Derita Penyakit Langka, Sunaini Hanya Bisa Terduduk Lesu

Spread the love

Sharing is caring!

Tanggamus (SL) – Sunaini (23) Warga Dusun Repong Bakau, Pekon Pardasuka Kecamatan Kota agung, Kabupaten Tanggamus menderita sakit bertahun-tahun, Dia hanya bisa terduduk lesu, menahan sakit yang dideritanya. Sunaini adalah anak ke tiga dari lima bersaudara, anak dari Ibu Roheti (58) seorang janda dari pasangan almarhum Saipudin. Di vonis menderita penyakit langka, yaitu penyakit kulit melepuh di sekujur tubuh termasuk telapak kakinya.

Hal itu diungkapkan oleh Sakdiah, Kakak Sunaini. Dia menceritakan bahwa, penyakit yang di derita adik tersebut sudah berlangsung kurang lebih 10 hari. Dan merekapun telah melakukan upaya pengobatan, baik ke dokter Haidir di Kota Agung dan RSU Batin Mengunang.

“Kata Dokter penyakit ini mungkin cacar air, lantas kami membawa ke RSU Batin Mengunang Kotaagung. Namun pihak Rumah Sakit tidak sanggup mengobati dan kami dianjurkan rujuk ke RSU Abdul Muluk Bandar Lampung. Akan tetapi kami belum bisa berobat kesana, dikarenakan terkendala tak ada biaya,” jelasnya.

Dia melanjutkan, penyakit Adiknya tersebut berawal dari gejala gatal gatal, seperti terkena ulat bulu, tambah lama tambah menyebar hingga keseluruh badan. Beruntung Kepala Pekon mereka memberikan bantuan materil untuk tambahan biaya berobat adek mereka.

“Kami sangat berharap, semoga ada dermawan yang mau mengulurkan tangan, untuk membantu pengobatan adek kami,” harapnya. Disisi lain, Yuriza sekaku Kepala Pekon Pardasuka, mengatakan bahwa selaku Kakon, Dia sudah mendatangi dan melihat langsung keadaan yang di derita oleh masyarakatnya dan berupaya membantu pihak keluarga sesuian dengan kemampuannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada media dan pihak pihak yang telah peduli dengan penderitaan yang di alami masyarakat saya, karena secara ekonomi, keluarga Sunaini adalah keluarga kurang mampu. Ibunya hanya seorang janda, mudah-mudahan dengan pemberitaan ini, ada dermawan yang mau membantu biaya pengobatannya,” tutupnya(hrd/rsd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *