Dihadapan Bupati Dodi Reza Dan Bunda Thia Yufada, Pelajar SMP N3 Lais Telekoconference Dengan Pelajar di Swedia

Spread the love

Sharing is caring!

Muba (SL)-Bupati Musi Banyu Asin Dodi Reza Alex Noerdin dan Bunda Baca Muba Thia Yufada, menyaksikan pelajar dan Guru SMP Negeri 3, Kecamatan Lais, menggelar Telekoconference dengan guru dan Pelajar SMP Oresundsgymnasiet Landskrona Swedia, Kamis (6/12/2018).

Hal itu menjadi kebanggan tersendiri bagi Dodi, karena meski berada dilevel Kabupaten, Kamis (6/12/2018) peserta didik dan tenaga pendidik di sekolah ini melakukan Teleconference  “Lais Hebat dan canggih,” kata Dodi Reza Alex Noerdin Bupati Muba, yang mengaku bangga dengan anak didik SMP Negeri 3 Lais, pasalnya anak anak didik SMPN3 Lais telah mampu Teleconference Bersama Guru dan Pelajar SMP Oresundsgymnasiet Landskrona Swedia.

“Ini sungguh luar biasa dengan jaringan Teknologi Informasi dan telekomunikasi jarak jauh Smp negeri 3 lais bisa berkomunikasi dengan Guru-guru dan Siswa SMP di swedia sana dan saling berbagi ilmu pengetahuan artinya SMP negeri 3 Lais, kita dikenal dinegara Lainya di dunia ini,” katanya.

Dodi mengatakan dirinya selaku Kepala Daerah, teleconfrence masih dalam negeri saja paling ke Menteri atau Presiden saja, “tapi sekarang anak didik kita SMP 3 Lais bisa teleconfrence ke Swedia untuk ini saya minta program-program seperti ini baik bagi anak didik dan tenaga pengajar kita pertahankan,” ungkapnya.

Dodi dan Bunda Baca, tidak hanya Siswa-Siswi dan Tenaga Pendidik asal SMPN 3, tetapi juga siswa siswi dan Tenaga Pendidik dari beberapa Kecamatan lainnya yakni diantaranya Kecamatan Babat Supat, Keluang, dan Lalan, yang sekaligus mengukuhkan Duta Baca Peserta Didik Siswa SMP/sederajat di Bumi Serasan Sekate ini.

Dodi menyatakan bahwa memajukan pendidikan aadaalah menjadi komitmennya. “Bagi saya, dan jajajaran Pemkab pendidikan menjadi nomor satu. Dan komitmen ini terus kita tingkatkan sebagai contoh pada HGN dan Hut PGRI ke 73 saya sampaikan kepada seluruh tenaga pendidikan di Muba, tentang kenaikan gaji honor tenaga pendidk 80 persen dari gaji sebelumnya mereka terima.” katanya.

Dan tentang honor K2 akan dipikirkan kepastian dalam pengangkatan kontrak tujuan supaya guru guru lebih sejahtera kedepannya selain kesejahteran para guru tentunya sarana dan prasarana sekolah. “Kita tingkatkan dan terus kita kembangkan secara berkesinambungan dan kedepan sekolah kita ada laborotorium bahasa dan sarana prasarana lainnya dan termasuk pembagian seragam sekolah gratis buat anak didik kita baik tingkat SD dan SMP sesuai kewenangan kita Tingkat Kabupaten,” ujar Dodi.

Lanjutnya, kegiatan hari Ini merupakan salah satu upaya untuk memulai gerakan membaca di Kabupaten Musi Banyuasin. “Saya instruksikan setiap sekolah dimuba harus ada duta baca untuk kemudian mengimbaskan gerakan budaya membaca ke peserta didik lainnya,” ungkap Dodi.

Dikatakan, di tengah meningkatnya teknologi digital yang memberikan kemudahan dalam mengakses informasi secara cepat, membaca masih menjadi kebutuhan yang dinomorduakan. “Nah, inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk kembali meningkatkan minat dan budaya membaca,” urainya.

Dijelaskan, urutan pertama bangsa paling melek huruf dan memiliki kecakapan membaca tertinggi adalah Finlandia. Disusul berikutnya Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia. Dengan demikian posisi lima besar diisi sepenuhnya oleh negara Nordik maupun Skandinavia. “Untuk itu, kali ini kita teleconference dengan Sekolah di Swedia, untuk bertukar pikiran dan merumuskan program supaya minat baca di Muba ini tinggi,” terangnya.

Sementara Bunda Baca Muba Thia Yufada Dodi Reza mengatakan ada sepuluh keuntungan dari membaca. Pertama, terhindar dari kebodohan. Kedua, bisa meningkatkan konsentrasi. Ketiga, bisa menjadi tahu akan sesuatu hal yang semula belum tahu sama sekali. Keempat, dapat mengembangkan kefasihan bertutur kata. Kelima, dapat mengungkapkan sesuatu secara lisan dengan mudah.

Keenam, dapat mengeksplorasi dan mengembangkan materi yang ingin kita ungkapkan. Ketujuh, dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain. Kedelapan, bisa membangun negara. Kesembilan, bisa mengetahui kronologi suatu peristiwa. Kesepuluh, bisa menghilangkan stress.

“Dari keuntungan-keuntungan tersebut dapat disimpulkan bahwa membaca itu penting, karena dengan membaca kita dapat memperoleh informasi atau ilmu pengetahuan yang tidak hanya bermanfaat bagi kita namun bagi orang lain pula,” jelas mantan presenter Metro TV itu.

Lanjutnya, keberadaan duta baca ini akan juga dibentuk di Sekolah-Sekolah pedesaan. “Jadi, nanti bertahap seluruh Sekolah di Muba ini akan memiliki Duta Baca di masing-masing sekolah. Nah, mereka inilah nantinya punya tugas juga untuk mengajak peserta didik lainnya giat untuk membaca dan juga menulis,” kata Bunda Baca Muba, yang juga mengukuhkan sebanyak 10 duta baca di tingkat SMP di SMPN 3 Lais.

Sementara itu, salah satu murid SMPN 3 Lais kelas X, Sylvia Larasati menyebutkan dirinya sangat termotivasi untuk lebih giat membaca setelah kehadiran Bupati Muba dan Bunda Baca Muba. “Pak Bupati dan Bunda Baca sangat menginspirasi, semoga nantinya kami bisa sukses seperti mereka kedua dan giat untuk membaca,” katanya. (Sudirman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *