Dekan Fisip Unila Berduka Atas Kematian Mahasiswanya, Dan Atas Nama Lembaga Bertanggung Jawab Atas Musibah itu - Sinarlampung.com

Dekan Fisip Unila Berduka Atas Kematian Mahasiswanya, Dan Atas Nama Lembaga Bertanggung Jawab Atas Musibah itu

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-FISIP Universitas Lampung membenarkan kejadian tewasnya Aga Trias Tahta, Jurusan Sosiologi angkatan 2019 saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) yang diselenggarakan IIKM Pecinta Alam (PA) Cakrawala FISIP Unila beberapa waktu lalu. Karena itu Fisip Unila menyatakan bertanggung jawab atas musibah tersebut.

Melalui rilis yang diterima sinarlampung.com, Dekan FISIP Universitas Lampung (Unila) Dr. Syarief Makhya mengungkapan rasa duka cita mendalam dan meminta semua pihak bersabar menunggu hasil pendalaman kasus meninggalnya Aga Trias Tahta (19), mahasiswa jurusan Sosiologi, pada Minggu, 29 September 2019, yang dinyatakan oleh pihak medis meninggal pada hari Minggu tanggal 29 September 2019 pada saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) yang diselenggarakan UKM Pecinta Alam (PA) Cakrawala FISIP Unila.

“Atas nama lembaga FISIP Unila kami menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut khususnya pada orangtua dan pihak keluarga, dan kami menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” kata Syarief Makhya dalam rilis yang dikirim ke redaksi sinarlampung.com, Selasa, 1 Oktober 2019.

Syarif mengaku pihaknya saat ini sedang melakukan pendalaman dan pengkajian secara komprehensif sesuai fakta kejadian tanpa ada yang ditutup-tutupi agar kami tidak gegabah dalam mengambil keputusan. “Mohon kesabaran semua pihak menunggu hasil pendalaman dan pengkajian tersebut. Apabila hasil pendalaman dan pengkajian ada unsur-unsur pelanggaran terhadap aturan kemahasiswaanmaka akan diberikan sanksi sesuai dengan aturanyang berlaku,” katanya.

Semenetara pihak keluarga Frans Salsa Romando yang diduga mengalami penganiayaan saat mengikuti kegiatan pendidikan dasar (Diksar) UKM Cakrawala Universitas Lampung beberapa waktu lalu, meminta kepada para pelaku untuk segera menemui mereka dan memberikan penjelasan terkait apa yang terjadi.

“Sebenarnya saya ingin mereka itu datang menemui kami pihak keluarga sebagai orang tuanya. Kenapa alasan mereka memperlakukan anak kami seperti itu. Ingin lihat muka mereka seperti apa. Mereka kuliah tapi kenapa tidak berperikemanusiaan seperti ini,” kata ibunda Frans yang diketahui bernama Jumiati, Selasa (1/10/2019).

Secara pribadi, Jumiati bisa memaafkan mereka ketika menemui secara baik-baik. Namun meskipun demikian, proses hukum yang dijalankan akan tetap berlanjut. “Memaafkan tapi hukum tetap berlanjut. Kalau tidak seperti itu, maka kedepan akan muncul kejadian seperti Frans-Frans lainnya,” ungkap Jumiati.

Saat ditanya terkait respon pihak kampus Universitas Lampung, Jumiati menyebutkan pihak kampus akan menanggung biaya keseluruhan selama dirawat di rumah sakit dan akan bertanggung jawab terhadap kesehatan anaknya. “Tadi katanya pihak kampus akan bertanggung jawab. Tapi saya masih khawatir dengan anak saya ini kedepannya karena trauma sehingga nanti dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya karena takut,” jawab dia. (Rls)

Tinggalkan Balasan