Digrebek Skandal Dengan Staf Kuangan, Warga Minta Kades Tanjung Rejo Sanjaya Dipecat - Sinarlampung.com

Digrebek Skandal Dengan Staf Kuangan, Warga Minta Kades Tanjung Rejo Sanjaya Dipecat

Spread the love

Pesawaran (SL)-Pasca “penggerebekan” Oknum Kepala Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negri Katon, Kabupaten Pesawaran, yang kepergok “mesum” dengan Staf Urusan Keuangan Desa, Sabtu Malam Minggu, ratusan warga desa mendatangi Kantor Bupati Pesawaran, Senin (1/7/2019). Mereka berunjukrasa meminta agar Sanjaya, Kepala Desa mereka dicopot dari jabatannya, karena diduga terlibat skandal dan perselingkuhan dengan Staf Keuangannya Ds.

Warga dem minta kepala desa di Copot

Dalam aksi tersebut, warga mendatangi Kantor Bupati dan kantor DPRD Pesawaran dengan menggunakan 15 truck dan 1 kendaraan pribadi. Beberapa spanduk yang bertuliskan, agar oknum kades dicopot dibentangkan oleh warga yang mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian.

Kasus perselingkuhan terkuak setelha warga desa Tanjung Rejo Kecamatan Negri Katon mendapati Sanjaya dan Dewi (kaur keuangan) Desa Tanjung Rejo tengah berduaan di rumahnya, di Negri Katon Kabupaten Pesawaran. Warga yang sudah geram langsung membawa oknum tersebut ke Balai Desa sebelum dipindahkan ke Polsek.

“Dugaan mesum yang dilakukan pak Kades Sabtu (15/6/19) malam Minggu. Suami Ds meminta kepala desa harus dicopot dari jabatan dan dilakukan tindakan ke ranah hukum,” ungkap masyarakat desa didampingi Babinkamtibmas setempat saat ditemui di kediaman Ahmad Roni (44), Senin (17/6/19). “Apabila permintaan masyarakat terhadap Bupati agar Kades tidak dicopot maka ratusan masyarakat akan menuangkan aspirasi ke kantor Bupati,” lanjutnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Natsir menyayangkan ulah oknum kades tersebut. Dia atas nama pimpinan dewan akan segera membuat surat rekomendasi kepada pemerintahan untuk melakukan proses pemecatan oknum kades itu. “Saya akan segera membuat surat rekomendasi untuk di pecat, hal ini merupakan pelanggaran terhadap agama, yang melarang kita untuk berbuat tidak terpuji,” katanya.

Masyarakat Tanjung Rejo, kemudian membubarkan diri, dan menunggu janji pemerintah Kabupaten Pesawaran, terkait masalah tersebut. (sofi)

Tinggalkan Balasan