Ditangkap Sehat, 3 Jam Dibawa Polisi Pulang Jadi “Mayat”

Spread the love

Sharing is caring!

Labuhanbatu (SL) – Seorang pria berumur 43 tahun diduga tewas setelah tiga jam ditangkap pihak Personil Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, Sabtu (6/10/2018) sekira jam 01.30 WIB.

Dikangsir media online di Labuhan Ratu,  menyebutkan,  ditengarai, korban yang bernama Suheri alias Eri Lantong  mengalami lebam di sekujur tubuhnya pasca ditangkap Polisi, Jumat (5/10/2018) sekitar pukul 22.00 WIB di lingkungan Paindoan, Kelurahan Rantauprapat, Labuhanbatu.

Informasi yang diterima, pada saat kejadian, korban ketika itu ditangkap bersama rekannya bernama Gunawan karena dugaan keterlibatan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya ditangkap di sebuah rumah di kawasan Paindoan Rantauprapat.

Saat itu menurut penuturan warga yang meyaksikan penangkapan, korban ketika digelandang ke Mapolres Labuhanbatu menggunakan mobil pihak Kepolisian dalam kondisi sehat. Bahkan penangkapan korban dan rekannya mengundang perhatian warga setempat.

Dia sebelumnya sehat. Dia juga sempat makan miso di warungku,” ungkap seorang warga.

Bahkan, para warga saat menyaksikan penangkapan juga menegaskan ke pihak Kepolisian agar tidak berlaku kasar terhadap keduanya.

Jangan ada yang main pukul,” papar warga ketika itu.

Tapi, sekira jam 01.30 WIB, keluarga korban menerima kabar duka. Suheri ayah 4 anak ini, dikabarkan meninggal dunia.

Kami mendapat kabar pakcik meninggal. Ayah saya menerima informasi itu,” ujar keponakan korban Agustina.

Tubuh Lebam

Sementara itu, dari sejumlah foto yang beredar, terlihat kondisi tubuh korban penuh lebam. Pada bahu kiri korban membiru. Tengkuk hingga punggung korban memar. Bahkan, pada leher kiri korban terdapat lebam dan di kening korban terlihat bekas luka seperti terkena benda runcing.

Kayak luka tertusuk paku kening korban,” aku Sitorus.

Saat pemandian jasad korban, menjadi perhatian warga yang ingin menyaksikan langsung kondisi tubuh korban. Dan mengabadikan poto dengan ponsel pintar.

Banyak warga yang ingin nengok,” kata Sitorus.

Setelah dimandikan , korban menjalani proses proses fardhu kifayah disholatkan dan di makamkan di perkuburan muslim Paindoan.

Polisi Bilang Kejang-Kejang

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Labuhanbatu AKP I Kadek Heri Cahyadi mengatakan Eri Lantong korban ditangkap bersama rekannya Gunawan, Jumat (5/10) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Setelah diamankan keduanya dibawa ke Mapolres Labuhanbatu. Namun, saat diturunkan dari mobil di Mapolres Labuhanbatu, korban mengalami kejang-kejang.

Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Namun saat diperjalanan, nyawa korban tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara, Direktur RSUD Rantauprapat, Safril Harahap didampingi Humas Doni P Simamora membenarkan korban diantar ke instalasi kamar mayat sekira jam 02.00 dini hari.

Tapi, keduanya tidak menjelaskan kondisi korban ketika sampai ke RSUD milik Pemkab Labuhanbatu itu.

Dan, tidak memberikan hasil Visum Et Repertum (VER) dengan alasan tidak dilakukan visum. “Keluarga korban tidak meminta dilakukan visum,” ujar Doni. (kn/net)

30 Comments

  1. Wkwkwkk itu penganiayaan yg dilakuin polisi, jgn pecaya kalau dibilang kejang ” keluarga ipar saya juga begitu mati di tangan polisi, lebih parah n mengenaskan lagi, leher patah, kaki patah bahu bonyok, kepala bocor, kemaluan pecah di aniaya polisi, mau di antar kerumah sakit, kehabisan darah di jalan, dan meninggal .
    Ituulah polisi indonesia

    1. Betul,seharusya dri pihak korban jgn tkt jgn gentar,langsung lapor ke polres setempat,trus minta srt laporan bwt bkti klo smpe ga ada hasil lapor lg ke kejaksaan biar kejaksaan yg nangani masalah itu,

  2. Jijik x aku emang sama polisi sumatra.sok mantab.papa ku dulu juga pernah ditangkap.habis badan dr atas sampai bawah lebam semua bahkan kek bekas cocolan rokok.anjing emang.muak aku..tuntut aja…jangan semena-mena.

  3. Wahh.. d aniyaya sama polisi.
    Mgnkin korban tidak bisa berkata jujur.
    Saat d introgasi.
    Mngkin polisi itu sudah hilang kessbarannya, pasti dan tidak bisa d pungkiri.
    Saat saya lihat foto2 itu.
    Ini bukan korban kejang2. Tp penganiyayaan kepada tersangka.
    Gsk tahu sapa yg menganiyaya..
    Klo sebelum d tangkap, warga bilang sehat2 saja.
    Kejar pangkat ya pak.
    Hehehe…

  4. Saya tidak membela siapa2, saya rakyat biasa. Makanya jangan main2 dg narkoba… Bahaya loh… Apalagi pengedar… Hukum mati… Polisi tu capek juga… Makanya abis kesabaran.

  5. kejar terus pangkat ny pak. polisi di indonesia ga heran. halal kan sgala cara demi pangkat. pangkat mu itu tidak lah berguna kalo banyak di sumpahin org.

  6. Mereka juga manusia punya hak hidup.
    Bukankah di negara ini ada hukum nya.kalo emang mereka bersalah hukum mereka berdasarkan hukum yg berlaku di negara ini..jngan main bunuh aja..

  7. Miris bgt polisi Indonesia. Bukan mengadili malah main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa.trs pinter pula buat alasan kejang2. Hanya org bego yg percaya meninggal krn kejang, itu mah mninggal krn dianiaya.mana ada maling ngaku nnti pnjara penuh.itu keluarga kok bs ga ada yg nuntut GT..

  8. Jijik kali aku sma polisi.. Apa lagi sumatra bapak ku cuma terjerat utang pitutang aja buat nganterin makanan susah kali la.. Macam bapak ku memcuri aja.. Pdhal emng yang bersangkutan utang sudah di lunasi sma bapak ku tpi tidak ada hitam di atas putih ingat kali lah aku bapak ku di perlakukan sma polisi anjing itu.. Polisi macam benar pula dia perut buncit akibat makan sumpah orang terus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *