Diduga Ada Selisih Hitungan Suara, Ketua KPPS 07 Lesanpuro Coba Bunuh Diri - Sinarlampung.com

Diduga Ada Selisih Hitungan Suara, Ketua KPPS 07 Lesanpuro Coba Bunuh Diri

Spread the love

Malang (SL)-Subali (42), Ketua KPPS 07 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, nekat menusuk perutnya dengan golok. Beruntung aksi korban diketahui dan segera dilarikan ke rumah sakit. Korban tengah menjalani perawatan medis di RS Panti Nirmala, Kota Malang.

Peristiwa terjadi pagi Sabtu (20/4) sore hari tadi, saat korban berada di dalam rumahnya kawasan Lesanpuro Gang II. Sebilah golok yang menjadi koleksi korban diambil dan kemudian ditusukan ke perutnya berulang kali.

“Kejadiannya tadi pagi di rumah korban, anak tetangga yang mengetahui langsung teriak dan mengundang kehadiran warga. Bagian perutnya ditusuk pakai senjata tajam yang merupakan koleksi korban sendiri,” ujar Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi, di kantor Kecamatan Kedungkandang Jalan Mayjen Sungkono, Sabtu (20/4/2019), sore.

Menurut Suko, tim medis sedang mempersiapkan operasi terhadap luka yang dialami korban. Sejauh ini, kondisi korban masih dalam penanganan intensif. “Akan dilakukan operasi,” tutur Suko.

Informasi di lokasi kejadian menyebutkan penyebab korban nekat melukai dirinya masih belum dapat dipastikannya. Karena saat kejadian, korban berada di dalam rumah seorang diri. Dan juga senjata tajam diambil karena inisiatif sendiri. “Sempat saya tanya di rumah sakit tadi. Senjata tajam koleksi korban. Dan sengaja ditusukan ke perutnya, untuk apa ? Yang pastinya ingin mengakhiri hidupnya,” ungkap Suko.

Dikatakan, korban merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di bagian rumah tangga rektorat Universitas Brawijaya. Seharinya korban juga menjabat sebagai Ketua RT 08 Kelurahan Lesanpuro. “Pada pemilu kemarin, korban mendapat mandat sebagai Ketua KPPS 07. Semua proses dari pencoblosan sampai penghitungan sudah dilakukan oleh korban, tidak ada masalah sebenarnya,” papar Suko.

Kapolresta Malang AKBP Asfuri menabahkan aksi nekat Subali menjadi teka-teki aparat kepolisian. Apakah karena menjadi ketua KPPS membawa dampak terhadap korban,hingga nekat melukai diri sendiri?  PNS golongan 1. C itu ingin mengakhiri hidupnya lantaran capek dan stres saat penghitungan suara terdapat selisih kelebihan, antara dua atau empat dihitungan DPD dan DPRD Kota Malang.

“Ada lima saksi, dua diantaranya keluarga korban yang menjelaskan bahwa suaminya gelisah lantaran selama empat hari kurang tidur,” kata AKBP Asfuri, SIK.

Melihat hal itu, saksi-saksi kemudian segera menolong korban dan melaporkan peristiwa itu ke aparat berwajib. Korban kemudian dilarikan ke RS Panti Nirmala untuk diberikan pertolongan. Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa golok panjang dengan gagang 46 centimeter, dan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. “Alat yang digunakan oleh korban untuk upaya bunuh diri berhasil diamankan petugas, saat ini ia sedang dalam penanganan dokter,” ungkap Kapolresta Malang. (red)

Tinggalkan Balasan