikunci RA terbuka. ”Begitu kulihat kawan satu angkatanku di STPDN, langsung mengucap aku bang. Dia langsung minta maaf. Spontan ku pukul YA diwajahnya, mungkin pecah pelipis matanya. Dia langsung lari kearah Jalinsum dan istriku lari kearah belakang Teraso Hotel,” terang AP

AP melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak yang berwajib dengan meminta awak media ikut ke Polsek Tanjung Tiram Polres Batu Bara. Dalam perjalanan AP dan keluarga bersama awak media, didalam mobil Toyota Kijang Krista, AP ditelpon YA, meminta maaf dan ingin bertemu. ”Aku tetap melanjutkan perkara ini kerana hukum, tak laku dibahas secara kekeluargaan. Ra itu masih istriku sah, anak kami dua dan anak si YA, juga dua,” kata AP.

Beberapa saat setelah YA menelepon dilanjutkan, RA yang diketahui PNS di Dinas Kesehatan menerangkan dirinya istirahat sejenak didalam kamar, dikarenakan kecapekan acara dari Dinas Kesehatan di Teraso Hotel, ”Pembohong kale istriku, kutelpon Kadis Kesehatan tak ada acara Dinkes di Teraso Hotel,” katanya.

Didalam mobil, kepada awak media AP membawa bukti petunjuk untuk pihak berwajib sepeti dompet, rokok, pakaian dalam, Aqua. (net)

Tinggalkan Balasan